dadiwongenomblikenasobud

Antri Musibah | Tentara Allah sedang Marahkah?

In Kajian Kitab on 7 February 2007 at 2:49 pm

 بسم الله الرحمن الرحيم | وما يعلم جنود ربك إلا هو

“Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melain­kan Dia sendiri.” (Al Muddatsir: 31) 

D

ari sekian banyak rakhmat Allah, hujan merupakan salah satunya. Siti ‘Aisyah ra berkata: “Jika baginda Rasululah saw. melihat hujan, baginda akan berkata: Itu adalah rahmat.” Namun mengapa dari rakhmat berbentuk hujan itu kemudian berubah menjadi musibah banjir yang sampai saat ini masih berlangsung di Jakarta dan wilayah Indonesia lainnya dan diprediksi akan berlangsung lama.   Saat ini, saya sendiri dan semua warga yang terkena musibah masih merasakan dampak pisik dan psikologis dari musibah yang menimpa kita dan masih akan ada kemungkinan terkena musibah susulan dari dampak kebanjiran. Ternyata kita sebagai manusia tak bisa berkutik menghadapi tentara Allah berupa air hujan. Tak berbuat apa-apa selain menerima ujian ini dengan kesabaran.  Tentara Allah

Sebelumnya, musibah-musibah itu bak antrian panjang di bumi persada ini. Dari musibah yang terjadi berun­tun ini paling tidak ada empat pemicunya. Mulai dari Air laut dan air hujan, ia bisa menjadi tsunami atau banjir bah jika berasal dari hujan. Kadang air itu meluap/menyembur ke permu­kaan bumi dan bercampur dengan lumpur atau api seperti di Porong, Sidoardjo dan Gunung Berapi di Yogyakarta. Kedua, Angin yang menerjang pesawat terbang hingga jatuh, angin puyuh, angin puting beliung, atau tornado yang bisa meluluh­lantakkan rumah penduduk. Ketiga, Api yang membakar segala prasarana seperti pasar dan rumah. Keempat,  Hama baik berupa virus flu burung (H5N1) atau nyamuk demam berdarah yang mematikan serta virus lain seperti HIV dan hama-hama lain yang menyerang tanaman dan penyakit.

Dalam buku-buku ulama salaf dikatakan bahwa keempat macam jenis pemicu musibah ini masuk dalam kategori tentara Allah yang kelihatan. Sebenarnya ada juga tentara Allah yang tidak tampak seperti “musawwimin” malaikat yang diturunkan Allah membela perang badar dan perang khandak.  Naskah (ayat) dalam Al Qur’an jelas menyebut bahwa Allah memiliki tentara yang memenuhi langit dan bumi. (Alfath: 7) Ketika perang Khandak, Allah pun menurunkan tentara berupa angin topan dan tentara yang tidak keliahatan yaitu malaikat. (Al Ahzab: 9) Tidak ada yang mengetahui tentara Allah melain­kan Dia sendiri. (Al Muddatsir: 31). Angin juga merupakan tentara sebagaimana Rasul saw bersabda:   روي سعيد بن جابر عن ابن عباس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: نصرت بالصبا واهلكت عاد بالدَّبور  “Aku ditolong oleh angin timur sedangkan kaum Ad dihancurkan oleh angin barat.” (tafsir al Qurthubi)  Air Hujan sebagai Sumber RezekiBermula dari rezeki namun berakhir petaka. Hal ini terjadi karena awalnya, Allah subhanahu wata’ala mengirim rezeki manusia salah satunya didatangkan dari tumbuh-tumbuh­an. Ia bisa tumbuh dan berkembang di bumi karena air hujan. Planet lain tidak bertumbuh karena konon air tidak tersedia. Kujadikan air hujan itu diturunkan dari langit  dan menjadikan buah-buahan sebagai rezekimu (Al Baqarah 22). Bumi yang gersangpun dengan dituruni hujan jadi subur (Al Baqarah 164). Allah mengeluarkan rezeki dari langit dan dari dalam bumi untuk manusia (An Naml 64, Faatir 3, Al Mu’min 13, Jatsiah 5).  Karenanya telah jelas sekali bahwa Allah menurunkan rezeki dari langit dan bumi otomatis semuanya rahmat.  Lalu darimana sisi rakhmatnya. Awalnya rezeki kok terjadi musibah banjir di mana-mana.  Salah Menggunakan Rezeki

Rezeki yang begitu berlimpah dari air hujan menjadikan manusia kaya raya dan memiliki banyak uang. Namun karena salah menggunakan rezeki akhirnya berubah petaka. Misalnya, mengapa rezeki itu digunakan untuk maksiat; untuk membuat kerusakan (Al Baqarah 60); rezekinya tidak disyukuri (Ibrahim 7, Saba 15); untuk berfoya-foya; tidak ditasarufkan  (disalurkan) kepada yang berhak (Mujadilah 13). Dan masih banyak ayat dan Hadits yang intinya memberi arahan agar jangan salah dalam menggunakan rezeki sebagai rakhmat Allah swt.  Akibat dari pengingkaran terhadap rakhmat Allah, maka jangan heran ketika tentara Allah yang juga rakhmat menjadi mengamuk kepada manusia. Sebab tentara berupa air ini sudah disalahgunakan oleh manusia. Tentara lain seperti angin, api dan hama tentu akan mengamuk pula. Sebab ketiga tentara tersebut semuanya mendukung rakhmat Allah swt terhadap segala kenikmatan bagi manusia.  Air sebagai sumber kehidupan. Angin sebagai medium untuk membuat tumbuhan jadi berbuah dengan perantaraan putik sari pada bunga akan terjadi pekawinan dan menghasilkan buah-buahan dan biji-bijian.

Hama dan hewan terbang lainnya, merupakan medium untuk mengantarkan kesuburan bagi tanaman dan bisa menghasilkan buah. Api sebagai tentara Allah swt bertugas untuk menjadikan rezeki berupa buah-buahan bisa dimatang­kan dan sehingga bisa dinikmati oleh segenap manusia. Dengan api manusia bisa memperoleh buah yang bisa dimatangkan melalui kehangatannya. Api dalam listrik dan api dalam suhu udara merupakan akvitas yang nyata bagi kehangatan dan keramaian bumi.   Namun karena kesalahan manusia maka akhirnya tentara-tentara itu terindikasi mengamuk dan memperlihatkan powernya. Kini manusia hanya menerima kedahsyatan musibah tersebut. Bagi yang beriman memandang musibah sebagia cobaan dan bagi yang kufur akan mengumpat serta mengeluh dan berharap kasihan dari orang lain.  Musibahpun Menimpa Orang BerimanJika tentara Allah swt telah menunjukkan powernya, maka bumi terkesan rusak. Dampak dari musibah ini tidak saja menimpa orang-orang yang berbuat maksiat namun juga berdampak kepada orang-orang yang beriman. Peringatan ini sudah cukup jelas dalam ayat Al qur’an.  واتقوا فتنة لا تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة واعلموا أن الله شديد العقاب (الأنفال 25) Artinya: “Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Al Anfal: 25). 

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ قَالَ نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ *   

“Ya Rasulullah apakah kami akan terkena dampak fitnah musibah sedangkan kami orang-orang sholeh? Dijawab oleh Nabi: “Benar apabila ditemui banyak kemaksiatan”.   Imam Al Qurthubi berkata: “Menurut ulama kami, jika fitnah telah beraksi maka rusak semuanya.” 

إذا انزل الله بقوم عذابا اصاب العذاب من كان فيهم ثم بعثوا على أعمالهم 

“Jika Allah turunkan adzab, maka ia akan menimpa siapa saja kemudian Allah membangkitkan mereka berdasakan amal perbuatannya.” Menurut penjelasanya, hadits ini menunjukkan bahwa kerusakan akan menimpa secara umum; bagi orang sholeh, tholih (rusak) dan orang dhlim. Namun ia merupakan pembersih bagi orang mukmin/shalih (tuhrotan lilmu’minin) dan merupakan balasan (nuqmatan) bagi orang fasiq.  

Karena itu mari semuanya dikembalikan kepada Allah: Innalilahi wainna ilaihi raji’uun. Sesunggunya semuanya berasal dari Allah dan hendaklah dikembalikan kepada-Nya. Alam ini milik-Nya seyogyanya, mari kita rawat bumi dan segala isinya untuk rakhmatan lil ‘alamin. Jangan sampai memancing tentara Allah menjadi marah. Wallahu ‘alam.  

Sumber: Al Qur’an Depag RI, Tafsir Jalalen, Tafsir Al Qurthubi, Tafsir Ibnu katsir, Kutubussittah, Al Bayan Hadits Shoheh.  

CATATAN  PENULIS: Diizinkan mengutip, meyadur, menyalin, menyebar luaskan tulisan ini untuk tujuan apaun asal diniati lillahita’ala. Namun mohon dikoreksi terlebih dahulu, dengan teliti sebab bisa jadi terdapat banyak kesalahan dan banyak perbedaan pendapat karena keterbatasan pengetuhuan penulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: