dadiwongenomblikenasobud

PERKAMPUNGAN ROH

In Ibadah, Kajian Kitab, Keajaiban on 20 June 2007 at 9:58 pm

Gost....

Memahami sepenggal informasi tentang Ruh dari Ulama

Artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (Al Israa: 85)

Jika kita pernah menonton film “Gost” ada adegan menarik di akhir cerita. Bagaimana Demi More kehilangan sang pacar yang meninggal karena dibunuh oleh penjahat di jalanan. Mungkin gambaran cinta sehidup semati, divisualkan oleh film itu dengan adegan arwarh yang terus mengikuti kemana Demi More berada dan bisa berinteraksi atas bantuan seorang dukun perantara (mungkin semacam jelangkung). Di sisi lain, roh pacarnya ini berusaha membalas dendam dan mengejar para penjahat untuk membunuhnya. Setelah urusan dendam berhasil, dengan ditandai matinya semua penjahat. Akhirnya, roh “baik” ini (pacar Demi Moore) diangkat ke udara, sedangkan roh para penjahat disedot ke bumi. Seolah-olah masuk di kedalaman bumi yang paling dalam disertai adegan yang mengerikan. Itulah akhir filmnya.

Gambaran film itu bisa jadi diadopsi oleh ajaran kristen yang bersumber dari kitab-kitab mereka. Sebenarnya, membicara¬kan ruh bukan berarti mema¬hami hake¬kat ruh itu sendiri. Sebab sebagaimana ayat di atas, manu¬sia diberi ilmu sangat sedikit, apalagi tentang ruh. Karena ia meru¬pa¬kan urusan Allah. Namun demiki¬an tidak berarti tak ada informasi meski sedikit tentang ruh. Kitapun bisa mema¬hami sepeng¬gal kecil infor¬masi itu dari tulisan-tulisan para ulama dalam buku-bukunya (kitab). Perta¬nyaan¬nya, apasaja iformasi tentang ruh itu?

Meski kita tidak memahami hakekat ruh, tetapi kita hampir sepa¬kat bahwa disamping ada jasmani adapula rohani yang menyatu dalam individu manusia. Saat roh dicabut, maka jasadpun sudah tidak bisa diha¬rapkan lagi untuk hidup. Jadi roh adalah tenaga hidup itu sendiri. Saat roh ditiupkan ke dalam jasad (Al A’rof: 172), ia pun menjadi saksi Allah sebagai penciptanya. Namun pada perkembangan berikutnya mereka menjadi nashroniyun dan yahudiyun karena pola didik orang tuanya (HR. Buchari-Muslim dari Abu Hurairah). Itulah sepeng¬gal pengetauan umum tentang ruh.

Ruh versi Ulama
Namun Dalam bahasan Ulama, banyak menyinggung masalah ruh. Salah satunya dalam bab tentang jenazah pada kitab Bujairimi. Pengarang kitab ini menjelaskan bahwa ruh adalah unsur manusia yang akan menghadap Allah swt. Begitupula dalam sebuah syarah (penjelasan) kitab “Iqna” menjelaskan bahwa ruh yang keluar dari jasad akan menuju tempatnya masing-masing, sesuai dengan derajat (golongan) kemanusiaanya. Ada 5 golongan manusia dan ruhnya pun berbeda tempatnya.

1. Ruh Para Rasul
Ruh Para Rasul dan Nabi langsung menu¬ju ke syurga. Dengan demikian ma¬ka syur¬ga itu sudah ada yang mendiami. Ti¬dak lain penghuninya itu adalah khusus para Nabi dan Rasul.

2. Ruh para suhada
Ruh para suhada itu sebagaimana digam¬barkan oleh Nabi saw berada di syurga. Mereka laksana burung berter¬bangan di atas danau. Apa yang diingin¬kan oleh para mujahidin dan syuhada Allah swt memberikan.

3. Ruh para mukminin dan Muslimin yang taat
Ruh para mukminin dan Muslimin yang taat, berada di dalam syurga tapi tidak ikut serta menikmati makanan syurga. Mereka bisa menikmati makanan rohani jika ada kiriman dari dunia. Kiriman itu berupa do’a, bacaan Alquran dan lain-lain.

4. Ruh orang muslim & mukmin yang tidak taat
Adapun ruh orang muslim dan mukmin yang tidak taat. Misalnya yang shalatnya dua kali saja, atau ketika sahur jam 8 pagi dan buka puasanya pada jam 4 sore. Dijelaskan di dalam kitab tersebut, ruh mereka tidak bersambung dengan orang-orang muttaqin. Karenanya mereka itu berada dalam kesendirian sambil menunggu hari kiamat tiba. Kematian mereka sifatnya “dzaaiqotul maut” atau sekedar mencicipi. Artinya belum mati dalam arti sebenarnya. Sebab yang namanya mati sebenarnya adalah nanti pada saat hari kiamat (hari kebangkitan).

Karena itu, perjalanan ruh mereka berada dalam kondisi menunggu. Saat itu, langit tidak mau menerima ruh mereka; Bumipun sama saja. Bahkan Bumi bertutur: “Buat apa saya menerima. Saya sudah bosan diinjak-injak oleh mereka. Saya tidak mau menerima.” Demikianlah akhirnya merekapun melayang-layang sendirian; tidak bercampur dengan orang-orang kafir; demikian pula dengan orang mukmin memisahkan diri.

Bekal Menuju Mati
Melihat keberadaan ruh orang muslim dan mukimn yang tidak taat ini, maka sejatinya kita mesti berhati-hati. Tentunya berbagahagialah bagi mereka yang tetap waspada dan memper¬siapkan diri menuju ajal. Karena itu Allah mengingatkan pada kita dengan sebuah bekal menuju mati:

وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التـــَّقْوَى

“Berbekallah dan sebaik-baik bekal adalah taqwa”. (Albaqarah: 197)

Menurut Imam Al Qurthubi, para ahli isyarah menyatakan bahwa taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju akherat.

5. Ruh Orang yang Inkar
Sementara ruh orang kafir berada di dasar bumi. Tersiksa oleh panasnya situasi seperti neraka. Mereka tidak di neraka namun masih berada dalam dunia. Merekapun masih tetap menunggu kiamat. Namun dalam keseharianya mereka terus-menerus berada dalam kondisi lingkungan dasar bumi yang teramat panasnya. Masih ingatkah akan adanya lumpur di Porong, Sidoarjo? Lumpur itu berasal dari kedalam bumi yang panas. Inti bumi itu ternyata berhawa panas luar biasa. Kitapun bisa melihat tatkala lahar yang memuncrat dari gunung berapi saat meletus.

Bukti dalam Sains

Baru-baru ini, seperti yang dirilis oleh kantor salah satu kantor berita internasional bahwa ilmuan sovyet menemukan suara yang mengerikan. Suara itu diklaim berasal dari teriakan ribuan manusia di dalam tanah. Mereka yang mendengar adalah para ilmuan geologi yang tengah menggali sebuah proyek bawah tanah (pertambangan). Seketika itu mereka mendengar melalui suara yang direkam oleh microphone super high sensitive. Terekam dengan jelas suara-suara teriakan itu. Seolah-olah mereka tengah didera oleh kesakitan yang luar biasa. Bahkan dalam suara itu ada terdengar ungkapan: “Allahu Akbar!” entah hingga kini belum ada penjelasan secara resmi. Konon, para ilmuan yang mendengar suara-suara itu dilarang untuk diserbarluaskan bahkan mereka sendiri dihilangkan ingatannya (semacam cuci otak). Maksudnya agar tidak mengingat apapun kejadian tersebut. Namun rekaman tentang suara ini sudah tersebar luas di internet dan terekam dalam kepingan CD dan di jual bebas.

Berkumpul di Daarul Baydho

Sebagaimana penjelasan dalam kitab Tadzkiratul Qurthubi, Imam Abdul Wahab As Sya’roni, menjelaskan, bahwa ruh orang mukmin yang taat, setelah dicabut oleh Malaikat Izroiol, akan langsung menuju ke suatu tempat bernama “Daarul Baydho”. Tempat ini sebagai ajang bertemunya para ahli ibadah. Jika para ruh orang-orang ahli ibadah ini berkumpul di sana, mereka saling bertegur sapa. Mirip sekali dengan pertemuan saat masih berada di dunia.

Mereka pun bisa saling menyapa: “Bagai¬mana kabar si anu, bagaimana kerjaan¬nya, shalatnya bagaimana.” “Si Anu mana?”, “Si Anu sudah meninggal 5 tahun yang lalu tapi, loh kok, belum sampai kemari, ada apa gerangan ya?”. Jangan-jangan salah jalan? Atau ungkapan bertanya: “Si anu sudah berkeluarga belum ya?” “Duuh sayang sekali belum berkeluarga.” Hal-hal itu boleh jadi ditanyakan juga di Darul Baydho. Atau ada obrolan penyesalan misalnya: “Si Anu mana kok belum sampai kemari padahal katanya sudah meninggal? jangan-jangan dia sholatnya setahun 2 kali”.

Karena itulah, beruntunglah orang-orang yang berada di belakang Nabi Muhammad saw. Maksudnya mengikuti syariat nabi dan menjalankannya. Dengan begitu maka ada kemungkinan bisa mendapat curahan rakhmat dan mahgfiroh dan syafa’at. Wallahu a’lam.

————–

update:
Berdasarkan masukan dari Sdr. Fadli, kutipan hadits yang diungkapkan oleh Abdullah As Sya’roni, tentang tempat Ruh di Daarul Baydhoo, saya hanya menuliskan apa adanya. Masalah menerima atau tidak terserah keyakinan masing-masing. Mengenai masalah roh bisa cari sendiri di kutubussittah. Sebab kalau dimasukkan kemari akan puaaanjang sekali…. saya kira yang tidak sepaham silahkan search di kutubussittah. Karena masalah roh sekali lagi urusan Tuhan. “wamaa utitul ‘ilma illa qolillaaa..” shodaqollahul adziim”.

  1. terima kasih pak, artikelnya bagus. tanpa bukti sains pun kita harus tetap mempercayai hal2 ghoib yg dijelaskan dalam al-Qur’an n as-sunnah.

    saya pernah baca klo mp3 siksa kubur di soviyet itu hoax. utk klarifikasi bisa search di google.

  2. Imam Abdul Wahab As Sya’roni, menjelaskan, bahwa ruh orang mukmin yang taat, setelah dicabut oleh Malaikat Izroil, akan langsung menuju ke suatu tempat bernama “Daarul Baydho”.

    Imam ini punya referensi hadist ga pak?

  3. dan akan kemanakah ruh kita menuju ??

  4. Bicara tentang ruh, saya ingat artikel menarik yang pernah ditulis oleh href=”http://www.shalatcenter.com”>Ust. Abu Sangkan di sini.
    Wallahualam bi shawab😉

  5. riza
    semoga bermanfaat … makasih atas dukungannya….

    Fadli
    Iyaa nih bos. Kelemahan saya adalah tidak meneliti ilmu orang lain. saya hanya menuliskan apa adanya. Mungkin beliau sudah meneliti dan apalah ilmu saya. Beliau sangat besar karya2nya. btw, memang ada haditsnya tapi saya tidak cantumkan silahkan membaca sendiri.. kitabnya tipis kok…

    Kangguru
    dududu.. du du duduuuu….. meneruskan syair kanguru dengan lagu Ebiet… heheh🙂

  6. kemana ruh para blogger ya pak? melek malem nggak ibadah tapi sibuk ngeblog, apa mereka juga ngeblog sambil berdizikir ya…. mudah-mudahan begitu

    aku yakin yakin aja, para blogger itu berdzikir (sesuai keyakinan masing-masing) bukankah berdzikir itu juga beribadah…. cak?🙂

  7. Untuk hal yang ghoib seperti ini, hanya Allah yang tahu. Saya sepakat dengan komen mbak Riza. Terima kasih pak, postingan yang bagus untuk bahan renungan agar kita tetap “nyadar”.

    Iya pak Faiq, nyadar itu beda ama ndadar yaa pak?🙂

  8. syukron atas artikelnya mas, memang masalah ruh adalah urusan Allah SWT dan kita hanya sedikit yang mengetahuinya. Allah Yang Maha Tahu.

    http://suryadhie.wordpress.com

    Allah Maha Tahu, Allah Maha Segala… tq juga…

  9. Wah menarik juga di Daarul baydo bisa ngerumpi juga seperti di dunia, apa yang antum sampaikan pernah juga ana dapet ceritanya dari guru ana, sangat menarik…

    menariknya lagi, mungkin sumbernya sama…

  10. @peyek: Hehehe, bagus juga tuh Pak. Ngeblog sambil zikir. Setuju. Hehehe

    seandainya bisa yaa cak…

  11. asyik pak. Mohon bahas kitab klasik lagi🙂

  12. peyek
    Hahaha… D: …… paling bisa nih Cak Peyek… mudah mudahan begitu.. dan saya bisa diajarin dong Pak … apa kudu talqin dulu nih sama pak Peyek?

    faiq
    posting saya, jadi tujuannya buat penyadaran saya… makasih dikasih kata “nyadar”….

    suryadhie
    setuju… “wamaa uutitumminal ‘ilmi illa qoliiilaaaa.”

    Deni Triwardana
    Oh yaa.. jangan2 gurunya sama nih.. heheh D:

    Bangaiptop
    iya bang… yuk kita blajar sama Kang Peyek…

    cakmoki
    Insya Allah… mudah2an ada kesempatan bacanya.. soale waduh njlimet juga bacae ini aja sambil tratak trutuk… maklum sok santri ..🙂

  13. nice article mas….🙂
    saya setuju ama pendapatnya suryadhie…

    setuju sama mbak tia..

  14. Membahas hal-hal yang sedikit kita tahunya sangat menarik, karena sama-sama tidak tahu. Jadinya, seringkali berdebat tanpa ujung, wong sama-sama tidak tahu.🙂

    Saya sepakat bahwa pengetahuan tentang ruh sepenuhnya dan selengkapnya hanya Allah yang tahu, manusisa hanya sedikit diberitahuNya. Namun, dengan baca artikel ini, saya menambah lagi sedikit yang sudah saya tahu.

    Btw, teman saya yang beragama Nasrani sering mengatakan roh, roh-roh jahat (setan), dsb. Apakah ruh itu sama dengan roh?

    Btw juga, teman saya yang atheis percaya bahwa suatu saat sains akan dapat menjelaskan tentang ruh, mereka begitu yakin. Saya berargumen tentang ruh dan menjelaskan seperti di artikel ini, tetap saja mereka pada pendiriannya.

  15. Menarik, bagus artikelnya, Pak.

    Di sinilah para saintis kebingungan, karena ruh ialah urusan Sang Khalik…😆

  16. Tia
    Nice Tia m(b)ak… juga nih… web mbak Tia makin rame yaa…🙂

    mathematicse
    🙂 benar, bukankah kita memang dikasih hanya sejengkal otak? sementara otak kecil ini hanya bisa jadi tahu, kalau diberi tahu… Nah otak saya jadi sadar nih atas pembertahuan para komentator termasuk sang the real matematicse…

    yang salah bukan ajaran atheisnya, tapi ketidakbersediaan mereka menerima argumen lain…. pemikiran lain… istilahnya “tertutup” hahah itu saja bedanya.

    Master Li 🙂 thanks for my master…

  17. *Menyimak*

    ampe digigit nyamukkah?🙂

  18. superb!!!!!

    Orang barat emang aneh – aneh , soal pelem banyak loh yang bangkit dari kubur dan membalas dendam.

    Suhun atas artikelnya…

    BTW kok link full postnya bernama : untuk kalangan sendiri, apa saya tidak termasuk?

    ps: font m nya gak ke render , jadi sulit bacanya

  19. ndak ngerti saya….

  20. abahapis
    makasih nyimakin. aku temeni yaa dengan teh tubruk…😀

    kus
    iya untuk kalangan sendiri, maksudnya ya menghormati orang yang tidak sepaham. Kalau mas Kus sepaham yaa mboten napa2🙂

    senja
    aku juga gak ngerti kenapa mbak ngerti …🙂

  21. wallahu alam bisawam

    Al faaatehah…🙂

  22. bagus nih, bikin saya melek. 🙂

    tq, sebaliknya, bikin saya beleken, kebanyakan tidur 🙂

  23. Ternyata perasaan saya salah. Saya rasa saya pernah komentar di artikel ini karena saya suydah membaca artikel ini sudah agak lama. Eh ternyata saya belum komentar hehehe…
    Maaf Mr. Kurt, saya mau numpang tanya nich berdasarkan penjelasan dalam tulisan Mr. Kurt

    Ruh para mukminin dan Muslimin yang taat, berada di dalam syurga tapi tidak ikut serta menikmati makanan syurga. Mereka bisa menikmati makanan rohani jika ada kiriman dari dunia. Kiriman itu berupa do’a, bacaan Alquran dan lain-lain

    Yang saya tanyakan adalah hal2 yang saya pertebal.
    Apakah itu berarti seseorang yang sudah mati ruhnya sudah masuk surga walaupun dunia belum kiamat?
    Karena pada tulisan tsb ada kata2 “kiriman dari dunia” yang berarti pada saat sang ruh sudah di surga masih ada kehidupan di dunia (belum kiamat)
    Soalnya waktu saya dapat pelajaran agama di sekolah dulu ada penjelasan tentang setelah kiamat manusia akan dibangkitkan dari kubur lalu dihisab amalnya dst baru masuk alam akherat yaitu surga atau neraka
    Terima kasih Mr. Kurt

    Menurut guru saya, inilah yang kemudian diyakini oleh sebagian orang2 yang percaya kepada kiriman doa, bacaan ayat quran untuk para ruh orang2 tua kita yang telah mendahului. Jadi kiriman doa dll itu semacam do’a. Demikian u orang2 yang meyakini

  24. Masyaallah bang.. Gambarnya bikin bergidik

    *Coba demi more baca kita ar-ruhnya ibnul qoyyim, pasti ga bakalan ada potongan rambut ala demi more😀

  25. posting yang mantap.

  26. Yang jelas di alam Roh Tidak ada KOrupsi ….

  27. pada rame bahas film ya hehhehehhe

  28. waw serem juga ya???

    *maaf oot dan ga mutu*

  29. kenali tujuan kita
    INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN

  30. Nayz
    tq pelajar yang mantap

    rivafauziah
    Hahah ……..😆

    kangguru
    Iya pak guru. Ini juga film yang menggairahkan

    Neo Forty-Nine
    Tenang itu cuma di film pak…

    abzay
    BISMILLAHIRRAHMANIRROHIIM

  31. waw..!!
    tulisan yang hebat.
    pasti referensinya banyak banget ya??
    salam kenal. :d

    salam kenal juga, aduuh setelah berkunjung ke web ente, di sana ditemani Maria… langsung deg2plas…

  32. Uraian yang asyik… bagaimana kita bisa mempercayai (baca mengetahui) yang disampaikan para ulama itu benar ya?, terutama menurut ulama, dan terutama lagi point yang keempat….

    benar dan tidak itu sangat relatif. Apalagi tentang roh, saya hanya menulis tentang renaungan mereka telepas benar/tidaknya. Hanya sebagai ikhtiyat (berhati2). masalah benar/tidaknya wallahu a’lam. sebagaimana nasehat orang tua waktu kecil jangan main pada saat maghrib… (sandakala)

  33. HAH? jadi yg blom merit bakalan salah jalan ato tersesat alias nyasar???
    Wuaaaaaaa…. Babeeeeeeehhhhh cari in jodoooooh…
    saye minta kawin sekaraaaaaang…!!!
    Huaaaaaa…. takut nyasar di akherat niy….

    hihiii… jadi inget lagu Bang Benyamin nyang judul nye Minta Kawin
    *kl Kang Kurt, ngomong nye ttg pilem mulu, nah saye tentang lagu mulu… koq bisa kebeneran gitu yeh…*
    mo nulis syair nye bole ga? kalo kaga bole, ntar di delete aje ye Kang…

    pilih aje, o-oh enyak, pilih aje buat saye…
    nyang mane keq, bole aje…
    biarin perawan ato jande (ini nyang nyanyi Benyamin…)

    nyang pendek keq, nyang tinggi keq
    nyang kurus, nyang gendut, biarin…
    asal aje, ga betingkeh
    sayang saye, sayang enyak-babe

    cepetan dong, buruan nyak
    lamarin, bawa in tande nye…
    saye takut, saye selempang (meleng, duh bhs indonesia nye ape yeh)
    kelamaan disamber orang…

    Aduh enyak, aduh babe…
    pantes nye enak jadi penganten
    duduk berdua di dalam taman
    masup angin ade nyang kerok in…

    *dapat kan kaset dan CD nye di toko kaset, bukan di pasar ikan ye…*

  34. syukron kasiron atas referensi nya ,,, tapi hanya allah yang tau kmn kita akaan pergi …. apa jadinya kita nanti,,, dan bgmn akhirnya kehidupan ini ,,,,,

  35. lam lu kum

    Wawwww……………..

    ngeri bin serem!!!!!!!!!!!!1

    jd inget mati nich!!!!!

    hehehe………lam knl dr kami!!!!!!!!

    leh tau website pondoknya g nih???????

    ksh tau dong!!!!!!1^_^

  36. ih gila artikel ini bkin bulu kuduku merinding..tapi aku percaya kok

  37. Pak kyai kalau Rochilafi anane ing teleng ati itu apa artinya ya?

  38. Daarul Baydhoo itu artinya apa ya pak?

  39. kepala suku alam roh sedang menjelaskan.
    saya simak pak..

    :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: