dadiwongenomblikenasobud

Pianis Bertaraf Dunia itu Berjari Empat

In Keajaiban on 6 April 2007 at 10:30 pm

Hee Ah-Lee pianis berjari empatLuar biasa itulah catatanku buat konser “Pianis Berjari Empat Hee Ah Lee (21 th): ”Let The Weak Say I’m Strong”. Dari kata-kata tema ini saja merinding bulu kudukku. Mengapa merinding tentu bukan karena takut sama genderuo melainkan karena kepiawaiannya memainkan lagu-lagu klasik kesukaanku: Chopin, Schubert, Mozart hanya dengan empat jari dan begitu memukau. Tanpa terasa membawa hening dan keharuan.

Adhi MS san komposer kondang, mengatakan kalau tema lagu-lagu itu sulit dimainkan oleh pianis yang berjari lengkap. Namun ternyata tidak bagi Hee Ah-Lee. Jadi, ketidak lengkapan pun bisa mendatangkan karya luar biasa. Sementara yang memiliki kesempurnaan banyak yang kurang mensyukurinya. Tak terasa keharuan dan hening religius menyergapi seluruh isi batinku. Sehingga saat Ah-Lee dengan jari empatnya itu menyentuh piano dan menyuarakan lagu Mozart, tak terasa sesekali menitikkan air mata.

Inti dari seni menurut budayawan SYu’bah Asa adalah ‘haru’. Dan itu terjadi ketika Hee Ah Lee (21 th) memainkan dawai-dawai piano begitu fasih ibarat qori international hampir ritmenya tepat sekali. Terlihat jelas banyak penonton yang mengusap-usap mata dalam keheningan konser itu. Itu membuktikan inti seninya berhasil menyergapi batin kesadaran manusia. Bila dihubungkan dengan religiusnya, akan terbuka hijab bahwa kepiawaian ini dilahirkan dari kehebatan Sang Pencipta, Allah Al Jamal… (Yang Maha Indah).

Bahkan menurut Filosof Iqbal agama dan seni mammpu melahirkan ‘hening religius’ yang kita sebut mistik namun bukan mistik dalam arti kegaib-gaiban! tetapi kesadaran yang menyeruak mengisi raung batin.

Siapa sih Hee Ah Lee
Hee Ah Lee lahir di Seoul, Korea Selatan, pada 9 Juli 1985. Sejak lahir dia cacat, yakni hanya memiliki dua buah jari pada setiap tangannya (lobster claw syndrome) dan dia pun tidak punya lutut, selain juga menderita down syndrome. Diduga dia cacat karena ayahnya, yang veteran militer, banyak mengonsumsi obat untuk mengobati sakit. Ayahnya meninggal sejak dia kecil, sehingga dia diurus oleh ibunya yang bekerja sebagai perawat.

Ibunya yang “memaksa” Hee Ah Lee belajar piano, meski jarinya hanya empat, pada usia enam tahun dan tujuannya memang bukan menjadikan dia seorang pianis, melainkan demi memperkuat jari-jarinya, yang ketika itu untuk memegang pensil saja tidak kuat. Hee sendiri sekolah di SLB. Namun, belakangan piano malah menjadi sumber inspirasi dan sahabatnya. Bersama piano dia mendapatkan kepercayaan diri dan pelepasan, dan dari sini dia bertemu, berkenalan, dan berteman dengan banyak orang di berbagai belahan dunia.

  1. Gila saya salut banget ngelihat kegigihan dia untuk belajar piano dengan segala kekurangannya. Saya jadi malu nih yang beranggotakan tubuh lengkap kok masih males-malesan ya huhu. Orang bilang, orang-orang yang berkekurangan seperti dia lah yang benar-benar menghargai hidup dan tidak menyia-nyiakannya.

  2. Thanks dah singgah ke rumah aku. Smoga kesantriannya tetap terjaga. Bgm kalo kita tukeran link Mas? Itung2 bisa temanan network blog, hehehe

  3. selalu ada yang luar biasa dibalik kekurangan/ketidaklengkapan..nice blog!

  4. Alloh memang Maha Adil…
    Kadang “kelengkapan” (mau pakai kesempurnaan tdk tepat karena tdk ada makhluk yang sempurna) malah membuat kita terlena dan tdk mau mengembangkan diri…

  5. mang hebat si Hee ah Lee saya sempet ngeliat penampilannya di TV…top banget..!!!

  6. 1# chromeragnarok
    Hi hebat ga tuh, sama aku jg ngeliat para penikmat game online like ragnarok mereka da yang (maaf) cacata tapi jago sekali memainkan gamenya. thanks for come again…. let keep in write…

    2# drm berkata,
    sama-sama mas.. santri hanya label, menyukai label gpp kan karena memang untuk ngingetin diri aja . makasih kalau mau tukeran.. lagian web ente top banget. istilahku: “sumringah”

    3# senja berkata,
    selalu saja ada pelajaran dari masa senja… tapi websenjamu seakan dibawa ke alam hangat.. (sengahat orangnya kah?) hahaha maaf tidak bermaksud menggoda (jika dilarang)

    4# deking
    iyaa yaa, kita kdang seringan mengeluh daripada memenuh… akhirnya benar2 pada orang sept ah le , batin kita didedes..

    5# rasyid
    kita menanti kehebatan para ah le ahlee lain ( itu kalau kita2 yang lengkap sudah tidak diharapkan ) maaf ini nyinggung buat dirisaya sendiri… thanks Muhamad Rasyid dah mampir… eh blognya bernama 5juni blm ketemu artinya tuh… tapi nanti aku ubrak2 deh

  7. Subhanallah, nah ini proses otak juga mas, latihan menghasilkan maping di otak, dia tahu bagaimana memberdayakan kemampuan dalam keterbatasannya… mudah2an bisa menjadi contoh dan motivasi buat kita yg lebih sempurna…🙂

  8. subhanalloh. Aloh menciptakan hambaNya dengan kelebihan dan kekeurangan. Tinggal bagaimana hambaNya menggali potensi klebihan, bukan meratapi kekurangan. Saya jadi teringat ketika menonton acara TV yang menampilkan orang yang tidak punya dua tangan tapi bisa bermain gitar bahkan mengendarai mobil. Nice Info

  9. # Evy
    hahah… betul bu, rupanya ibunya He Ah-Lee mengikuti saran bu Evi agar menggunakan otak yang cuma 1% itu didayagunakan sehingga lahirlan kemampuan luar biasa dari biasanya…. thanks dr..

    # madsyair
    Apakah ini sebagai sentilan pandangan manusia yang merasa gede sendiri dan memandang rendah kepada yang dianggap un-sempurna … bukankah Allah juga berfirman: “walaqod kholaqnal insaana fii ahsani taqwiim”, sungguh aku ciptakan manusia dengan penciptaan yang terbaik……

  10. Memang, Allah seakan-akan mengingatkan kita manusia yang diciptakan dengan memiliki tubuh yg sempurna agar selalu bersyukur. Saya jadi teringat dengan sejarah di Tegalsari, Ponorogo waktu saya melakukan penelitian manuskrip, yaitu seorang kyai besar di jaman itu mempunyai putera yg cacat (buruk rupa dan cebol) yg tidak diterima oleh perempuan-perempuan jaman itu. Namun Allah membuktikan kekuasaannya, akhirnya putera Kyai tsb menjadi menantu raja selangor Malaya. Subhanallah… Cerita lengkapnya msh blm saya tulis, mungkin minggu ini bisa saya publikasikan di website saya http://manuskrip-fotografi.blogspot.com. Insya Allah.

  11. The Four Finger Pianist

    These quotes must be VERY familiar to you:
    God could not be everywhere, so he created mothers.- Jewish Proverb
    Mother is the name for God in the lips and hearts of little children.- William Makepeace Thackeray

    Then, watch this and tell me what you t…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: