dadiwongenomblikenasobud

Gu(ruku) Alamku……..

In bergumam on 4 May 2007 at 7:55 am

misty.jpgGuru konon untuk digugu dan ditiru. Namun bisakah kini kita merenung sejenak adakah guruku yang bisa digugu dan ditiru. Di semaraknya zaman yang kini begitu mempesona. Ramai berjuta penonton, tapi sepi berdiri penuntun. Agaknya aku mawas melihat kondisi ini.  Tapi mau apa sih sebenarnya aku ini. Mau sok-sokan menyaingin pak gu(ruku) atau mau menarsisusi diri. Ah saya tidak mau begitu-gitu amat. Yang jelas hari ini perasaanku lagi sensi banget setelah underpressure begitu menggenjot urat nadiku. Tapi berkat gambar itu aku menemukan guru alam.

Kini aku dihadapkan pada sebuah alam yang sngat indah. Itu lahir dari blog pak ini dan pak itu. Aku terpesona bukans aja pada isi blognya, namun kepada bannernya yang seolah-olah menyesap  ke masa lalu. Ada labirin begitu menyentuh yang kupandangi dari sudut manapun. Nuansa yang sepi, indah, mengalun hawan sejuk plus kedamian yang tampak meski terlihat tanpa kehijauan tapi aku betah di sana… maka lahirlah kecengenganku. Lalu di blog itu kutulis sebuah gumam yang ntah apa namanya: puisi atau apa. Katrok juga aku membedakan puisi, syair, atau menir ah tak paham lah aku…

Alam Gu(ruku)

kutertegun seorang diri di tepian kolam bening
kabut sutra jingga mengawang di udara saat itu
sang matahari mlingsep entah kemana
saat itu aku tetap tertegun berdiri
ku tepuk angin terasa banget semilirnya mengalir ke kalbu

saat kutengok sebelah kanan, tiba-tiba kupandangi pohon widara begitu kokoh mengakar di tepian kolam itu
meski dahannya kering krontang tak berdaun sebiji
tetapi kurasakan desau anginnya terdengar jelas mengalun membisiki nada alam nan indah, begitu  jelas hingga teringat saat masa dimana aku pernah bernyanyi bersama suling dan gembala di sawah puluhan  tahun lalu

aku masih tetap tertegun di tepian kolam itu
menikmati senyap yang menyesap ke masa lalu
tiba-tiba merasuklah hawa segar di relung dan labirinku
mereka semua bersenyum sapa padaku:

pada air; mengajakku kepada ketenangan bukan keributan
pada kabut, katanya, sedikit-demi sedikit fakta-fakta akan terungkap jelas, bersabarlah, katanya.

pada pohon widara tak berdaun namun kokoh berdiri, ia mengajakku berdiskusi keras: berpikirlah sekeras kulitku, baru ilmuku bisa dideras.

lalu pada jembatan; ia mempersilahkan aku tuk menitinya dan menuju masa depan namun katanya, kau harus bersanding ria dengan air, kabut dan pohon baru bersamaku…

oh, alamku, guruku begitu sepi mengajak ramai
oh, ilmuku, merasa ramai mengajak sepi

Tararengkyu
terima kasih kang guru… atas inspirasinya

  1. kita bisa berguru kepada siapa saja, bahkan pada dedaun yang luruh karena musim pun usia. halah :p

    —–
    Oh venus penamu menghunus, halus di kedalaman hati ini
    bisakah lebih lama kau bertahan di sini sebentar saja…..🙂

  2. Sayangnya sang guru sekarang sedang menjelang ajal karena ulah kita sendiri…

    oh, alamku, guruku begitu sepi mengajak ramai
    oh, ilmuku, merasa ramai mengajak sepi

    Saya suka kalimat penutup tsb…mantapz

    ———-
    makasih… makasih… makasih atas komen dan komandonya

  3. sama… suka dengan 2 kalimat terakhir…

    Banyak ‘kok’ guru yang bisa digugu dan ditiru, walaupun sayang sekali sekarang ini lebih banyak guru hanya menjadi titel

  4. Mas santri, gemana sih caranya bisa berpuisi begini. Kok saya malah susah ya bermanis-manis kata? Tanya gemana?

  5. alam hidup dalam gumanan santri, bercerita tentang manusia,
    pada setiap semilir angin menyapa labirin hati,

    kadang bertanya

    lalu keluar kembali, ingin masuk kembali

    kenapa belum menjadi bagian dari alam itu?

  6. tumben romantis amat

  7. Kang,

    Guru sekarang jadi banyak yang wagu tur saru karena banyak yang mroyek sragam tiap PSB.

    Gimana ya?

  8. jadi inget lagu jadul Chandra Darusman

    …..
    Seperti yang lalu kala perdana
    Sendiri untuk melangkah
    Diantara rayu
    Berpadu … Tak peduli rupa
    Wajah sayu
    Tebal sudah rasa…..

  9. # Murid Guru
    betul tapi saya percaya kangguru dan lainnya gak gitu… tul kan kang?

    # mathematicse
    Hahah ….. aku balik nanya, gimana sih biar ngerti matematika…

    #agorsiloku
    Iya sebab alamnya semakin sepi sementara aku aku takut di sepi2, nanti ada penampakan gimana?

    # senja
    tumben komentarnya tak menoreh pertanyaan ….

    # Kang Kombor
    Wagu tur Saru hahah istilah yang pas banget yaa

    # kangguru
    ahhaa, lagu rayuan berpadu … tak peduli rupa wajah sayu… pinter nyanyi yaa kangguru…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: