dadiwongenomblikenasobud

(kesan)dung omong

In kantor on 6 May 2007 at 1:52 am

stress jehMalam ini harusnya sudah di rumah kumpul bersama anggota pencinta bantal guling. Atau seperti teman2 yang seprofesi yang tengah menikmati weekend. Tapi saat ini masih duduk sendiri, masih ngendon di kantor underPressure. Keringat sebaskom rasanya telah habis dimuncratkan di wadahnya. Tapi alhamdulillah, hingga jam 1.30 pagi ini sudah kelar meski ada sisa sedikit tapi biarlah ada yang memfinishingi. Aku sudah hampir tak kuat berjalan. Astaghfirullah, kalau tidak salah sudah hampir 18 jam aku ngendon di sini. Ah itukan biasa, bukankah 2 minggu yang lalu malah lebih parah dari sekarang.   Tapi apa masalahku yaa begini pussing nyut-nyut-nyut… kaya ditusuk-tusuk seribu jarum… Ooh aku baru sadar ternyata bermula dari saudariku yang lagi having fun dengan kawan-kawannya.

Baru selesai paragraph satu ditulis, tiba-tiba ada emosi ketersinggungan dihantam ke kepala saya berasal dari saudariku.  Memang sih, cuma kata2 di sms yang mengandung emosi. Tapi jelas dong, berasal dari seseorang. Masa dari batu. Tampaknya, ada sekepal bogem mentah kekesalan yang dirasakannya hendak ditinju ke kepala saya, Dug!. Gara-garanya sih sepele,  kukatakan sesuatu padanya melalui sms. Tapi jawabnya, seperti di sms itu, katanya tak etis dan norak. Padahal gimana ukuran etis tidaknya yaa. Kata2ku itu biasa saja tapi olehnya dianggap luar biasa dan masuk kategori kurang ajar.  

Sebuah kata, mengapa pula dikatakan etis atau tidak etis. Rasanya jika dengan orang yang dekat mengatakan apa saja boleh kan kecuali jika menyinggung perasaan. Kata-kataku pun masih kategori umum. Ia selevel dengna ungkapan: “Air mengalir dari atas ke bawah”. Bukankah itu tidak bisa dibantah, dan berlaku umum? semua orang membenarkannya. Apanya yang tersinggung! Kadang aneh memahami orang lain jika pemahamannya seperti itu. Atau jangan2 aku sendiri yang aneh kalau sudah bioritmenya down… Tak tahulah kini aku merasa kehilangan saudaraiku, yang kini mulai menyapaku padahal sudah lamaa tak mengaku saudara denganku…

Duhh ada-ada aja hidup. ternyata kesandung itu bukan di kaki saja. ada pula kesandung di mulut, di lidah, di mata, di kaki, di tangan, di duit, di akal, di dunia, di kuburan di akherat yawis muga2 gusti Allah ngampura kesandunge kabeh batur2 lan kula juga.

  1. Betul k.santri ke sandung di mulut… eh lidah yang paling merisaukan.
    Apalagi via sms, kita berpikir bahwa hati kita dibawa dengan sms itu, tapi yang menerima membaca dgn hatinya sendiri. dengan pikirannya sendiri. Jadilah seperti pepatah :”Jaka Sembung bawa Golok, Nggak nyambung .. *****k.

    Saya sering mengalami ini, terutama ketika seperti itu, saat kesibukan begitu tinggi dan kelelahan menerjang. KIta menjawab seperti apa yang kita pikirkan, eh yang menerima sms bilang :”Kok km jadi beda sih?”….

    ———–
    ehm… beda kepala emang beda isi… beda isi beda sifat… beda sifat beda gaya… karena itu berarti gaya kita itu tergantung kepala..🙂 mikir2 benar g yaa?

  2. Kata-kata emang seringkali tajam. Sedikit saja menggores hati, pedihnya……

    ———-
    huuh iyaa ya kang, lidah itu tak bertulang. Dan ternyata hampir yang tak bertulang itu jika tidak nikmat yang laknat ehe apa bener nih?

  3. Pokoknya™ BAHASA = BAHAYA
    Apalagi bahasa tulis (SMS) yg sangat mungkin terjadi kesalahan interpretasi. Kalau dialog kan bisa melakukan konfirmasi, tetapi kalau sudah bahasa tulis (SMS) maka sulit utk berinteraksi langsung…masak mau berbalas SMS😀

    yawis muga2 gusti Allah ngampura kesandunge kabeh batur2 lan kula juga.

    AMIN…
    ————
    HIHIH….. hebbat nih istilah
    BAHASA = BAHAYA (sudah trade mark ya, duh gak bisa bikin kodenya nih)
    LIDAH = LUDAH (kalau sudah berkata-kata, kaya beludah sulit di cabut)

    paling bisa nih theKing

  4. eh..gambarnya diganti ya Pak?

    ————
    iya kang deKing, yang ono ada yang bilang mengandung bir(a)hiiiiii

  5. Deuh gara-gara sms hardisku keformat semua , itu kesandung ngak ya

    —————
    wah ada yang lebih parah kangguru, gara2 sms, bunuh diri seperti pernah ditutur koran
    nah selevel tuh, mati data sama mati jiwa…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: