dadiwongenomblikenasobud

Kenapa Harus Kerja, kan hasilnya tak Dibawa Mati…

In Celotehan, Dialog on 25 May 2007 at 9:54 pm

Kuatan mana dia sama kita?Suatu senja tetanggaku di internet dalam keadaan invisible bertanya:

Hanya dua pertanyaan sih:
1. Kenapa kita harus berusaha mencari uang untuk kebutuhan hidup.
2. Kenapa juga kita harus bekerja mencari kubutuhan duniawi sedang itu semua tidak dibawa ke akherat.


Masuk akalkah kalau saya jawab begini:
Pertama, Menurutku, sebenarnya mendapatkan uang itu hanyalah imbas dari kiprah kita melakukan amanat. Bukankah konon manusia dicipta sebagai khalifah (pengemban tugas kebaikan di dunia): pertama, membantu orang lain ( usaha jasa) atau membantu memenuhi kebutuhan orang (usaha dagang).

Untuk jasa (misalnya bekerja) tanpa modal kita digaji. Modalnya adalah kita membantu kelancaran perusahaan untuk memenuhi kebutuhan masayarakat. Lalu karena masyarakat terbantu, ia memberikan imbalan kepada perusahaan dan mengalir gaji buat kita. Jadi di sini ada hukum keseimbangan (keadilan). Di sini rupanya bekerja/berdagang bukan mencari uang tetapi niatnya adalah melaksanakan amanat sebagai khalifah yaitu memberikan kesenangan kepada orang lain. Dalam istilah kyai itu disebut: Idkholussururr … memberikan pelayanan kepada msayarkat. Ini salah satu ciri manusia yang bermanfaat (bertaqwa).

Kedua, Justru karena harta (uang) tidak dibawa mati, maka kita harus bekerja. Untuk apa? untuk bisa bertahan hidup di dunia. Bukankah menjaga hidup berarti ada banyak kesempatan berkarya lebih banyak? dan bukankah dengan demikian bisa menabung di akherat? Sebab badan kita diciptakan dari unsur tanah yang sangat labil maka perlu tenaga, energi, asupan gizi, pertumbuhan badan yang sehat dll. Sebagaimana asal manusia dicipta dari lumpur bau, maka ia akan kembali lagi menjadi lumpur itu…sedangkan unsur ruhnya agar tetap bersih.

Jadi semua pekerjaan dan tugas2 seabrek yang kita emban itu sejatinya adalah karena kita dilahirkan untuk menjadi orang yang sangat spesial sehingga bisa bermanfaat kepada orang lain. Bukankah memang begitu kata nabi: Afdoulunnas anfa’uhum linnas… (sebaik manusia adalah yang amat berguna bagi manusia lain). Dengan banyaknya manfaat yang kita kerjakan juga sebaliknya, maka argo amal kita akan terus secara automatis mencatat dan konon nanti di akherat akan disaksikan sendiri… seberapa yang manfaat dan seberapa yang tidak.

Begitulah cerita singkatnya mohn d

  1. kalau menurut saya, bekerja itu untuk memenuhi kebutuhan selama kita dititipkan Allah di dunia ini. karena apabila tidak bekerja, kita hanyalah seperti patung yang hanya berdiam diri tak bekerja apa-apa selain beribadah (itupun kalau orang tersebut melakukan ibadah). sebagai manusia yang hidup sementara, lebih baik pergunakan waktu sebaik mungkin. karena hidup itu cuma sekali. tidak ada injury time (kecuali yang mati suri) maupun reinkarnasi. jadi walaupun ada yang bilang “buat apa bekerja, toh ntar mati nggak bawa apa-apa”, akan lebih baik kita melakukan sesuatu yang bermanfaat ketimbang hanya menunggu kematian. bukan begitu?😉

  2. he…pertamax euy…😛

  3. Kenapa Harus Kerja, kan hasilnya tak Dibawa Mati…
    Justru Kita kerja untuk mati. Hasil dari kerja dan diperbuat selama hidup adalah bekal kita mati.

  4. Setuju dengan jawaban2 Pak Kurt… mantap
    Tetapi saya hanya ingin urun rembug yg sederhana saja, karena jawaban saya hanya sekedar contoh (dan maaf ini kebetulan berlaku khusus…muslim)…
    Jawab saja gini:
    Rukun Islam yang ketiga kan butuh duit juga…masak penginnya di-zakat-in
    Rukun Islam yang kelima apalagi tuch…untuk menunaikan ibadah haji kita kan butuh duit…masak gak pengin 4 sehat 5 sempurna (menuntaskan semua rukun Islam)
    Semua itu butuh duit kan?
    Hehehe…itu hanya jawaban kontekstual dan realistis hehehe…
    *Maaf untuk rekan2 yang beragama lain tentu juga sangat setuju kalau beramal dan membantu orang itu merupakan perbuatan mulia jadi bagaimanapun juga tetap butuh uang😀

  5. kerja hukumnya fardlu bagi laki-laki. jadi klo kerja juga dapat pahala. asal kerjanya halal dan ga melupakan fardlu2 yg lain. selamat bekerja …

  6. Mmm…ada juga kok yang hasilnya dibawa mati.
    Gini, kerja–>dapat duit–> bersedekah, menyantuni anak yatim, etc –> dapat pahala–> mati.
    Gimana? *garuk2 kepala*
    *kabur, nyari kodok lagi*

  7. kerja? tantangan kok… cuman caranya yang benar dan cara membelanjakannya juga harus benar… kalo tahu rahasia keduanya dengan benar… kerja itu nikmat sekali

  8. kenapa harus kerja? ya daripada nganggur dan bengong di rumah nonton enfotainmen, mending kerja hehehehehe..

  9. Kenapa harus kerja, mengisi perut (makan).

  10. Ada juga yg kerjanya sikat sana sikat sini…lupa bakalan mati…

  11. setuju ….

    hidup kita kan buat dinikmati … kalo ngga punya duit mau dinikmati pake apa coba ???? …

  12. @ riza berkata:

    kerja hukumnya fardlu bagi laki-laki. jadi klo kerja juga dapat pahala. asal kerjanya halal dan ga melupakan fardlu2 yg lain. selamat bekerja …
    ———————
    Fardu bagi laki-laki dan kalau buat perempuan kira2 apa khukumny ayaa… apakah sunnah/mubah?… jangan2 bagi perempuan wajib juga neh… kalau seandainya ia…… *sambil mikir* komentari berikutnya…

    @ destiutami
    Mmm…ada juga kok yang hasilnya dibawa mati.
    Gini, kerja–>dapat duit–> bersedekah, menyantuni anak yatim, etc –> dapat pahala–> mati.

    ———————
    lebih asik lagi gini:
    kerja–>dapat jodoh –>nikah–>dst…..🙂

    @yusuf Solo
    kerja dan tantangan hmmm benar sekali… siap bekerja harus siap menghadapi tantangan. Sebagaimana kita juga ditantang oleh mati yaa…🙂

    @senja
    kenapa harus kerja? ya daripada nganggur dan bengong di rumah nonton enfotainmen, mending kerja hehehehehe..
    ———————-
    Jeng, bukankah infotainmen juga kerjaan… banyak loh wartawan yang males cari berita tapi mencarinya di tv hehehe…🙂 tapi senja tidak lah yau…

    @ris
    Kenapa harus kerja, mengisi perut (makan).
    —————
    yup! jadi ingat tulisan Caknun, makan itu untuk tidak makan… including mati.

    Evy
    Ada juga yg kerjanya sikat sana sikat sini…lupa bakalan mati…
    ———————
    Auuu bikin aku mrinding bu………….. toobbaattt…🙂

    @ jurig
    setuju ….
    hidup kita kan buat dinikmati … kalo ngga punya duit mau dinikmati pake apa coba ???? …
    ————————–
    waaah bener juga… mau ngeblog aja pake duit, mau buang hajat pake duit… jadi iinget nyanyian adiknya tety vera, alam .

  13. @ riza berkata:

    kerja hukumnya fardlu bagi laki-laki. jadi klo kerja juga dapat pahala. asal kerjanya halal dan ga melupakan fardlu2 yg lain. selamat bekerja …
    ———————
    Fardu bagi laki-laki dan kalau buat perempuan kira2 apa khukumny ayaa… apakah sunnah/mubah?… jangan2 bagi perempuan wajib juga neh… kalau seandainya ia…… *sambil mikir* komentari berikutnya…

    @ destiutami
    Mmm…ada juga kok yang hasilnya dibawa mati.
    Gini, kerja–>dapat duit–> bersedekah, menyantuni anak yatim, etc –> dapat pahala–> mati.

    ———————
    lebih asik lagi gini:
    kerja–>dapat jodoh –>nikah–>dst…..🙂

    @yusuf Solo
    kerja dan tantangan hmmm benar sekali… siap bekerja harus siap menghadapi tantangan. Sebagaimana kita juga ditantang oleh mati yaa…🙂

    @senja
    kenapa harus kerja? ya daripada nganggur dan bengong di rumah nonton enfotainmen, mending kerja hehehehehe..
    ———————-
    Jeng, bukankah infotainmen juga kerjaan… banyak loh wartawan yang males cari berita tapi mencarinya di tv hehehe…🙂 tapi senja tidak lah yau…

    @ris
    Kenapa harus kerja, mengisi perut (makan).
    —————
    yup! jadi ingat tulisan Caknun, makan itu untuk tidak makan… including mati.

    Evy
    Ada juga yg kerjanya sikat sana sikat sini…lupa bakalan mati…
    ———————
    Auuu bikin aku mrinding bu………….. toobbaattt…🙂

    @ jurig
    setuju ….
    hidup kita kan buat dinikmati … kalo ngga punya duit mau dinikmati pake apa coba ???? …
    ————————–
    waaah bener juga… mau ngeblog aja pake duit, mau buang hajat pake duit… jadi iinget nyanyian adiknya tety vera, alam .

  14. Semangat !!!
    Mudah-mudahan kerja kita bermanfaat dan mendapat ridho-Nya. Amin

  15. selamat juga buat cakmoki

  16. selamat juga buat cakmoki

  17. @jurig
    Nggak punya duit juga bisa menikmati hidup kok. Bagaimana? Dengan bersyukur.

    Aku bekerja untuk mencari sebagian rizki dari Gusti Allah agar bisa menafkahi keluarga. Sebagai seorang laki-laki, menafkahi keluarga merupakan kewajiban. Barang siapa melaksanakan kewajiban, Gusti Allah akan mencatat sebagai hutangNYA kepada kita. Eh… ini nggak ada dalilnya. POKOKE™ kalau kewajiban dilaksanakan, kita akan dapat pahala. Mengenai besar atau kecilnya gaji dari hasil berniaga (jual jasa ke perusahaan) tidak terlalu penting, yang penting adalah gaji itu berkah. Di luar gaji masih banyak rizki yang lain yang bisa dicari. Bersilaurahim dengan Sampeyan semua di sini juga merupakan rizki bagi diriku karena silaturahim adalah pembuka pinti rizki.

    Apakah kita perlu bekerja, toh tidak dibawa mati? Jawabannya adalah tidak harus bekerja. Carilah rizki, syukurilah nikmat. Orang miskin hanya bisa bersedekah dengan senyumnya, orang kaya bisa bersedekah dengan senyum dan hartanya. Sedekah adalah amal baik yang akan mendapatkan pahala. Tentu sedekah dengan harta dan senyum akan lebih banyak daripada sedekah dengan senyum saja. Kalau kita mau melihatnya dari sisi yang lebih luas, hasil bekerja tentu akan dibawa ke akhirat. Apa-apa yang diperbuat untuk mendapatkan nafkah (gaji, upah, keuntungan niaga) dan bagaimana nafkah itu dipergunakan yang akan dibawa ke akhirat baik dalam bentuk pahala maupun dosa. Bekerja karena menegakkan kewajiban menafkahi keluarga mendapat poin pahala. Bekerja untuk menafkahi diri sendiri pun poinnya juga pahala.

    Kalau hasil bekerja itu hanya dilihat sebagai bentuk material berupa rumah mewah, furnitur lux, mobil 10 unit dan semua material lain, maka semua itu tidak akan dibawa ke akhirat. Akan tetapi, kalau rumah mewah diwakafkan, maka itu akan dibawa ke akhirat. Apa wakaf bukan hasil bekerja? Kalau hasil nyolong mah jangan diwakafkan atuuuhhh…

  18. @kang Kombor
    *tepuk tangan* benar2 saya jadi terkomborkan…. dengan kmentanya yang menjadi pelengkap … makasih kang …🙂

  19. Satu lagi mungkin klo masih seperti aku ini. mungkin dengan kerja aku nga’ begitu ngretpotin orang tua lagi. Bikin mereka seneng, mata mereka nga’ bakalan sakit karena hanya ngeliat aku ngendon di rumah tanpa berbuat apapun. Pahala lagi khan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: