dadiwongenomblikenasobud

duuh anakku

In bergumam on 10 April 2007 at 3:36 pm

duh anakku
dari ibu yang baru
yang amat kurindu
saat mamamu
kuliah d3 dikampusku

duuh anakku
aku merasakan desah nafasderitamu
di kedalaman nuraniku, darahku, jiwaku
ku tak ingin kau menderita seperti itu
tak rela-tak rela… terkoyaklah dadaku !!

duhai anakku
ternyata kau lebih dewasa dariku
memeluk derita dlm kesendirianmu
bahkan dokterpun tak mengerti
nenekmupun ta’

kau ta’ tangis karna benci meringis
kau ta’ sehat karna kebanyakan nasehat
kau ta’ gemuk karna hati tante n mamamu remuk
kau ta’ manis karna gula terasa amis

kini anakku mendua
dari rakhim mama kedua
salahkah aku mendua meniga ….dst
bukankah dunia menyedia….???

maafkan aku hatta
aku tak ingin kau menderita
jika saja aku bisa
ku kan sematkan mahkota perkasa

hattaku…
kaulah se(gala)nya…
aku mengenalnya
aku mengenalku
dia mengenalku
kaupun mengenalku
aku dia kau mari menyatu…

Jakarta : 10 April 2007 … untuk hatta yang tengah memeluk duka sendirian, adik  destiutami 

  1. Klarifikasi mas, Hatta itu adek saya.

    iya mbak dah diperbaiki tuh maklum lagi resah + sentimentil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: