dadiwongenomblikenasobud

Arogansi bikin Mati Kutu

In Uncategorized on 1 June 2007 at 7:03 pm

Adalah sebuah arogansi yang disandang oleh tiap pribadi, hampir pasti tiap orang membenci. Anehnya, saat ia datang pada kita, arogansi itu entah berwujud apa sehingga menjadi daya perusak bagi tatanan sosial kemasyarakatan. Mana buktinya?

Paling tidak ada tiga hal yang dapat saya amati selama seminggu ini.

Pertama, kejadian penembakan TNI AL di Alas Tlogo, Pasuruan, Jawa Timur. Menewaskan lima orang warga sipil dan tujuh orang luka-luka. Sebuah kejadian yang mengerikan itu justru terjadi di masyarakat desa yang terbilang cukup prihatin secara ekonomi. Mereka mengandalkan penghasilan dari sawah dan kebun. Namun tanah garapan milik satu-satunya ini menjadi rebutan dengan pihak AL yang konon gagah berani di tanah sendiri, namun cukup “memble” saat membela sengketa tanah dengan negara tetangga. Duuh angkatan kita masih saja PD kalau bawa senjata tapi kurang PD kalau berdialog? Entahlah.

Kedua, peristiwa  Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dipermalukan di Australia. Saat dia berkunjung atas undangan negara bagian New South Wales , Australia. Konon, dalam kondisi istirahat di Hotel, pintu hotel dibuka “paksa” oleh dua polisi profesional untuk menjemput Sang Gubernur menghadiri sidang ‘Balibo Five” atas gugatan keluarga 6 wartawan yang pernah tewas di Indonesia pada 1975. Bak petir di siang bolong, Gubernur Sutioyoso pun menolak. Karena bukan urusan itu sang gubernur datang ke sana. Cerita berikutnya, sang Gubernur itu kabur balik ke Jakarta. Cerita berkembang, rakyat Jakartapun protes dan pak Dutabesar Aussie, atas nama pribadi meminta maaf. Lalu, hingga sekarang, pemerintah negara bagian New South Wales sudah meminta maaf. Ada saja rumor politik datang dan mengisukan peristiwa ini bermanfaat untuk capress 2009. Pak Sutiyoso sedang didzalimi, maka biasanya yang terdzalimi, akan menjadi presiden… waduuuh.

Ketiga, CNN konon, menurut berita yang beredar dari sms, katanya CNN melansir berita bahwa di pantai utara akan mengalami bencana gempa & tsunami, tengah terjadi pergeseran lempeng Indo-Australia menuju kawasan Indonesia. Tubrukan diperkirakan terjadi pada 7-9 Juni mendatang. Otomatis akan terjadi gempa dan tsunami besar. Namun buru-buru BMG Indonesia ‘protes’ dengan meminta konfirmasi ke redaksi CNN, tapi dicuekin rupanya, karena sampai saat tak digubris. Ya semoga saja CNN salah. Biar tahu rasa, bikin berita seenaknya dewek.

Dari tiga peristiwa itu, setidaknya arogansi memegang peranan utama. Pada peristiwa penembakan, arogansi menjadi pemimpin untuk mengajak perang antar sipil-tantara. Tentu saja, rakyat yang sudah lemah makin lemah. Sudah lemas tidak punya tanah garapan, dilemaskan oleh bedil panas. Ya sudah ikuti saja rumus matematika: lemah + lemas = death!

Tetapi pada peristiwa kedua, yang dilawan adalah arogansi negara besar loh. Gubernur Sutiyoso sebagai pejabat pemerintah diperlakukan tidak sopan jelas tersinggung dong. Bahkan hampir rasa kebangsaan dilecehkan di sana. Yaa sudah korban arogansi ini bisa merengangkan hubungan. CNN pun juga tidak lepas dari arogansi pemberitaan. Buktinya diminta konfirmasi belum juga dijawab. Mungkin karena diangap bodoh kali bangsa kita. Rupanya, hampir apa saja boleh dilakukan, untuk bangsa Asia.

Menyerang Irak-Afganistan dan negara-negara timur tengah pun tidak lepas dari sikap arogansi. Sudah negaranya dihancurkan, dilebur pula semua budaya dan tradisinya agar mengikuti pola negara arogan itu. Rupanya bangsa arogan tengah membuat bubur campuran antara barat-timur. Lalu nanti kalau sudah bercampur bubur ini buat siapakah masakan bubur yang menghabiskan adonan jutaan galon minyak dan tulang-belulang serta daging manusia yang dibombasitis?

  1. arogansi … memang faktor itulah yg jadi pemicu “kekerasan & pelecehan” …
    hmmm ….


    Pertama, kejadian penembakan TNI AL di Alas Tlogo, Pasuruan, Jawa Timur. Menewaskan lima orang warga sipil dan tujuh orang luka-luka. Sebuah kejadian yang mengerikan itu justru terjadi di masyarakat desa yang terbilang cukup prihatin secara ekonomi. Mereka mengandalkan penghasilan dari sawah dan kebun. Namun tanah garapan milik satu-satunya ini menjadi rebutan dengan pihak AL yang konon gagah berani di tanah sendiri, namun cukup “memble” saat membela sengketa tanah dengan negara tetangga. Duuh angkatan kita masih saja PD kalau bawa senjata tapi kurang PD kalau berdialog? Entahlah.

    TNI versus Rakyat … jenis berita yg menjadi sumber pemasukan tinggi bagi semua jenis media masa … aku sebenarnya pengen komen ttg yg ini, tapi karena dalam kasus ini aku “berpihak” pada TNI, maka lebih baik aku ngga komen aja …
    untuk kasus ke2 & ke3 … aku sepakat, krn arogansi pihak “besar” telah seringkali melakukan “pelecehan” … knp kita seakan-akan tak berdaya, jawaban versi-ku bisa dicari di salah satu postinganku … *kok kaya promosi ????*
    komenku kok OOT dan ga nyambung banget ya ????

    ———–
    🙂 tak berdaya … apa hak kita? itukan postinganmu teh?

  2. Pak Sutiyoso sedang didzalimi, maka biasanya yang terdzalimi, akan menjadi presiden… waduuuh

    Hahahaa…betul tuch…bangsa kita kan hobi sekali dengan yang namanya mitos..
    Omong2 semoga akan banyak Sutiyoso2 lain yang menyusul…
    Lho???
    Maksud saya begini hehehe…
    Bagaimanapun juga selama ini pejabat kita kan seperti sudah kebal hukum…mereka walau berbuat salah tetap lepas dari jeratan hukum (kecuali nanti setelah yg bersangkutan tdk menjabat lagi maka penerusnya akan pura2 menindak pejabat lama tsb…biasa sekedar mencari muka pada rakyat)
    Kekebalan akan hukum yang dimiliki para pejabat/pemimpin bangsa (dan juga kalangan berduit) telah membuat mereka berbuat dan bersikap arogan dan semakin membabibuta…
    Seharusnya mereka sadar kalau mereka adalah manusia biasa yang seharusnya siap menanggung segala resiko atas semua perbuatan yg telah dilakukan.
    Seharusnya pemerintah kita juga belajar dari peristiwa Sutiyoso tsb…PEJABAT SEHARUSNYA TIDAKLAH KEBAL HUKUM

  3. kenapa sifat “arogansi” ada ?? pasti ada manfaatnya hehehe… klo gk ada gk mungkin bang yos bisa langsung melawan dengan balik ke jkt…

  4. arogansi masih tetap ada. selama manusia ada. kalau saja tanpa adanya hawa nafsu. apakah manusia akan tetap ada?

  5. Ahahahaaa… Saya suka kata-kata Yus-sensei (mibu shinobi). Sensei, ajarin saya filsafat!!😀

    Sudah ah OOT-nya.

    Baidewei, saya lumayan suka sikap Bang Yos yang tidak takit-takut walau ada di negri orang. Tetap menjunjung harga diri.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: