dadiwongenomblikenasobud

Hati-hati dengan Gerakan GAM

In Kajian Kitab on 24 March 2007 at 3:45 am

Seperti yang kita ketahui GAM di Aceh sudah bubar, namun sekarang GAM di berbagai tempat masih banyak yang berkampanye. Apalagi ini memasuki bulan Maulid, tentu seperti biasanya akan tejadi sahut-menyahut marhabanan gegap-gempita. Seiring dengan hingar-bingarnya perayaan maulid, para anggota GAM yang di maksud adalah Gerakan Anti Mulud, pun tidak kalah gencarnya mengtukuk keras peringatan maulid.

Istilah GAM (gerakan anti mulud) ini saya dapatkan ketika Prof. Dr. Manarul Hidayah, pimpinan Perguruan Tinggi Al Mahbubiyah Jakarta, Salah satu tokoh ulama Jakarta, alumni Buntet Pesantren Cirebon, saat langganan ceramah di depan Para Kyai Buntet Pesantren Cirebon dalam acara Haul tahun lalu, Februari 2006.

Rupanya ketitdak-setujuan beliau terhadap GAM ini adalah karena propaganda ajaran aqidah (keyakinan) terhadap Rasulullah seperti maulid ini hendak dihapuskan. Padahal peringatan ini merupakan warisan ulama salafusholeh. Semua mengetahui bahwa perayaan ini sudah lama berabad-abad diwariskan oleh Ulama mutaqaddimin (ulama terdahulu) Ribuan syair tentang kemuliaan Rasulullah telah dikenal dan dibacakan dalam tiap perayaan maulid, bahkan telah menjadi nyanyian yang tenar seperti nyanyian bait-bait sufi, Umi Kultsum atau Haddad Alwi dan Sulis. Di tiap-tiap pesantren dan kampung-kampung muslim di Indonesia banyak yang membacakan nadhom-nadzom seperti barzanji, Maulid Dibai’i, Natsar dll. Para Habaib biasanya membacakan Simtudduror bersama santri-santrinya dan masih banyak lagi jenis bait-bait dan qasidah untuk menghormati Rasulullah saw.

Seandainya pun Maulid ini tidak layak untuk dirayakan semestinya ulama dulu melarangnya. Namun entah darimana barub-aru ini tiba-tiba GAM ramai-ramai mengkampanyekan akidahnya di berbagai kesempatan. Yang sangat tidak layak adalah dalam forum Khutbah Jum’at, Pengajian maupun ceramah-ceramah umum. Bagaimana sebenarnya duduk persoalan dari masalah peringatan maulid ini.

Apakah Maulid Bid’ah

Sebenarnya, GAM punya alasan kuat bahwa Maulid nabi itu bid’ah. Bid’ah bagi mereka adalah sesuatu yang tidak dikerjakan oleh Rasulullah saw pada saat itu. Jadi apa saja yang tidak dikerjakan Rasul ya bid’ah, dan bid’ah itu sesat! Tidak ada bid’ah hasanah. Bid’ah ya bid’ah, titik! Begitulah kira-kira alasan keras yang dikemukakan GAM. Khusus dalam masalah Maulid ini, sekan-akan mereka berkata bahwa jika Nabi saja tidak merayakan ulang tahunnya sendiri mengapa kita umatnya coba-coba membuat hukum sendiri dengan ramai-ramai datang ke masjid/mushola dan mengerjakan yang tidak dicontohkan Nabi. Bukankah itu suatu yang dibuat-buat.

Kita bisa mempertanyakan bahwa melaksanakan perayaan ulang tahun bagi kelahiran seseorang baik anak, isteri, suami, pejabat, tokoh masyarakat dll dirayakan secara besar-besaran dengan menelan biaya yang besar/kecil sekarang ini banyak dilakukan. Mengapa merayakan kelahiran manusia agung dihukumi bid’ah, sesuatu yang dianggap sesat. Jika perayaan ulang tahun ini dianggap baik, mengapa merayakan ulang kelahiran kita boleh seadangkan untuk Nabi dianggap sesat. Berarti nabi dianggap tidak lebih baik dari anak, isteri, pejabat yang hari lahirnya diperingati.

Dalil Tentang Maulid

Tulisan ini bukan untuk berdebat, saya hanya mengungkapkan salah satu tokoh ulama yang disegani bercerita tentang dalil maulud, tanpa menyeleksi apakah shoheh/tidak. Sebab shoheh/tidak bukan kapasitas saya mengontrolnya. Mestinya Imam Nawawi mengetahui, namun tetap ditulis dalam kitab madarijussu’uud.

Jika kita teliti di dalam kitab-kitab ulama shalafusholeh, kita bisa mengikuti pendapat Imam Nawawi Al Bantani, salah sorang ulama Indonesia yang hidup di Arab Saudi yang buah ilmunya hingga kini dinikmati oleh segenap umat Islam di penjuru dunia. Beliau mengutip hadist, atsar pendapat ulama tentang perawayan Maulid Nabi saw. Dikutip dari Kitab Madaarijussu’uud halaman 15-16.

1. Rasulullah saw bersabda:

قال رسول الله صلعم: من عظّم مولدى كنت شفيعا له يوم القيامة ومن أنفق درهما فى مولدى فكأنما أنفق جبلا من ذهب فى سبيل الله

Artinya: “Barangsiapa yang mengagungkan kelahiranku, maka nanti di hari kiamat akan mendapatkan syafa’at dariku.” “Barangsiapa yang menginfakan dirham untuk keperluan merayakan kelahiranku, maka seolah-olah telah menafkahkan emas sebesar gunung untuk kepentingan agama Allah Ta’ala.

2. Menurut Abu Bakar Siddiq ra.

عن أبي بكر الصديق: من أنفق درهما فى مولد النبي صلى الله عليه وسلم كان رفيقي فى الجنة.
Artinya: “Barangsiapa yang menafkahkan harta untuk keperluan maulid Nabi Muhammad saw maka akan menjadi temanku nanti di surga.”

3. Menurut Umar bin Khattab ra.

عن عمر ابن الخطاب رضي الله عنه: من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد أحيا الإسلام

Artinya: “Barangsiapa yang memuliakan kelahiaran Nabi saw maka benar-benar ia telah menghidupkan agama Islam.”

4. Menurut Utsman bin Affan ra.

عن عثمان ابن عفان رضي الله عنه: من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم فكأنما شهد يوم وقعة بدر وحنين.

Artinya: “Barangsiapa yang menafkahkan harta untuk perayaan maulid Nabi Muhammad saw maka seolah-olah ia syahid di perang badar dan khunain.”

5. Menurut Ali bin Abi Thalib kw. ra.

عن علي ابن أبي طالب كرم الله واجهه ورضي الله عنه: من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم لا يخرج من الدنيا الا بالإيمان

Artinya: “Barangsiapa yang mengagungkan Maulid Nabi saw maka ia tidak akan keluar dunia, kecuali membawa iman kepada Allah swt.

6. Menurut Imam Syafi’i r.a.

من جمع لمولد النبي صلى الله عليه وسلم اخوانا وهيأ لهم طعاما وعمل احسانا بعثه الله يوم القيامة مع الصديقين والشهداء والصالحين.

Artinya: “Barangsiapa yang mengumpulkan orang untuk melaksanakan perayaan Maulid Nabi saw. karena kecintaan (ikhwanan) Secara berjama’ah dengan menyediakan makanan dan berlaku baik, niscaya Allah bangkitkan di hari kiamat beserta para ahli kebenaran, syuhada dan para shalihin. kemudian mereka berada di dalam Jannatun Nai’iim.

7. Menurut Imam Sari Asaqathi

من قصد موضعا يقرأ فيه مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد أعطى روضة فى الجنة لأنه ما قصد ذلك الموضع الا لمحبته صلى الله عليه وسلم وقد قال صلى الله عليه وسلم من أحبنى كان معي فى الجنة.
Artinya: “Barangsiapa yang sengaja mendatangi suatu tempat dimana di dalamnya dibacakan maulid Nabi saw, maka sungguh ia akan dikarunia raudlatul jannah (kebun syurga). Sebab ia memiliki kecintaan kepada Rasulullah saw. Karena Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mencintai aku, niscaya ia akan berada bersamaku di surga.”

Kesimpulan

Ikhtifal (perayaan) dalam rangka mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad saw telah dilaksanakan oleh Khulafaurrasyidin bahkan mereka telah mengeluarkan pendapat yang didengar oleh para ulama setelahnya. Jadi yakinlah bahwa Maulid Nabi ini bukan bid’ah. Sebab Mereka merayakan dan mengagungkannya.

Ikhtifal maulid Nabi saw di hari 12 Rabiul awal mungkin ini yang bid’ah. Jadi tidak ada batasan waktu. Boleh saja memperingatinya di hari-hari lain. Bahkan tidak dibatasi harinya. Mau setiap hari, setiap minggu atau bahkan setiap saat, tanpa batasan waktu. Namun hari-hari peringatan Islam lainya dibatasi oleh waktu dan tanggal. Misalnya Nuzulul Qur’an diperingati biasanya di bulan Ramadhan, Seandainya diperingati di bulan syawal atau bulan lainnya, pasti dianggap tidak tepat.

Peringatan Maulid Nabi lebih utama dibandingkan peringatan hari besar Islam lainnya. Sebab dengan adanya Rasulullah menjadi penyebab adanya perayaan-perayaan Hari Besar Islam lainya. Misalnya peringatan Nuzul qur’an disebabkan Rasulullah saw yang menerima Qur’an. Singkatnya, Nuzulul Qur’an tidak akan ada jika tidak didahului oleh Rasulullah.

Ikhtifal (perayaan) berbeda dengan Adzdzama seperti dalam hadits di atas. Adzama lebih tinggi sebab termasuk adzama adalah shalawat, puasa, jihad dll. Sedang ikhtifal hanya perayaan saja.
Wallahu A’lam

  1. Bagi saya yang penting tujuannya jelas, dan bisa membuat manusia semakin beriman itu yang utama.

    ——-
    setuju mas artinya tergantung niat dan aplikasinya yaa…

  2. pendapat bisa beda, toh bukan pendapat yang dinilai tapi implementasi dalam kehidupan sehari-hari

    ——–
    implementasi mestinya lah yang dititik berati jangan di titik komai ya mas … tapiemang aku masih sangat miskin imple lebih banyak ngample…

  3. Maaf ya pak, dalil penghalalan itu sumbernya mana?
    kalao hadits no 1 itu siapa yang merawikanya, derajatnya shohih atao apa ?
    Hadits dhaif kan tidak boleh dijadikan dasar suatu amalan.
    Trus Perkataan shahabat Abu Bakar, sumbernya ada gak ? Mohon diperhatikan. Karena banyak para ulama’ Hadits seperti Bukhary, Muslim, Abu Daud dll kenapa tidak memasukkannya dalam kitabnya? Trus Syeikh Albany sebagai Ahli hadits masa ini juga berkomitment bahwa hadits2 yang berkenaan dengan Maulid adalah “La Ashla lahu” atau gak ada asalnya. Nah Apakah Dr.sapa tu kalau dibandingkan dengan Syek Albany yang kaliber dunia sepadan gak ?

    Semoga Allah membukakan pintu pengetahuan kepada kita. amin

  4. Buat pak Abu Aqil Al-Atsy berkata : kami madzhab yang suka dengan maulid, dan meskipun tak ada hadits shohehnya, mungkin menurut Anda kami dan semua ulama dari zaman wali songo dan sebelumnya yang melaksanakan maulid akan masuk neraka…. silahkan saja menuduh seperti itu.
    berbicara dalil kadang membuat orang jadi berantem… padahal bid’ah dalam konsep kami sama system dan metode…. sebagaimana bid’ah membukukan al qur’an, shalat dhuha setiap hari dan seterusnya… semoga kita Anda dan madzhab Anda sama-sama tidak saling mempengaruhi… wallahu ‘alam

  5. buat #helgeduelbek#
    betul mas enakan begitu… wong kita kan hidup dalam koridor Indonesia budaya. Ingat para wali songo sangat menghormati budaya Indonesia bukan budaya impor…

    buat #peyek
    implementasi woow keren bahasanya… yaa sing penting aplikasine untuk kemanusiaan “rakhmatan lil ‘alaamin”

    Buat pak Abu Aqil Al-Atsy berkata :
    kami madzhab yang suka dengan maulid, dan meskipun tak ada hadits shohehnya, mungkin menurut Anda kami dan semua ulama dari zaman wali songo dan sebelumnya yang melaksanakan maulid akan masuk neraka…. silahkan saja menuduh seperti itu.

    berbicara dalil kadang membuat orang jadi berantem… padahal bid’ah dalam konsep kami sama system dan metode…. sebagaimana bid’ah membukukan al qur’an, shalat dhuha setiap hari dan seterusnya… semoga kita Anda dan madzhab Anda sama-sama tidak saling mempengaruhi…

    shoheh/tidak shoheh adalah produk dari “ilmu musthalah hadits”, Nah ilmu ini tidak ada dalam zaman nabi alias ilmu ini juga bid’ah bukan?

    wallahu ‘alam

    —————–

  6. Ya, pendapat boleh beda, karena masing-masing punya hujjah. Yang penting ukhuwah islamiyahnya tetep dijaga.
    Diskusi tentang Maulid ini bisa dilihat di forum pesantren sidogiri ( http://www.sidogiri.com )

    “ukhuwah islamiyah itu lebih penting” maknanya dalam, semoga kita bisa mengaplikasikan pesan nabi itu… menarik mas diskusinya… sidogiri memang pesantren besar yang santrinya aktif…

  7. wahabi emang paling gampang membid’ahkan para ahlussunnah

    ———-
    urusan bid’ah-membid’ahkan kok masih laku yaa… di zaman pembangunan dan kemiskinan ini ….

  8. sejak kapan ahlus sunnah ikut mauludan ? dan siapa pula wahabi ? apakah pengikut muhammad bin abdul wahab ? abdul wahab adalah nama bapak muhammad. julukan wahabi adalah sebutan dari missionaris Inggris. sebaiknya jangan ikut-ikutan.
    ittaqillah

    ——————
    gak tahu pak sejak kapan yaa? yg jelas sejak lahir sudah sering denger maulidan, makan nasi brekkat… Wahabi itu julukan dari misionaris INggris .. duh gak enak sekali dong yaa… btw kalau orang asing bikin istilah kita pada ngikut yaa, tapi kalau yang kasih istilah orang kita kok ga laku? tanya kennapaaa?

  9. # kang Salman
    oooh jadi wahabi itu sebutan dari missionaris Inggris ya? hmm baru tahu… makasih pak atas informasinya.
    Ada loh yang mirip kata itu seperti Muhammadiyah, Aisyiah, Attahiriyah, pokonya yang akhirnya …yah…yah gitu deh. Kalau ini pak julukan dari mana yaa? dari Missionaris jugakah?

    yaa pak saya g ikut2an …. Siap!
    [aduh pak jangan galak2 dong komentya]🙂

  10. Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Menurut Salah satu Guru Ane Juga salah satu murid dari hadratusyekh Al Faqiih Muallim Syafi’i Hadzami Al Batawi dalam acara maulid di tempat guru utama ane “Seseorang yang ilmunya sedikit banyak nentangnya”, apa-apa dikataan bid’ah.Jadi biarkan saja apa kata mrka maulid dikataan bid’ah, Kita do’akan saja semoga Allah SWT memberikan taufiq dan hidayahnya kita dan mrka serta semua kaum muslimin dan muslimat.

  11. assalaamualaikum
    saya mau btanya tentang asal usul ulang tahun

    @agus
    asalnya ada orang usul agar tahun itu diulang2 jadi deh ulang tahun…🙂

  12. Abu Bakar
    Iyee bener bang….. ane juga ilmunye dikit tapi ane tau diri deh, sebelum ngecam orang lain kecam diri sendiri dulu deh.. buat perbaikan🙂

    agus
    Wa’alaikum salam.
    Pertanyaan itu sama juga dengan asal-usul garuk-garuk kepala…🙂 maaf jawabnya asal

  13. Lega..abis baca ini jadi tau deh asal usul saya ke sini. Barokah..!😀
    Lagi cari info para alumni Al Mahbubiyah nih? Salam n terus berkarya ya!

  14. >>😀 benbego
    Haiyaa syukur sudah lega, habis minum es kelapa muda tah? heheh ternyata benbego biar gak bego akhirnya pencarian itu di sini rupanya… waaah gak nyangka sampean muridnya Professor…🙂

  15. >>😀 Kurt
    Yaa, klo ada es kelapa muda malah lebih seger lagi!
    Eh.. saya baru tau lho klo KH Manarul dah jadi professor. Asli dah lama banget ngga ke pondok. Ibarat pisau, saya dah karatan. Makanya nemu yg spt diatas jd seger.
    Oh ya sekalian nitip, saya komen di tempat afiemaniz.wordpress.com perihal Nabi Musa Dan Khidir. Tolong dikoreksi klo ada yg salah. (klo ada waktu aja ya!)
    Thanks atas bantuan.

    >>😀 benbego
    afimaniz.wordpress belum terdaftar bos… kalau masalah koreksi itu bagian korektor, saya gak kebagian untuk jadi pgawai korektor nih jadi maaf hanya membaca ngoreksinya gak bisa..🙂 maafkanlah…

  16. Afwan akhi, mas klo bsa hadist2 yg di bawain itu di cek lg shahih atw tdk, ana udah baca dikitab KUtubus Sitthoh ga ada hadist yg berbunyi spt itu…yg ada ” Barangsiapa yang menganggap ini berasal dari aku (Muammad) padahal bukan dari aku, maka Alloh akan tempatkan ia di neraka Jahanam” (HR. Muslim)….
    Tlg yyg nulis artikel ini pake ilmu donk b’dasrkan Qur’an dan Sunah jg peke logika, klo ga punya ilmu mending jgn ditulis daripada nanati menyesatkan byk orang….Ibnu Al Jauzy ulama salaf berkata “Syetan lebih suka dengan 1 orang yyg berbuat BID’ah daripada 10 orang yang berbuat dosa”…

  17. Wah seru ya! ada yang ngaku ilmunya kurang tapi kasih komentar plus vonis, ada yang berniat menyajikan dalil tapi tidak tahu apa itu dalil, jadi? gado2 deh.
    satu hal yang pasti, kita ni kurang ilmu! so? banyak belajar men! caranya? kenali Islam dari sumbernya, jangan dari katanya. soalnya kalo agama berdasarkan katanya, wah repot banget deh! kata ente begini, kata ane begitu. siapa yang harus dikalahin? mau situ ngalah? pasti ogah, mau ane ngalah? kalo memang salah napa ga? tapi kalo ane yang benar, napa harus dipaksa ngalah?
    so, belajar dan belajar, ngaji dan ngaji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: