dadiwongenomblikenasobud

Mudik di Mana Asyiknya…

In Kultur on 14 October 2007 at 3:19 pm

Rasanya Menjadi perantau di negeri orang enak-enak susah. Enaknya, jika datang rezeki banyak, maka mudik tidak menjadi masalah. Tapi sebaliknya, siap-siap saja stress di kampung. Sebab datang ke kampung tidak bisa uncang-uncang kaki, atau glendotan saja. Mesti membagikan sesuatu buat mereka-mereka di kampung sebagai rasa kasih sayang untuk mereka. Tapi sebenarnya, mudik itu membaw keasikan loh….

Orang-orang Buntet Pesantren khususnya dan Cirebon pada umumnya banyak sekali yang tinggal di Jakarta. Mereka berprofesi apa saja. Demikian juga orang-orang yang tinggal di Jakarta yang pulang kampung ternyata luar biasa berpengaruh pada saat mudik.  Menurut catatan pengamat ada sekitar 6 trilyun rupiah uang mengalir deras ke kampung. Uang sebesar ini, sangat potensial mendongkrak geliat si raksasa yang tidur disiang bolong. Dompet yang tadinya kisut kini bisa terisi berlembar-lembar rupiah sehingga ekonomi kampung menjadi mumpung.

Mudik Praktis

Apa sih mudik praktis? Sperti  saat ini, kulihat para pemudik di Stasiun Gambar masih antri berjam-jam menunggu tiket dan kereta api. Para mudikin yang ingin pulang kampung, membawa barang-barang bawaan besa-besar. Ada yang mengunakan kardus hingga tas segede-gedenya. Padahal jika mau praktis, bawa uang ke kampung belanja di sana. Lalu jika akan kembali, beli oleh-olehnya di kampung untuk di bawa ke Jakarta. Saya yakin itu akan memberikan nilai tambah dan nilai ekonomis bagi warga di kampung. Bayangkan jika semua orang yang mudik itu melakukan hal tersebut, nilai 6 trilyun bisa membanjir setiap tahun ke daerah.

Dengan begitu kesibukan produktivitas orang-orang desa akan bertambah; pengangguran berkurang dan ekonomi produksi berkembang. Tapi kayanya ide ini tidak muluk-muluk bukan? Inilah yang saya maksud asyiknya mudik itu bukan bagi pemudik tapi bagi yang dimudiki: desa, produktivitas  yang ada di kampung.

—————–

Akhirnya, karena kereta sebentar lagi datang, saya harus mengahiri tulsian ini. Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih terutama kepada Mas Bachtiar Syah, petugas POSKO TELKOM GROUP PEDULI. Posko ini ada di Stasiun Gambir menjual jasa speddy dan sebagai daya tariknya, posko ini menggratiskan akses internet Speedy  yang benar-benar speed. Saya menikmati layanan ini untuk browsing dan menuliskan postingan ini. Tidak seperti di kantor saya “speedy” diledek oleh kawan-kawan dengan slowly…. karena sering byar pet.

Akhirnya saya rehat ngeblog dulu. (Emang selama ini saya rajin ngeblog?🙂 Sebab mudik untuk bersilahturahmi di kampung. Kepada para tamu dan musyafir blog, mohon maaf lahir dan Batin atas segala kehilafan dan kealpaan, dalam setiap deretan kata yang diketuk oleh keyboard dan kilikan yang menggelikan dari sang tikus cantik. Ja’alanallahu waiyyakum minal ‘aaidin walfaiziin… semoga amal kita bersinergi kebaikan bagi kemanusiaan. Amin.  

  1. Mudik memang mengasyikkan, makanya banyak orang rela berdesak-desakan hanya untuk ketemu orang-orang yang disayanginya.

    Selamat Idul Fitri
    1 syawal 1428 H
    Mohon maaf lahir batin

    —————-
    @edratna
    iyaa bu, kalau mudik gak desak-desakan enggak asyik….🙂
    maaf lahir batin juga yaa bu….

  2. Hai blog yang bagus Man

    ————-
    @makrupul
    thaks sir, kunjungan yang bagus pula Man…🙂

  3. Selamat mudik Bang Kurtubi, ya, hati2 di jalan. jangan lupa bagi2 rezekinya sama sanak kerabat di kampung biar rezeki makin terus mengalir lewat tangan2 gaib-Nya.

    ———–
    @Sawali Tuhusetya
    tangan GaibNya tahun ini banyak sekali bahkantidak itung2an buat mereka2 yang mudik. Lebih dari 6 trilyun aliran uang mengalir ke desa…. subhanallah…. gak mudk bang???🙂

  4. mohon maap lahir dan batin, bang…

    ———–
    @caplang™
    Maaf lahir batin juga, bang…

  5. mudik asik dan impian buat daku … hiks … tapi beraaattttt ….. harus nyangkul dan kerja bermandi darah dulu, baru deh bisa mudik …
    secara keluarga dekata yg ratusan orang nungguin oleh2 …. au ah gelap…sedih diriku …
    btw … met merayakan hari raya idul fitri yah

    —————-
    @icha
    Waaduh ICHA dari Mesir selamat lebaran nih… gak bisa pulang yaa??? duuh kerjanya sampe berdarah2 segala yaa sabar ajaa nanti saatnya akan tiba untuk bertemu sanak sodara … bukan begitu CHA???

  6. Lebaran ini saya ga mudik,

    Sedih….

    hiks hiks hiks

    ————-
    @anas fauzi rakhman
    Ga mudik???😦 cep-cep-cep….

  7. saya mudik “terpaksa” lho,..
    hehehe…

    oleh2nya yah Pak, jangan lupa😉

    ————-
    @alle
    Kadang Mudik harus dipaksa pak… maunya sih g mudik jeh…

  8. Kalau enggak tahan dalam mendatangi kampung, buat saja perjanjian di suatu tempat, di kampung anda. Rahasia lagi tertutup.:mrgreen:

    —————–
    @Mihael “D.B.” Ellinsworth
    Sudah modern Bos, ketemu rahasia gampang: HP, SMS, YM dl…. CCTV atau Video Call wahh lengkap deh..

  9. Ooo mas Kurt itu tinggal di Jakarta? Saya kira di Cirebon. Jadi mau mudik ke Cirebon nih ceritanya? Selamat mudik deh, jangan lupa bawa uang yang banyak ke kampung halaman biar ada geliat ekonomi…😀

    ————–
    @mathematicse
    heheh… emsory belum kenalan ttg. tempat tinggal yaa… uang sudah dibagi2 habis alhamdulillah

  10. lho… koq malahan ada di stasiun gambir lg mudik juga! tak pikir nang Grage…!
    Halah, ketipu niy…! Bulit!

    ———–
    @novee
    gyahahaha.. sing bulit sapa kih, wong aslie crebon jeh bli ngaku wong betawee hehehe🙂

  11. Met Lebaran Pak….
    Mohon maaf lahir bathin…

    Selamat membagikan “angpau” ma keluarga yg di kampung😀

    ————
    @dwihandyn
    Maaf lahir batin juga yaa mbak, gimana di China lebaran jadi juga kan… ??

  12. ah..
    kenapa mudik kebanyakan pas lebaran..

    —————-
    @-tikabanget-
    gak tahu Tik, budaya

  13. Mohon maaf lahir batin. Terima kasih ya sudah mengunjungi blog saya! Dan salam kenal juga!🙂

    ————–
    @Yari NK
    Maaf lahir batin juga…

  14. Sama…saya juga mudik nih mas Kurt, thanx sering bvanget berkunjung ke tempat saya…puisi-puisinya bagus. Maaf lahir batin ya…

    ———-
    @SQ
    Loh kok mudiknya ga janjian sih, kan saya bisa nebeng heheh …🙂

  15. Mudik itu asyiknya : Dianggap menjadi sukses, membawa kerinduan pada tempat kelahiran.
    SEdihnya : Tidak bisa mudik, tidak merasakan kemacetan karena tidak punya apa-apa yang bisa dibawa mudik….

    ————
    @agorsiloku
    Ada Kang yang tidak punya apa2 tapi tetap bisa mudik yaitu pergi ke Peristirahatan terakhir (kuburan) heheh🙂

  16. Kak
    Mudik emang enak
    Sebab bisa bersua sang kakak
    Dengan sanak keuarga walau sejenak
    Menyambung yang tlah retak
    Yang tlah lama berderak-derak
    akan lantak

    saya juga, maaf lahir batin ya kak

    ————-
    @bambang
    Iya Dek
    meski mudik pendek
    berjubelan lagi sesek
    di kampung tetap bengek
    tapi rasa gembira tumplek blek…🙂

  17. Met mudik ya, mas Kurt. Mohon lahir&Bathin.

    —————
    @Hanna
    Mudik jugakah Hanaa?

  18. Selamat Idul Fitri 1428 H.
    Taqoballahu mina waminkum
    Shiyamana wa shiyamakum
    Mohon Maaf Lahir dan Batin…

    ———-
    @elpalimbani
    Met muncul kembali wong Palembang
    aku senang kau datang
    maaf lahir batin kita jelang…

  19. Lebih ringkes lagi bawa kartu bank/banking card. Aku dulu sering pulang begitu aja enggak bawa barang-barang. Tapi sekarang anakku sudah besar dan kena wajib sekolah. Jadi tak bisa cabut begitu aja.

    Met Hari Raya Idul Fitri ya!

    ——–
    @juliach
    met lebaran juga…

  20. sampai bikin film tentang mudik lebaran nih … 18 ,emit, 100 mb huehehhee

    @papabonbon
    wuuih ternyata propesional juga anda itu ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: