dadiwongenomblikenasobud

Gak Punya Otak!

In Dialog, kantor on 13 November 2007 at 2:51 pm

SAAT dhuhur tiba, sebelum masuk kantor, saya sempatkan mampir dulu di “musholla gelegar”. Saya sebut “musholla gelegar” karena jika shalat, bunyi mesin kereta api di atas kepala begitu menggelegar mirip suara helicopter. Padahal nama aslinya: Mushola Baabussalam. Membuat orang yang shalat di situ sulit untuk khusu’ (konsen). Mungkin hanya orang-orang tertentu yang menikmati suasana heboh saat shalat.

“Shalat di situ, seandainya rubuh tembok itu, dan menimpa saya lalu mati, bisa masuk syurga”. kelakar seorang budayawan Jakarta yang pernah mampir ke situ.

Tapi sekali saya shalat di situ, benar saja. Suara gemuruh bagaikan kapal mau jatuh. Membuat badan bergetar-getar. Seandainya benar-benar runtuh pasti menimpa saya, dan matilah awak.Entah bayangan saat shalat itu benar-benar membuyarkan.

Selesai shalat, sambil lesehan di luar mushola duduk di teras dan melepaskan lelah. Tidak lupa  saya isap“tuhan 9 centimeter”. Tiba-tiba penjaga mushola menghampiriku.

“Mas, orang tadi gak punya otak ya!” Suaranya “menggelegar” persis di samping kuping saya.  Dia menceritakan kalau dia telah menghardik orang yang menggunakan HP saat di dalam musholla. Saya sendiri tahu saat shalat, tapi karena suara “gelegar” kereta lebih keunceng dari suara hape orang di samping saya, maka saya tidak memperhatikan betul.

“Lho emangnya orang tadi kenapa?”
“Masa di mushola pake hape!!!” dengan mata mecicil, tapi aku berusaha senyum-senyum menanggapi omongannya. Kasihan soalnya kalau orang ngomong terus kita acuhkan.
“Benar-benar tidak punya otak!” kok berulang-ulang sih, gumamku dalam hati.
“Kalau cuma tiduran boleh saja, tapi kalau menelpon itu benar-benar gak punya otak!” katanya. Sudah tiga kali kata: “gak punya otak!” didengar.

Rokok saya hampir habis, tapi dia terus saja berkata diulang-ulang dialog di atas, dan saya hitung lebih dari 10 x si penjaga yang merasa punya otak itu bicara : “gak punya otak!”

Tampak sekali urat di pipinya saat mengucapkan kata-kata gak punya otak!, menandakan dia benar-benar membatin.

***

Saya teringat kata-kata A. Sobari, yang pernah menulis di Kompas (asal usil)mengatakan kalau orang sholeh itu ada tiga:
pertama, orang yang memiliki nama sholeh. Perkara dia itu beragama islam atau tidak, pokoke™ dia itu sholeh.

Kedua, orang sholeh rajin shalat, tapi kalau tidak dianggap dia marah. Kalau tidak dijadikan sebagia imam di masjid/mushola dia akan marah. Mungkin dianggapnya orang lain tidak menghargai kesholehannya.

Ketiga, orang yang sholeh yang tidak ambil pusing jika orang menghinanya; tidak tersinggung jika orang lain menyinggungnya; tidak bergemuruh hatinya (senang se-x) jika dipuji. POkoke™ dia akan tenang-tenang saja, baik dipuji maupun dicaci. Jika di mushola/masjid ada anak-anak berisik, sholeh ketiga ini tidak menghardiknya melainkan kepalanya di elus-elus. Begitulah menurut kang Sobari.

***

Jadi kategori manakah “si soleh” yang mengatakan orang yang pake hape di Mushola sebagai orang yang gak punya otak?

  1. Sipp ??!!
    Pertama kalinya bisa juga koment yang PERTAMAXXX..😉

    >>> selamat jadi pertamax…

  2. kayaknya banyak yang pake nama sholeh?🙂

    susah juga ya? soalnya nggak tahu motif aselinya.
    Bila orang itu tersinggung karena nggak dianggap “sholehnya”, bisa jadi ia dikategorikan sholeh no. 2.

    Tapi kalo dia marah karena orang lain nggak menghargai Musholla, lain lagi urusannya.

    Tergantung niatnya mungkin, kayak dalam istilah, “dalam sumur bisa diukur, dalam hati tak tak tergapai” heleh.. ( so’ so’an )

    Seadanya mas Kurt he..he..he🙂
    (dua komentar dulu, kehabisan bahan nge Hatrik😦 )

    >>> dalam hati siapa tahu, cocok sekali.
    Jelas kok si “soleh” ingin mengatakan bahwa “sangat hina” orang yang pake hape di dalam muhsola. padahal waktu itu musholla nya sepi sekali. Dan dia bukannya hape itu mendering tapi hanya berbicara (menelpon di mushola).

  3. wehehe…
    menarik..😆

    >>😀 kumisnya tah yang menarik? orang itu emang berkumis tipis mas…

  4. salam kenal…

    kalo menurut saya tidak masuk ketiga-tiganya mas….
    😀 Aprina
    haha……..

  5. Hehehehe😀 Bisa jadi bapak penjaga mushalla itu bermaksud menyindir orang2 yang sedang shalat tapi hape-nya lupa nggak dimatikan. Pas lagi shalat hapenya berdering tinggi, tinggi sekali, menyaingi gelegar pesawat, heuekeke😀
    😀 Sawali T
    Suara hape apaan pak yang setinggi ‘gelegar’ nya pesawat? heheh🙂

  6. “Jadi kategori manakah “si soleh” yang mengatakan orang yang pake hape di Mushola sebagai orang yang gak punya otak?”

    Aduh…, kayak posting di blog aja: dikit-dikit mikir mau dimasukkan kategori apa ya…?🙂 just kidding!

    Btw, bukankah suara ‘gelegar helikopter’ lebih bikin pekak daripada orang pakai hape ya?

    Kenapa si soleh tidak mengumpat sejak dulu kala saat kereta pertama kali melintasi musholla…?

    tanya… kenapa…

    😀 anangyb

    hahah benar mas! mungkin sudah tak aneh kali suara gelegar kereta…

  7. hallo bang santri pa kabar, suara kereta mah masih mending lagi dari pada suara orang ngobrol dan ketawa2. btw saya suka sejarah🙂

    😀 awi
    awi pakabar dah lama kita tak bertaut…

  8. Iya nih, makin banyak yang sholat dan hape nya ga dimatikan.
    Saya pernah lihat lebih parah lagi, pas lagi sholat hape berdering-dering…karena saya sedang sholat ya terus aja..nggak lama kedengaran suara, ybs menjawab panggilan hape tsb.

    Selesai sholat saya baru tahu, ybs menghentikan sholatnya untuk menerima panggilan telepon lewat hape. Saya berpikir positif aja, mungkin dia menunggu telepon udah lama, mungkin telepon penting…terus ditinggal sholat….jadi lebih baik sholat diulang, daripada ga jadi dapat informasi….
    (Masalahnya cuma mengganggu konsentrasi orang lain aja).

    😀 edratna

    kalau fenomena hape berdering di masjid/mushola/gereja itu sangat mengganggu yaa bu. Tapi kalau fenomena “menggelegar” saat memberitahunya, itu baru nemu saiya makanya kaget bin terbengong-bengong.

  9. Mungkin karena sang penjaga mushala sudah pusing bagaimana cara membungkam suara menggelegar dari KA. Sudah itu malah ditambah lagi dengan suara HP dari jamaah yang enggan mematikannya atau membuatnya silent ketika melaksanakan shalat. Yooo prusing kalo sudah gitu…….Kereta api ndak punya otak, hehehe

    😀 indra kh
    hahah mungkin itulah yang terjadi jadi kang Indra…. jadi yang benar: “kereta gak punya otak!”

  10. Saya justru tertarik dengan ‘tidak punya otak’ sekalipun yang dimaksudkan tidak menggunakan otak he he . Kali aja, kebanyakan makan terasi (maaf bagi pecandu terasi).

    Kalau terasi dibuat dari kepala udang (sebagian), atu-atunya binatang yang (saya tahu) otaknya berisi tahi, ya udang. Kalau orang, ‘otaknya’ otak udang susah memang.

    Hayo ini trieger nulis tentang otak, yang dijalin atas 1 triliun neuron yang setian sel bisa berkoneksi 20.000,00. Semua manusia punya ini. Tinggal manfaatkan.

    Simpul: Si Bapak kesal aja tu. Semua kita punya otak. Pasti itu. Soal menggunakan dan memanfaatkan, soal lain …

    😀 Ersis WA
    Waaah ada 20.000 konektor yaa, benar-benar dunia nano otak sebenarnya sudah ada, sebelum intel dan AMD merilis ukuran nano 64 nya… kita pun punya, hanya belum mempunyai triggernya yaa. bang.

  11. Omong-omong soal otak dan kutipan dari kompas.com, ada amuba pemakan otak lo (ini ilmiah). Mungkin yang dimaksud g punya otak akibat otaknya abis dimakan amuba itu, hihihi…………..
    Maap Pak Santri, nyampah……

    😀 neen
    Amoeba itu kah yang membuat otak makin tak berotak?

  12. Ikutan nimbrung ach..

    Mas..kale aja itu sipenjaga kesel,,dah berisik ma bunyian seperti helicopter tadi,,en ditambah ma bunyian HP jg,,tambah mumet lah otaknya..
    akhirnya keluar kata2 ga punya otak itu..hehehe..lucu ngebayanginnya..

    😀 mega
    nah boleh juga, memang otak yang lagi kessel, enaknya dilemparkan ke orang… kasian deh orang yang dibilang gak punya otak.

  13. mungkin namanya sholeh kang😀

    *OOT😳 *
    😀 itikkecil
    iyaa kali yaa…

  14. Aku lebih tertarik ke kalimat ini:

    Selesai shalat, sambil melepaskan lelah, saya isap”tuhan 9 centimeter”

    Itu ada tag [a href] yang ndak ditutup ya? Tapi agaknya nge-link ke puisinya Tuan Taufik Ismail yang geram dengan rokok itu ya, kang?:mrgreen:

    Perkara orang yang model si penjaga mushola itu fenomena biasa. Paling sekali ada waktu nanti diingatkan saja: yang mengumpat dengan yang diumpat di balik punggung itu sama saja ndak punya otak😆
    😀 > Alex
    betul itu adalah link ke sajak beliau… sekarang sudah diupdate . TQ

  15. tuhan 9cm😆
    saya ndak ngerti si sholeh itu sebenernya seperti apa

    😀 caplang™
    hahaha… tanya kenafa?

  16. Kehkehkeh, ada ada saja.
    Khusuk itu memang susah susah gampang.

    😀 Fadli
    benar bos… saya saja sulit di tempat rame atau tenang…

  17. Wah, saya nggak bisa ngejawab yang tipe mana dia. Takutnya subjektif terlalu…😀

    Nggg… Kelihatannya betapa khusyuknya ia berkata “Gak punya otak…” kayaknya. Ahhh…

  18. Hmmm…entahlah. Mungkin Islamnya yang terlalu Islami menyebabkan kapasitas otaknya menurun.

    Dalam artian akal pun tidak dipakai.😀

  19. wahhhh! asyik…

  20. hmmm…
    Musholla Baabussalam… sepertinya pernah kesana… *atau baca namanya doan kali yah…*

    tuhan 9cm… uhm… apa tuh ya… *lg males klik link nya buat nyari tau*

    penjaga musholla itu *yg mungkin namanya Pak Sholeh* mungkin lagi esmosi, jadi dia ngomel plus nyebut ga punya otak ampe lebih dari 10x *rajin amat ngitung nya*
    sapa tau dia ingatnya pemberitahuan untuk mati-in hp *soalnya di masjid kantor saya siy kaya gitu trus di tembok nya tiap +/- 5m ada tempelan kertas HARAP MATIKAN ALAT KOMUNIKASI*
    jadi dia nya lupa kl lg ga ada org sholat siy kaya nya boleh2 ajalah *sapa tau penting kan…*

    kl saya pribadi siy yah lumayan keganggu kl lg sholat denger hp org bunyi. apalagi kl ngerti lagu dering nya… jadi suka pengen ikutan nyanyi *halaaaah fales aja koq!*

    berhubung udah kepanjangan, masalah kategori mana si sholeh *yg mengatakan org yg pk HP di musholla ga punya otak* ga usah komentar ah…

  21. waahhh…

    bingung nih, sebenarnya siapa yang tak punya otak?!

  22. Punya kok dua-duanya otak, yang pake Hape dengan yang menghardik. tapi seberapa jauh otak itu digunakan ya itu, mulutnya adalah alibinya, hehe.

    Mulut kita harimau kita, serem!

    Wei suka juga baca Asal Usil yang tadinya asal Usul itu bang?
    Membaca itu kadang membuka kesadaran kita akan ke-manusia-an🙂

  23. Lhaaaa…. kok kereta apinya yg suaranya lebih keras nggak dibilang ngga punya otak sih?

    Atau salahkan yang nelepon, kenapa dia nelepon waktu temannya ada di musholla??

    Atau salahkan yg menciptakan hp, coba kalau nggak ada hp, ngga bakalan ada peristiwa seperti itu

    Atau….

    ah, sudahlah makin ngawur aja!:mrgreen:

  24. Ga punya otak. Yang bicara ga punya otak itulah yang tidak berotak. Wong, jelas-jelas manusia itu punya otak kok. Gimana sih? He he he.

    Jaman sekarang mang edan. Hape sudah seperti lintah yang melekat di tubuh. Tak peduli lagi belajar, sembayang, ato yang lainnya hp nyala terus tanpa dimatiin suaranya. Kemana ya raibnya rasa menghargai sesama?. Ini tidak semua orang lho. Sebagian ada yang kaya gito. Jangan2 saya salah satunya, he he he. Okey deh sampai ketemu lagi di postingan beriukutnya.

  25. jadi kapan sholeh beli hape ? hehe

  26. rozenesia
    memang berkata baik atau buruk perlu kekhusu’an ya master?

    Mihael “D.B.” Ellinsworth
    maksudnya terlalu islami versi sendiri, menyebabkan kapasitas otaknya menurun??

    sungai
    Emang rujak asyik?

    novee
    Pasti kamu tahu Nop Musholla itu, wong deket kok dari kantormu… hihih jangan2 pernah bareng2 sholat di situ tah? … *ting* mancing-mancing….
    Esmosi, istilah darimana Nop?

    aEro
    Bukankah ikan aja ada otaknya…

    perempuan
    Ah dasar perempuan tahu aja kalau laki-laki itu suka usil heheh🙂

    Yari NK
    kalau diterusin “atau jangan-jangan postingan ini yang salah!” mau ngomong begitu tah? heheh🙂

    Hanna
    Iya benar sekali Han, di antara kita kadang-kadang gampang jadi edan gara-gara HAPE…🙂 eh, bahkan seribu-dua-ribu, malah ada yang bunuh2an… (benar2 jaman edan yaa)… tapi kita edan gak sih?

    vino
    kapan-kapan… !

  27. Anda termasuk golongan islam modern juga rupanya. Islam modern selalu berusaha menyempatkan diri untuk berjamaah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: