dadiwongenomblikenasobud

Akhir Puasa harus Ngintip?

In Dunia Pesantren, Ibadah, Kultur, Modernisasi on 11 October 2007 at 10:58 pm

proses ngintip bulan (hilal)Awal dan akhir ramadhan biasanya ramai oleh perdebatan masalah ngintip bulan apakah ia nongol atau tidak. Sebab memang tanpa mengintip tak bisa menikmati indahknya sinar yang ronanya menerangi jagat ini. Mirip wanita rupanya bulan itu. Sebab hampir semua organisasi keislaman ikut pula mengintip bulan.ย  Namun yang paling berpengalaman denganurusan mengintip adalah Nahdlatul Ulama sementara Muhammadiyah tak tertarik rupanya.

Anehnya di zaman secanggih ini, urusan ngintip masih saja diperdebatkan. Menurut Muhammadiyah, organisasi yang tak tertarik dengan budaya ngintip bulan, ia lebih tertarik pada kalkulasi menggunakan kalkulator. Sebab menurutnya, tanpa mengintippun kita akan mengetahui si bulan merindu itu kapan hadirnya. Arinya, ngapain susah2 ngintip toh pada zaman Rasulullah mengapa menggunakan Rukyat (ngintip) karena belum ada kalkulator, ilmu pengetahuan masih minim. Nah sekarang sudah bisa diramal si bulan perindu itu kapan datangnya…

Sementara dari NU, lain lagi alasannya kalau gak di intip sayang dong tidak bisa menikmati keindahan rona wajahnya. Putih bersih mengkilau sinarnya. Meskipu sama persis dengan Muhammadiyah, namun rupanya NU tidak puas jika bulan itu jika di intip masih keliatan alisnya saja.

Di samping itu, mengapa NU tukang mengintip bulan, karena untuk memastikan agar si bulan itu jangan hanya mengeluarkan alisnya saja. Tidak cukup itu. Mestilah alis dan wajahnya sedikit tersingkap, sehingga jika sudah tersingkap kira-kira dua derajat maka akan ada keputusan bahwa si bulan baru benar-benar sudah datang. Nah, pada Muhammadiyah rupanya bukan ahli mengintip sehingga tak perlulah berurusan dengan alis atau wajah bulan yang sedikit itu. Yang Penting bagi Muhammadiyah, meski alisnya baru satu rambut jadilah bulan baru akan datang…ย ๐Ÿ™‚

Gitu aja Berantem

Kalau urusannya sudah begitu, lalu mengapa di sana-sini pada ribut tentang penentuan awal dan akhir bulan. Padahal sudah jelas ketetapannya, bahwa metode Muhammadiyah tidak suka mengintip sedangkan NU suka se-x.ย  Jadi ya biarkan saja toh lagi pula ini kan urusan ibadah, masing-masing ada yang berijtihad. Mana yang cocok untuk dipakai.

Para santri di kampung, tidak kaget dengan peristiwa itu karena sudah jelas masing-masing ada perbedaan cara menikmati si bulan merindu itu. Makanya para santri di kampung, lebih suka dengan metode mengintip.ย  Sementara santri kota,ย  karena sibuk kali, jadinya gak perlu berurusan dengan inti-mengintip.

Pemerintah Ikut Campur?

Pemerintah rupanya, akhir-akhir ini juga cenderung untuk menyamakan metode untuk menentukan awal/akhir bulan. Sayangnya, Muhammadiyah tetap ‘keukeuh’ tak mau mengintip.ย  Karenanya, Pemerintah cenderung mengikuti metode ngintip ala NU dengan alat yang lebih canggih semacam teropong Boscha (bener nih nulisnya?).ย  Mungkin alasannya biar lebih jelas detil wajah bulanperindu itu.

Tapi memang para Kyai di pesantren-pesantren rupanya lebih suka mengikuti pemerintah meskipun pemerintah itu tidak menggunakan metode ngintip. Lihat saja saat masa Soeharto yang cenerung ke Muhammadiyah dalam urusan penentuan tanggl, para kyai ikut manutsaja ke pemerintah padahal mereka sendiri memliki metode. Hal ini konon, untuk lebih ke pada persatuan.

SEbuah contoh, KH. Maemoen Zubeir kalau ditanya santrinya kapan puasa, ikut pemerintah, kapan Gus lebaran, terserah pemerintah, kata teman saya alumni Ponpesa di Sarang, Jawa Tengah. DI Buntet sendiri pun seperti Alm. KH. Nu’man Zein ditanya oleh warga Buntet, tentang pemilu kata kyai : ikuti saja pemerintah, jangan golput…

Cerita Pendiri NU Masalah Ngintip

Pada suatu ketika, KH.ย  Hasyim Asya’ari suatu ketika atas nama pemerntah mengajak KH. Bisri Sansuri (maaf kalau tidak salah ini) untuk mengintip bulan guna menentukan awal Syawal. Waktu itu saat bulan nongol sekian derajat, KH. Hasyim Asy’ari ketiduran, dan KH. Bisri Sansuri meliahatnya. Maka akhir cerita ditanya Kyai Bisri:

“Apakah sampean melihat bulan”

“Enggih”

“Kalau begitu kamu jangan cerita-cerita kepada warga”

Akhirnya,ย  Kyai Bisri lebaran sendiri dan tidak ngomong-ngomong kepada orang lain. sementara Kyai Hasyim karena tidak melihat puasanya digenapkan menjadi 30 hari.ย  Karena keputusan ada di tangan KH. Hasyim Asy’ari sebagai pimpinan “ngintip” bulan.

Cerita ini pernah diungkapkan oleh KH. Abdurrahman Wahid salam sebuah obrolan di radio swasta baru-baru ini.

Wallahu a’lam.

Bgus untuk dibaca: http://rukyatulhilal.org/hisab-rukyat.html

  1. Saya tertarik dengan cerita di akhir artikel ini. Sungguh dua pemimpin yang saling mengerti. Patut diteladani.๐Ÿ˜€

    APakah para pemimpin kita sekarang tidak memiliki jiwa besar seperti mereka? Sepertinya makin jarang saja pemimpin yang seperti pemimpin-pemimpin jaman dulu.

    My question: Apakah NU juga melakukan perhitungan ketika akan mengintip sang rembulan?๐Ÿ˜€

  2. Teknik perhitungan NU itu menggunakan kalender internasional yang sama dengan milik NASA Callender Nautica… untuk menentukan benda2 di langit jadi bukan bulan saja… masalah itunganya sama, jadi rumusnya:

    NU = Hisab+”ngintip”
    Muhammadiyah = Hisab minus “ngintip”

    makanya bulan itu akrabnya sama orang2 NU heheh makanya ayu2 .. gak percaya datang aja ke pesantren, minta kawin pasti disuruh sama kyai agar milih santrimana yang paling cantik hehehe (cande bang)

  3. Serius nih mr Kurt. disuruh nikah? Hehehe…๐Ÿ˜€

    ———–
    @mathematicse
    hehehe makanya datang aja ke Buntet…… diam2/terang2an heheh

  4. ya patuhi saja ulil amri , khan keputusan mereka mereka waliyyul amri, hakim syar’i dan sulthan atau pemerintahan bisa dianggap memecahkan masalah. Saya pikir perbedaan antara NU dan Muhamadiyah lebih ke arah ‘ rivalitas sosial ‘ daripada masalah fikih semata. Apupun khan 1 syawal tetap sama..maka Minal Aidin Wal Faidzin

    ————
    @iman brotoseno
    ja’alanallahu waiyyakum minal ‘aidiina wal faaiziin…๐Ÿ™‚ salam kenal mas

  5. Wah, begitu toh ceritanya. OK, salam hangat Mas Kurtubi, minal aidin walfaizin, mohon maaf jika ada salah2 kata. Taqaballahu minna waminkum.

    ———–
    @Sawali Tuhusetya
    sama2 mas saya juga salah kata, salah tulis salah baca.. macam2 deh..๐Ÿ™‚

  6. pisss men! gitu aja koq repot…

    kebeneran sayah termasuk yg ngikut apa kata pemerintah. lha sayah cara hisab nya ga ngerti, ngintip nya apalagi… tp kan ada pemerintah yg berdaulat tho? jd kenapa musti repot…

    tp ada satu yg skrg jd perbincangan ttg org Indonesia di Malaysia sana…
    Kebetulan angkasawan Malaysia baru aja terbang ke bulan beberapa hari yg lalu.
    *ganteng pula org nya… waduuuhhh!*

    Nah, rupanya perdebatan ttg 1 syawal ni kedengeran jg sampe sana, lalu apa komentar mereka ttg org2 Indonesia…? *ini sbg balasan atas ribut2nya urusan lagu RASA SAYANG itu*

    Angkasawan kita lagi terbang ke bulan, nah itu orang2 Indonsia masiiiiih aja ngeributin bulan!

    hahahaaa ejekan ringan yg menusuk!
    jd kepikir ama sayah… benarkah org Indonesia pd merasa paling pinter, jd semua merasa paling bener…

    ————–
    @novee
    Novee bener nih gak ngerti cara “ngintip”?? waah ketahuan bukan anak kost yaa …๐Ÿ™‚ (ini juga ejekan yang menyungsep… )

  7. satu lg yg bingun saya jd bertanya…

    emang bisa yah kl kita 1 syawal lebih dulu 1 hari dibanding arab?
    *sori, ini pertanyaan bodoh tampak nya, tp saya srius bertanya..*

    ————–
    @novee
    saya serius tidak menjawab biar tampaknya benar2 bodoh…๐Ÿ™‚

  8. Met hari lebran ya. Mohon maaf lahir & bathin.

    ————–
    @Hanna
    sama-sama Hanna… (salaman)

  9. waduh, biasanya yg suka ngintip tuh bukan hanya kaum NU. tetapi lelaki bedroom eye semuanya..๐Ÿ™‚

    Met Idul Fitri buat semuanya.
    mohon maaf lahir dan bathin.

    ————
    @telmark | hahahah… ngintip emang asyik mas…๐Ÿ™‚

  10. hari raya yang berbeda? manfaatnya banyak, yang Mustadi’fin dapat dobel zakatnya. dari yang NU sama yang Muhammadiyyah. met lebaran. unt kang kurt dan semuanya.

    @rimba
    saya juga setuju kata Emha Ainun Najib, kalau bisa para ulama itu ijtihad berbeda2 hingga 30 hari.. sehingga lebaran terusss๐Ÿ™‚ sama2 yaa mas selamat lebaran, luberan, dan leburan…

  11. Selamat hari raya Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin.๐Ÿ˜€

    ———–
    @mathematicse
    saya songsong tanganmu tuk saling salaman…. pelukan…๐Ÿ™‚

  12. Mat Lebaran … maaf lahir batin

    —————–
    @Ersis Warmansyah Abbas
    Maaf lahir batin…. Bang

  13. Apa pun hasil ngintipnya..๐Ÿ™‚

    Tahniah aidul fitri 1428H mas, mohon maaf zahir dan batin.

    #Saya pake istilah negeri Jiran itu tuh, sbelum dipatenkannya#๐Ÿ™‚

    —————
    @Herianto
    tahniah juga nih kang๐Ÿ™‚ ei menarik sekali iyaa buruan keburu di patenkan, aapalagi dipateni…๐Ÿ™‚

  14. ุตูŠู…ู†ุง ูˆุตูŠู…ูƒู… ู…ู† ุงู„ุขุนูŠุฏูŠู† ูˆุงู„ูุงุฆุฒูŠู†โ€Ž ุชู‚ุจู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ุงูˆู…ู†ูƒู…

    Mohon maaf lahir dan bathin ya pak.

  15. Hah…ini dia ane mau datang ke pesantrennya Gus untuk minta dicariin jodoh sama Gus. Tolong yach Gus….. Muhim Gus….udah kebelet je. Daripada zina mending nikah. Cariin Gusssssss……

  16. pemerintah harusnya bisa tegas tentang penetapan tanggal satu syawal.
    kan keputusan pemimpin bisa menghapus khilafiyah.

    saya copet artikelnya y??

    lagi ada tugas bikin tulisan neeh.
    saya copet saja. lumayan buat tambah refrensi.

  17. Intip-intipan bulan untuk menentukan 1 Syawal sudah selesai. Maaf-maafan juga sudah.

    Soal penentuan awal Ramadlan, awal Syawwal atau awal Dzulhijah saya melok Muhammadiyah, bukan melok pemerintah. Pemerintah nggak narik zakat, ngapain diikuti keputusannya untuk menentukan kapan puasa, kapan lebaran dan kapan motong kambing. Kalau Muhammadiyah atau NU kan bukan pemerintah melainkan ormas Islam. Pimpinan Muhammadiyah dan NU jelas lebih baik keislamannya dibanding orang-orang pemerintah. Keputusan pemerintah tidak selalu untuk kemaslahatan ummat, terkadang pesan-pesan politik ikut disisipkan. Itu yang membuat saya lebih baik ngikutin ormas Islam daripada pemerintah. Kalau di negeri ini pemerintah sudah menarik zakat dari ummat Islam, mungkin saatnya bagi saya untuk ikut pemerintah dalam ketiga hal di atas.

    BTW, zaman Gus Dur jadi Ketum NU dulu, NU pernah lebaran mendului pemerintah. Gus Dur kan waktu itu (sepertinya nggak klop sama Mbah Harto. Hahaha… buntut dari dibekukannya Bank Summa kali ya… Iya nggak Kang Tub?

  18. @Erandaer
    maafkan lahirku apalagi batinku

    Aktual
    Datang saja, tinggal pilih terus “transaksi” heheh๐Ÿ™‚

    bambang
    main copot aja… atiยฒ bautnya rada karatan…๐Ÿ™‚

    Kang Kombor
    Ini dia Bos, saya lagi cari alasan rasional kenapa gak mau ngikuti pemerintah… Kang Kombor benerยฒ sumber kombor. Saya merasa dikomborin nih.. tq.๐Ÿ™‚

  19. @kombor kang
    pemerintah itu kan berdasarkan keputusan dari MUI to kang, MUI itu terdiri ormas2 islam yg ada. yang mestinya ikut pemerintah kalo liat komentar njenengan.

    tapi ya terserah masing2 orang mo ikut mana!!

  20. aku seneng kang, mergo masalah ngintip-mengintip, ndek biyen pas aku sik cilek, mari angon wedhus terus nak kali karepe adus, tiba’e onok bulan adus dadi aku terus ngentip. ewweh kethok alise…he.he.he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: