dadiwongenomblikenasobud

Nagabonar (jadi) 2 | Nasionalisme dan Pesan Moral yang Santun

In Celotehan, Ngliput on 28 March 2007 at 4:39 pm

 Nagabonar (jadi) 2 merupakan film yang apik garapannya. Ceplas-ceplos, jujur, jenaka dan satu lagi pintar, dalam memandang Indonesia dan mencoba mencermati ketidakberesan modernitas dari kacamata pejuang kemerdekaan (Nagabonar) sebagai pelajaran bagi generasi muda. Itulah kekuatan film ini dan memang sengaja dibuat oleh Deddy Mizwar seperti yang diungkapnya dalam press confrence di Hotel Jayakarta, Selasa, 27 Maret 2007. Saya tanpa sengaja mendapat undangan dan berkesempatan menghadiri premiere (pemutaran perdana) film ini. Padahal film ini akan tayang secara nasional tanggal 29 Maret 2007.

Pesan-pesan moral (agama) cukup banyak diangkat dalam film ini. Bagaimana mendalami ajaran agama, sebagai orang yang modern sekalipun, shalat tidak boleh ditinggal. Ucapan bahasa Inggris yang faseh tetap tidak malu mengucapkan “Insya Allah”, meskipun di depan ekspatriat asing. Bagaimana menegor orang-orang yang malas, bagaimana potret pejabat sekarang, bagaimana seharusnya para pemuda Indonesia menyikapi hidup, bagaimana kebebasan berekspresi benar-benar harus dikembangkan. Dan yang paling hebat dalam film ini adalah pesan moral terhadap penghormatan kepada orang tua. Deddy Mizwar berhasil membius penonton dengan pesan-pesan moral itu.

Nasionalisme pun digambarkan cukup centang perenang dalam adegan-adegan yang jenaka, tapi sesekali mampu mengucurkan air mata. Tidak terasa saya sendiri begitu haru ketika Nagabonar mengunjungi makan pahlawan di Kalibata. Di situ dia hormat namun sebelum hormat dia bertanya kepada supir “benarkah mereka itu pahlawan kemerdekaan?” Lalu ketika benarkan oleh supir bajajnya, Nagabonar sang jenderal itu, menghormat penuh heroik. Hentakan drum dari grup musik Padi, menyanyikan “dari yakin ku teguh” benar-benar berhasil membujuk emosi penonon untuk larut dalam heroik kepahlawanan. Tidak terasa banyak yang menangis dalam sesi-sesi seperti ini. Salah seorang budayawan, Syu’bah Asa mengaku “saya menangis terus, saking harunya.”

Tema cinta dalam film ini begitu kentara. Namun menurut Tora Sudiro dalam sesi press conference sebelum premiere mengatakan : “jangan harap bisa melihat pretty woman di film ini. Tidak ada buka-bukaan sebab yang membuat Pak Haji”. Memang benar tidak ada adegan mesum, horor, semuanya berpakaian modern dan terhormat namun tidak kalah lucunya. Tema cinta dalam film ini sangat meluas. Cinta tanah air, cinta ayah kepada anaknya dan sebaliknya, cinta kepada pejuang kemerdekaan, cinta kepada pekerjaan, cinta kepada kejujuran dan masih banyak sekali tema cinta digelar dalam setiap sesi adegan hampir tidak pernah membosankan.

Hingga akhir film ini pesan moral itu masih jelas. Nagabonar tidak jadi meninggal, padahal saat itu kritis gara-gara ia menjanjikan akan membelikan karpet di sebuah masjid yang lusuh dan akan digantikan dengan karpet baru. Tujuan pembelian karpet ini katanya, agar para pemuda bisa tertarik mengunjungi masjid. Saat mengerang keasaikan, ketika ingat janjinya, Nagabonar bangkit kembali dan tidak jadi mati. Seakan-akan dia mengatakan bahwa orang yang beramal sholeh akan dipanjangkan umurnya.

Film ini memang layak untuk ditonton oleh setiap generasi. Utamanya para pelajar, mahasiswa dan pemerhati budaya. Dengan durasi 2 jam dan diedarkan mulai besok. Hingga 4 bulan ke depan baru akan dibuat VCDnya dan 6 bulan berikutnya baru masuk televisi, kata Deddy Mizwar. Semoga sukses film Indonesia.
Sinopsis:
 Film ini merupakan sekuel (sambungan) dari NAGABONAR, produksi 1986, yang saat itu sukses meraih prestasi kualitas (Film Terbaik FFI 1987) sekaligus mendulang prestasi dalam mengumpulkan jumlah penonton.

Diproduksi atas kerjasama PT Demi Gisela Citra Sinema dengan PT Bumi Prasidi Bi-Epsi, film “NAGABONAR jadi 2” (NBj2) didedikasikan kepada Almarhum Drs Asrul Sani yang telah menciptaan tokoh rekaan NAGABONAR, pencopet yang diangkat jadi Jenderal dalam perang kemerdekaan.

Setelah kemerdekaan, NAGABONAR (Deddy Mizwar) seorang diri berhasil membesarkan anaknya, BONAGA (Tora Sudiro), buah hati hasil pernikahannya dengan KIRANA (almarhumah), yang kini sukses jadi pengusaha di Jakarta.

Sebagai anak, BONAGA memiliki persamaan watak dan karakter dengan Bapaknya; jujur, bertanggungjawab, dan juga sama-sama tak mampu menyatakan cinta pada wanita. Dengan jiwa kepemimpinannya, BONAGA bersama POMO (Darius Sinathrya), RONNIE (Uli Herdinansyah), JAKI (Michael Muliadro), mengelola bisnis yang strategis. BONAGA bersama tiga sahabatnya merupakan cermin anak muda modern: metroseksual, pintar, cerdas, dan dinamis.

Konflik utama film ini adalah saat BONAGA dan sahabat-sahabatnya ingin ‘menjual’ kebun kelapa sawit milik Bapaknya di kampung halamannya Sumatra Utara, kepada investor dari Jepang untuk dijadikan sebuah resort. Tentu saja NAGABONAR sangat marah sebab di kebun itu terdapat tiga kuburan orang yang ‘selalu hidup’ di hati NAGABONAR: KIRANA – istrinya, MAK-nya, dan Si BUJANG – sahabatnya. “Apa kata dunia?”

MONITA (Wulan Guritno), konsultan bisnis BONAGA, yang cantik, mandiri, profesional, dan mencintai BONAGA, berusaha menjembatani konflik antara Bapak dengan anak itu.

Pertemuannya dengan UMAR (Lukman Sardi), anak seorang pejuang yang jadi sopir bajaj dan menjalani kehidupan sederhana, menjadi titik balik sikap NAGABONAR dalam melihat dunia dan kehidupan.

Dikemas dalam drama komedi, film “NAGABONAR jadi 2” sarat dengan pesan tentang: CINTA laki-laki dan perempuan, CINTA orangtua dan anak, CINTA dalam persahabatan, CINTA tanah air, termasuk CINTA dalam melihat “perbedaan”.

  1. film seperti itu mestinya lebih banyak bukan sinetron gak mutu atau setantron yang gak karuan itu.

  2. saya jadi makin penasaran nonton,nih. tapi,nunggu tayangan di TV aja,soalnya tidak ada bioskop.😦

  3. jadi ingin nonton, tp bagaimana caranya?😦

  4. nonton film ini akan membuat anda tak menyesal menikmati hidup. percayalah!
    tak pernah ada film indonesia yang bisa membuat kita tertawa dari menit kelima sampai detik terakhir durasi film ini. percayalah!

  5. Pesan moral yang dikemas dalam bentuk menghibur dan tidak menggurui. Saya jadi tertarik menonton film ini.

  6. film Wajib tonton.
    rugi klo lu ga nonton..
    rating gua 9,5/10

    film wajib tonton, bukan berarti tonton film wajib kan? heheh.. waaah ratingnya tinggi amat semoga Deddy Mizwar denger komentar Anda nih… heheh

  7. 1# helgeduelbek berkata,
    iyaa mas emang sinet ama setan lagi memadu kasih…. makanya rame abis duitnya gede sih katanya.

    2# [madsyair]
    kelamaan mas sebab 6 bulan lagi….

    3# deKing
    Lah emang dimana deKing ini, di kutub utara?

    4# arief ,
    wah nasehat buat penikmat hidup… bukan penikmat mati heheh…
    menit kelima lucu menit sebelumnya iklan yaa mas… heheh

    5# indra kh
    pesan dibikin pepesan enak yaa ternyata apalagi isinya ikan pres moral, waah Deddy Mizwar pinter juga bikin pepesan presmoral..

  8. 1# helgeduelbek berkata,
    iyaa mas emang sinet ama setan lagi memadu kasih…. makanya rame abis duitnya gede sih katanya.

    2# [madsyair]
    kelamaan mas sebab 6 bulan lagi….

    3# deKing
    Lah emang dimana deKing ini, di kutub utara?

    4# arief ,
    wah nasehat buat penikmat hidup… bukan penikmat mati heheh…
    menit kelima lucu menit sebelumnya iklan yaa mas… heheh

    5# indra kh
    pesan dibikin pepesan enak yaa ternyata apalagi isinya ikan pres moral, waah Deddy Mizwar pinter juga bikin pepesan presmoral..

  9. Sayang…………………….saya belum nonton filmnya

  10. sumpah filmnya bagus bngt

  11. belum nonton tapi kalok filmnya bang deddy, aku yakin banyak pesan-pesan moral yang nyata, soalnya bosen kayak sinetron2 islam yang memberikan pesan yang aneh-aneh, dan gak masuk akal, juga gak cocok untuk jaman sekarang ini

  12. nagabonar……eh om deddy ya pastilah men, yg penting dunia belum kiamat, pasti baguslah, tapi sayang gw blon nonton…….jauh bioskopnya 500 kilomter

  13. Buat rekan2..
    Gak ada ruginya nonton film ini. Manfaatnya yang banyak.
    Berilah kesegaran otak dan hati kita dengan sedikit memakai waktu yang kita miliki untuk menonton film yang lebih bermanfaat dibandingkan sinetron TV gak karuan itu.
    Yang kurang cinta sama istrinya, jadi lebih cinta sama istrinya..
    Yang kurang sayang sama anaknya, jadi lebih sayang sama anaknya..
    Yang kurang patuh/taat sama ortu-nya, jadi lebih taat sama ortu-nya..
    Yang kurang care sama nasib orang lain, setidaknya jadi lebih memikirkan orang lain..
    Yang sudah hilang nasionalisme-nya, jadi sedikit tergugah untuk lebih mencintai bangsa dan negara kita sendiri ini..
    Masih banyak lagi ide dan hikmah yang bisa ditangkap, semoga begitu harapannya..
    Mungkin benar kata mas “Helgeduelbek”, mestinya lebih banyak lah film seperti ini, agar anak cucu kita gak terus-terusan terkontaminasi budaya tak bermoral dari TV dan lingkungan kita sendiri..
    Amiin..

    ps.
    Saya beli DVD-nya 39rebu, asli, jangan beli bajakan kalo beli filem kaya begini.. Itung-2 memperkaya orang yang layak untuk dibuat kaya oleh kita kan?

    Dian Gara

  14. ko’ VCD yang pertama kali keluar ada sedikit cacat ya…
    terus gw liat punya temen gw dia beli di glodok malah lebih bagus gw jadi binggung beli DVDnya lagi atau di tukur ya…..

  15. terlepas dari fakta bahwa kehadirannya bagaikan kesejukan di tengah gunungan sampah di televisi kita, film ini jadi tidak istimewa dengan “keklisean dan stereotipe dangkal” yang hadir. Pertentangan antara pembangunan ala modernisme dan penghormatan terhadap tradisi jelas bukanmerupakan kesegaran dalam film ini. Mimik dan gesture Tora Soediro pun mentah: melihatnya di sini maupun di Extravaganza ya sama saja. Tapi, melihat Dedy M. di sini dan di Para Pencari Tuhan jelas beda.

    Wulan Guritno dan pemain lain semodel Darius Synathria (do i get the spelling right?)gak lebih dari perwakilan “recent Indonesian popular culture”.

    Cuma satu yang saya kagumi dari film ini: semangat sineas seperti Dedy M. yang ingin memberikan tontonan baik bagi Indonesia. Selebihnya… biasa aja.

  16. saya mau skripsi tentang pesan nasionalisme film nagabonar jadi 2, bisa bantu nggak minta skenarionya.thanks

  17. Buat Ridho MMC KENDARI
    salah alamat kalau minta sekenario, saya hanya nulis sekenanya😀 yang pasti tahu adalah manajemen film ini.
    mohon maaf ya

  18. gue benr2 salut dgn pesan2 yng disampaikan dalam film in,pas banget tu bagi anak muda skarang.berharap bangt kaum muda bisa ngambil pesan yg disampaikan dalm stiap sesi, cos bakal buat kita “ngaca”……………………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: