dadiwongenomblikenasobud

Yang tak Ngerti Politik ke Laut aja…

In Kultur, Pendapat, Politik on 20 November 2007 at 4:54 pm

Begitu semangatnya para petualang (pelaku) politik di kehidupan bumi ini tentu saja membawa sebuah kepentingan: berkuasa/menguasai. Tentu saja kuasa-menguasai itu untuk sebuah eksistensi dalam hidup di dunia.

Ya demikianlah jika kita ingin berkuasa di bumi, maka politik atau taktik atau strategi mestilah menjadi bagian dari hidup ini. Namun jika Anda tidak tertarik dengan itu (politi dkk), maka bisa jadi Anda tidak mementingkan kehidupan di dunia ini. Sebab itu berarti Anda mengutamakan kehidupan akherat. Bukankah kehidupan akherat tidak perlu rekayasa, melainkan kejujuran, apa adanya, dan tidak ada istilah lain di hati lain di mulut.

Sebuah contoh bangsa Yahudi mampu menguasai perekonomian dunia. Karena mereka mampu mengamalkan ilmu strategi, ilmu tipu-menipu, ilmu memperdayakan dan ilmu tak-tik “berperang” melawan hegemoni lain.

Benarlah seperti yang diungkapan Imam Ali karromallahu wajhah (KW) sahabat Nabi yang ke empat. Beliau memandang dunia dengan tiga hal:

  1. Taghorro; dunia itu tempatnya tipuan.
  2. Tadlorro; dunia itu sebagai tempat membahayakan.
  3. Tamarro; dunia itu datang saat dibutuhkan.

Dunia sebagai tipuan. Karenanya, banyak orang yang beruntung di dunia jika berhasil jebak-menjebak. Rekayasa, iklan, strategi bisnis atau apalah namanya, itu semua masuk pada kategori “tipuan.” Buktinya, bangsa Yahudi menguasai perekonomian dunia, ya tidak terlepas dari tipu-menipu tadi.

Ketika masuk wilayah sosial jadilah politik. Bukankah politik tidak lepas dari tipu-menipu. Apakah itu berbaju ideologi agama atau bukan. Semua kita hampir mengiakan, dan politik-politik itu ada karena ingin bisa eksis dan berkuasa di bumi. Jika tujuannya akherat saya kira tidak perlu hidup dan mati demi kejayaan partai yang diusungnya. Lha emang ada orang yang seperti itu?

Dunia membahayakan. Atau dalam bahasa Al Qur’an dunia itu tempat hidup yang memperdayakan. Sekarang sudah bisa dilihat, di dengar dan dirasakan bagaimana bencana itu tiba-tiba lewat dalam hitungan detik, mampu menghilangkan dan merusak ekosistem manusia/penduduk bumi lainnya. Sampai-sampai bangsa-bangsa di duni ini perlu datang ke Bali untuk urusan meningkatnya suhu bumi. Ini bukankah bukti bahwa dunia itu benar-benar membahayakan. Belum lagi kecelakaan dan gempa bumi atau anign topan yang kapan saja bisa merenggut siapa saja.

Dunia datang saat dibutuhkan. Ini pun semua pasti telah mengalami bagaimana gembiranya tiba-tiba datang rezeki tanpa diduga-duga. Saat keluarga sakit, tiba-tiba proyek gol; saat menghadapi masalah besar, tiba-tiba penyelemat datang. Tapi jika si sakit sudah sembuh, atau membangun rumah sudah selesai, atau keadaan menjadi normal, maka proyek itu jauh lagi dan susah lagi. Demikian itulah dunia ia datang saat ditubutuhkan.

Singkatnya, jika mau bermain di dunia ini dan ingin eksis tentu saja harus pandai-pandai berstrategi. Sebab sebagaimana digambarkan oleh Imam Ali, ke tiga gambaran dunia itu sebenarnya sudah jelas dan cukup mudah memahaminya. Namun bagi yang tidak tertarik dengan fenomena dan tipudaya dunia, tentu ia akan biasa-biasa saja. Barangkali tak tertarik dengan hingar bingar politik, tipu menipu dalam berdagang, atau sogok-menyogok dalam kepentingan yang dianggap besar. Karenanya, siap-siap saja yang tak ngerti taktik, politik, strategi ke laut ajaa…

Bagaimana menurtu Anda?

 


  1. saya sih taunya politik itu bikin permusuhan dan retaknya persahabatan Om…

    selebihnya itu? politik itu = cara berbohong elegan…
    apa saya harus ke laut juga ya?
    😀 Siw
    hmmm sebuah pengalaman politik apapun adanya, adalah imbas dari keadaan bukan?
    begitu bukan Siw… yuk ke laut aja tah?

  2. Duh soal setrategi bukan dipolitik saja kayaknya bang. Semua di aspek-aspek kehidupan, bahkan tertawa harus pake strategi🙂

    Kalo soal politik,
    Saya agak pesimis, apriori. Dunia ini terlalu sakit buat saya, meskipun insting dan naluri politik saya kerap muncul dalam setiap yang ada, tidak terkecuali ini, ini dengan selama ini yang terpolakan dan terstereotipkan.

    Saya dulu tidak percaya kalau politik itu kejam, tapi sekarang yang tinggal dalam benak saya itu. Itu yang terbentuk dengan sendirinya selama pernah dekat dengan dunia politik dan orang-orang didalamnya, semua abu-abu.

    Kepentingan adalah segalanya, kelompok adalah nomor satu, kepentingan pribadi itulah akhirnya.

    Tapi entahlah, mungkin akan berubah lagi.

    Masih perlu belajar untuk memahami politik ala Rasul dulu, yang belum mampu saya lihat dalam permainan politik para politisi saat ini.

    😀 perempuan
    “bahkan tertawa harus pake strategi🙂 ” haha benar sekali… bahkan menulis senyum di WP ini harus pake kode (bukankah kode = strategi juga?) iyaa yaa… tapi pengalaman jeng peyem rasanya tidak berbeda dengan sejumlah kawan2 kita yang lain… bahwa politik itu (politik yang itu loh) adalah tidak jauh dari gambaran postingan ini… *mencoba narsis*🙂

  3. yup!
    ikut sistem atau tergilas sistem? kadang menjadi pilihan yang sulit ketika ketidaknormalan malah menjadi sesuatu yang wajar dan merasuk ke dalam sistem. Jika sudah begini malah paradoksial yang muncul. Kebenaran menjadi ketidakbenaran dan sebaliknya.
    kadang sulit untuk hidup di bumi ini…

    😀 passya.net

    hahah …. dalam bahasa lian: njlimet kali. Jadi kalau begitu ke laut aja tah?

  4. oke bos, saya lagi siap2 nyebur ke laut, niy…
    *ga ngerti politik mode on*

    😀 novee
    emang novee bisa renang… eh ternyata, ke laut juga perlu strategi jeh.. heheh🙂

  5. Mungkin kita juga harus belajar soal itu dari mereka, biar kita bisa menipu mereka.
    😀 raffael
    hahaha… wah kalau ini sudah masuk politik tingkat tinggi bos…

  6. saya ga ngerti politik
    tapi saya juga ga bisa brenang, pak
    gimana dong?:mrgreen:
    😀 caplang™
    ke laut g bisa renang, mancing aja bos… sama cari2 para pelayat pantai biasanya kan terhempas angin laut swiiingggg….

  7. jadi merinding meneruskan hidup di dunia ini.
    😀 joker
    Merinding?? heheh asik loh jadi tontonan lariss di bioskop🙂

  8. sepertinya saya memilih ke laut aja…

    😀 peyek
    monggo cak, bagi ikan kalau dapat… heheh

  9. saya nggak mau nemenin cewek matre ke laut🙂

    Tapi kalau baca kayak gini (ya..gimaaana dooonk).

    Tambahan nih mas Kurtubi, juga ada pendapat katanya dunia itu cuma tempat maen2 (so’ so’an), maen apa aja kali ya? h3w🙂

    😀 SQ
    haha.. benar mas kata sampean ada 7 kata gurauan di quran.. Kitab suci saja tidak bermain-main bicara “senda gurau” yah.. Terus main-main politik jugakah?🙂

  10. aku ke laut aja, mau mancing lele
    😀 NuDe
    di laut ada lele… wah ini pernyataan politik rupanya heheh

  11. *langsung kabur ke laut*

    😀 aEro
    Eee.. baju salinnya ketingalaan nih…🙂

  12. Dunia itu tipuan? mmm
    Mr. Kurt, apakah kira2 ada menipu yang tetap jujur?:mrgreen:

    Untuk PakDee, di laut mana yang ada lele-nya Pak? Kalau iya, saya ikut ya. Siapa tahu ada Tawes atau Mujahir di situ?:mrgreen:

    😀 keKing not Kong
    *mikir-mikir* ada pak! yang jelas kejujuran penipu itu adalah ia “jujur dalam menipu” … heheh

  13. *balik lagi*

    hampir lupa, kalo salah satu strategi buat nangkap ikan itu mesti pake pancing.

    *ambil pancing, nyusul om NuDe ke laut*

    😀 aEro
    *dibukain pintu lagi* ntar dulu mancing apa nih, mancing ikan apan mancing akang? heheh

  14. Mmm…
    Makna politik harus diluruskan dulu… apakah benar2 bermakna : tipu muslihat. Kalo ya, kenapa si MUI tidak mengharamkannya, kenapa kita diam aja negara ini dibangun atas dasar tipu muslihat (politik) tersebut ?😆
    Saya pernah dengar makna Politik dalam hal kenegaraan adalah segala yg berkaitan dengan cara2 mengatur negara ini. Masalah realitas politik di sekitar memuakkan itu masalah lain. Justru tantangan bagi kita untuk membersihkannya.
    Atau hapus aja sistem politik dari negera kita, tegakkan sistem khalifah… he he😆
    😀 Herianto
    *mode ngaji on*
    *ntar dulu pak aku singkapin sarung dulu, duduk tawadlu, siap mendengarkan “ngaji politik” dari bapak*
    mantuk-mantuk kepala kami hingga uraian selesai…… tapi tiba-tiba pak, ada yang nyletuk di samping saya pak. katanya dia bisik-bisik: “kalau politik (demokrasi) negara kita diganti dengan kehalifahan, bukannya itu sama saja dengan menghilangkan bau pete dengan jengkol… ” maaf loh pak itu bisik2 teman di samping saya yang mendengarkan ceramah bapak.. *mode ngaji off*

  15. milih nyebur ke laut aja, pak. Daripada menyatu dengan polatak politik kalau banyak bohong dan tipu muslihat, buat apa juga.

    😀 KH. Indara
    hmm berarti kang Indra layak jadi laksamana raja di Laot

  16. iya ya uncle kurt,
    padahal hidup cuma sebentar ya di dunia, tapi tetep aja ada orang yg napsu pengen jadi penguasa, pengen memiliki dunia. bahkan sampe agama juga dijadiin landasan politik. padahal politik repot kalo dicampurin agama.. tapi nabi SAW pun juga berpolitik pada saat itu, satu2nya nabi yang berpolitik, yang juga bikin saya bingung, kenapa agama harus berpolitik? kenapa agama ingin menguasai dunia? akan jadi baik kah dunia jika dikuasai oleh agama?
    ah.. dunia dunia..

    😀 brainstroming
    Nabi saw juga berpolitik, para kyai juga berpolitik karena hidup di dunia sebentar maka apakah perlu strategi (berpolitik)? maksudnya bagimana biar bisa “survive fiddunya wal akhiroh” ?🙂

  17. Ahhh.. Pendapat saya mengenai dunia udah kutuliskan di entry terbaruku >__<

    😀 rozenesia
    “Sabar yaa Lee, dunia emang begitu” (halah… ini meniru dialog sinetron loch!🙂 )

  18. wah…..banyak yang memilih nyebur ke laut ya??? jadi banyak yang memilih keidupan akherat donk???

    😀 neen
    hmmm.. isi hatiku berdengang: “disana senang di sini senang di mana-mana isihatiku senang…”
    Eh tapi blognya belum berisi teks.. apa dimasukan ke hati ya jadi ga keliatan heheh…🙂 ayo dong diisi jeng Angel…

  19. Mas Kurt,
    Tak semua usaha jelek lho…(yang baru baca buku Khadijah).
    Menurut saya, hidup ini memang perlu strategi, langsung atau tak langsung kita sadari.

    Saat kecil, kan kita udah punya cita2, kalau besar nanti pengin jadi apa…sehingga kita ngebut belajar, kalaupun bermain, itupun harus bisa bagi waktu. Setelah lulus, kita pengin kerja yang seperti apa? Banyak sekali cita2 saya saat kecil, setelah besar strateginya berubah, setelah melihat peluang dan hambatan.

    Setelah menikah? Mau terus berkarir, tapi bagaimana anak-anak tetap selamat (mengerti agama, sekolah lancar), strateginya misal, harus ada garis belakang yang mendukung.

    Bagaimana agar mencapai puncak karir…jadilah minimal The Big Three, dalam setiap pendidikan, yang dapat diaplikasikan pada pekerjaan, berusaha keras mencapai target dll. Jadi rasanya sepanjang hidup, tanpa disadari, kita sudah berpolitik. Cuma bagaimana agar strategi tadi baik untuk kehidupan berkeluarga, bagi perusahaan dan bagi umat manusia.

    Wahh…maaf…jadi panjaaaang…

    😀 edratna
    Ibu… aku sampe “mbrebes milih” … inget nasehat ibu jadi teringat ibuku. Nasehat para ibu-bijak memang menyejukkan, menenangkan pikiranku dan hati. makasih bu… Ibu memang berbeda!

  20. hmmm…
    mohon maaf jika saya punya pendapat berbeda kang kartubi. mohon diluruskan jika salah.

    personally, saya sebenarnya suka ngga sepakat jika hidup di dunia dan di akhirat dipersepsikan sebagai 2 dimensi berbeda DAN tidak berkorelasi. sejauh saya tau dengan keterbatasan pengetahuan agama saya, di kitab agama saya dinyatakan “selamat dunia akhirat”, dan kalimat ini menjadi 1 kesatuan yang tak terpisahkan.

    dunia adalah tempat untuk bisa mencapai akhirat. dan buat saya, kebahagiaan diakhirat bisa dicapai melalui pencarian kebahagiaan di dunia.

    terus terang banyak pertanyaan di otak saya karena posting ini. mohon jika ada yagn bisa membantu. misal :
    – apa rasulullah tidak berpolitik?
    – apa ada yang salah dengan berkuasa? bukanlah rasullullah juga sangat berkuasa? jika berkuasa untuk kemaslahatan umat memangnya kenapa?
    -apa iya iklan dan strategi itu media tipuan? lalu apa rasulullah tidak pernah berstrategi? apa pada dai tidak pernah berstrategi? bukankah iklan itu hanya sebuah cara untuk menarik perhatian orang? jika kita tertipu oleh iklan, kenapa yang lahir adalah statement “wah, iklannya nipu nih”. kenapa bukannya berfikir “wah apa nih maksudnya ini iklan? gw harus belajar dulu nih biar bisa menangkap maknanya, dan agar saya tidak tertipu…”. kasarnya, jika kita ketipu iklan bukannya bentuk kebodohan kita?
    – apakah klaim bahwa yahudi menjadi leading karena menipu tidak bisa dilawan dengan bahwa dengan menjalankan syariat juga bisa menang? bahkan menangnya bisa dobel, dunia dan akhirat?
    – kenapa kita selalu menjawab dominasi amerika dan yahudi dari sudut pandang negatif? kenapa tidak dijawab dengan bahwa “lihat, saya seorang muslim, saya jalankan syariat, dan saya mampu mensejahterakan dunia”. apa jangan2, caci maki kita atas amerika dan yahudi adalah representasi ketidakmampuan kira sendiri?
    – kenapa kita tidak mecoba membuktikan bahwa hidup dengan menjalankan syariat bisa selamat dunia akhirat? bahagia? sukses dan berhasil?

    heheheh… banyak yah? btw, ada pertanyaan terakhir :
    – ini kang kartubi bukannya lagi berstrategi dan berpolitik dan memprofokasi pembaca kan? kekekkeke
    *joke om… no hurt feeling yah..
    pisss

    *btw, indahnya jika bisa kaya ky nabi sulaiman, menjadi pebisnis handal seperti usman dan abu bakar, pinter seperti ali… asik deh hiueheiuhiue

    😀 edo
    dunia+akherat = satu paket! siip aku sangat setuju.
    Uraian tentang rentetan pertanyaan itu… adalah celah-celah yang membuktikan ketidak-konstruktifnya pemikiran saya… Nah bung Edolah yang bisa melengkapi. Juga dari “provokasi” postingan saya tentang politik ini, setidaknya saya bisa belajar dari masukan berbagai disiplin ilmu para komentator, yaitu bagaimana sebaiknya menyikapi sebuah pemaknaan yang konstruktif … *halah* makasih bos…🙂

  21. Politik sebagai ilmu dan politik sebagai sistem menurut saya berbeda..

    Khususnya di Indonesia.

    Ilmu politik, mungkin, perlu dalam menata kehidupan. Tapi sistem politik Indonesia?

    Mematikan…

    :D manusiasuper
    hahaha…… semakin jelas benang merah-putihnya:

    Politik sebagai ilmu dan politik sebagai sistem menurut saya berbeda..

  22. politicians hog all the cr@ps!:mrgreen:
    **halaaah**

    Yang paling saya tidak suka dengan para politisi dan politiknya adalah mereka suka memecah belah umat atau masyarakat! that’s it!

    D:Yari NK
    maksih, bos! .. tuh dengarkanlah para pemecah belah gelas ummat, akan teriakan ungkapan isi hati “kepala keamanan” Istana … heheh🙂

  23. […] Negara karena hobi tersebut hanyalah menuntut improvisasi diri anda seorang, sedangkan kemampuan politik anda dalam blogging dapat menciptakan suasana lebih segar dalam perkembangan Indonesia, secara […]

  24. btw, kl judul postingnya “yang ngga tipu menipu kelaut aja” kynya lebih pas deh kang hiueheiuhiue

    btw, jadi inget omongan temen, ketika saya bilang saya termasuk orang yang anti berpolitik tiba-tiba dia ngomong

    “semua orang yang bilang tidak berpolitik adalah politikus itu sendiri”

    saya komplain : kok bisa?

    “iya. orang yang bilang tidak ngerti politik, berarti mengikuti politik. secara alamiah, dia paham. dia tau yang baik dan tidaknya. ngga mungkin seperti itu kl dia sendiri tidak paham politik”

    “kucing temennya ya kucing. karena hanya sesama kucing yang bisa saling berkomunikasi”

    hehehhe…
    gmana pendapat kang kartubi?
    piss

    😀 edo
    bos edo bisa ajaa… terlihat sekali “bisamu” melebihi ular… sampe kucingnya bisa berteman sama ular yang “berbisa” hehehe

  25. Kayanya saya harus ke laut, nih. Ga ngerti politik. Juga tidak suka politik. Karena politik banyak yang tidak sehat, itu kata-kata orang lho.
    Saya membenci setiap permusuhan. Saya menanggis untuk setiap perbedaan. Saya merindukan dunia yang penuh kedamaian, yang penuh cinta kasih tulus antar sesama.

    😀 HANNA
    Benar sekali Ci, kalau begitu, di laut bisa damai kali yaa… btw, mau ke laut ya, boleh berbarengan gak Ci… (ngomongnya bisik2)🙂

  26. Kang Kurt, halah terus kita ini harus bagaimana? Lah dalam kenyataannya kita-kita yang tidak ngerti politik dan tidak ikut-ikutan main politik selalu saja menjadi korban oleh permainan politik para politikus di Senayan itu kok.

    😀 Kombor
    Iya yaa… kok sepertinya “kita-kita” itu kaya bal untuk dijadikan “bal-balan” mereka toh?
    ya wis aku lagi blajar “politik” bagaimana cara menangkap “polytikus” (= banyak tikus) di rumah-rumah itu loh kang, sekarang lagi buanyak banget…

  27. Dunia politik dan akhirat. Yang satu berurusan dengan persoalan duniawi, satunya lagi berurusan dengan persoalan ukhrowi. Nah, apakah kedua persoalan ini tidak bisa saling melengkapi, Mas Kurt? Tidak adakah wisdom untuk masuk ke ranah politik? Tidak adakah ruang kesantunan masuk dalam wilayah politik?
    Rentetan pertanyaan itu sebenarnya ingin menekankan bahwa ada politik yang bisa dilakukan dengan cara yang santun dan penuh kearifan. Para sahabat nabi saya kira juga berpolitik. Para kyai pun sebagian besar juga tidak tabu berpolitik. Yang jadi persoalan kan bagaimana pintar-pintarnya berpolitik secara santun sehingga tetap bermartabat dan terhormat sekalipun harus berhadapan dengan musuh2 politiknya. Dus, tidak perlu harus tipu menipu, injek ke bawah sembah ke atas, sikut kanan sikut kiri *halah:mrgreen: * OK, salam.

    😀 Sawali Tuhusetya
    hahahah.. ngomongnya jangan cepet-cepat pak… biar aku rambati dan hayati ceramah bapak gu(ruku) … hmmm ternyata benar™ mengandung madu sumbawa heheh… TQ atas pencerahannya.

  28. apalagi anak muda kaya saya…
    hhehehe…
    benci sangadh kebanyakan…
    tapi saya beda lo..
    heheheh…

    😀 myresource
    hmmm apa tuh bedanya… *mikir2*

  29. #mas sawali : wah… akhirnya sayah ada yang sependapat :p *asik ngga sendirian…

    😀 edo
    saya juga diam2 sependapat nih bos…

  30. Ya saya yang ga ngerti politik ke laut dunk…😀

    Ya, dunia ini memang tempatnya tipu daya. Yang dikira baik, ternyata lain. Yang dikira lain, ternyata lain lagi… Ah aneh dunia ini…😀

    😀 Saya
    Aneh tapi nyata kan…🙂

  31. Saya sendiri tidak menganggap dunia ini hanya untuk senang – senang.

    Saya yakin, sih, kalau dunia itu memang sebuah tipuan. Politik juga sebenarnya banyak tipuannya.

    😀 Mihael “D.B.” Ellinsworth
    Dunia dalam Berita politik banyak tipuan.. *mantuk2*

  32. Bagaimana menurtu anda ? hehe….

    Strategi sih boleh aja , yang penting masih dalam jalur yang benar dan jujur .

    😀 bachtiar
    jalur kereta termasuk jalur yang benar jugakah? heheh

  33. Saya cenderung setuju dengan paman Endratna, tapi maaf mungkin menjadi sedikit sok tau. Kehidupan politik, dimulai bersamaan dengan lahirnya manusia. Bayi yang belum bisa melakukan berbagai hal, sudah dikarunia-i kemampuan untuk menangis. Bagi saya ini sebuah karunia, namun disaat yang sama ini juga sebentuk strategi. Strategi ini, berguna untuk memberitahukan Ibu bahwa ada sesuatu hal yang terjadi, misalnya popok basah, lapar, haus dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu, strategi ini berkembang, katakanlah mulai melakukan beberapa hal untuk menambah uang saku, Ibu yang sama, tau namun biasanya akan berpura-pura tidak tau. Entah karena sayangnya, atau karena membiarkan anaknya belajar. Belajar, membuat seseorang kembali kepada kesadaran bahwa strategi ini semestinya digunakan untuk hal yang berguna, belajar juga memberi kesadaran, akan strategi lain yang lebih menguntungkan, yang mungkin bisa lebih efektif menambah uang saku. Menjadi sebentuk pilihan, atau paradoks?

    😀 goop
    hmmm paman goop mantaps se-x uraiannya.. menyatukan yang terserak dalam bingkai fikirku…TQ

  34. Nuwun sewu, Mas Kurt!

    *saya tak senyum dulu* hehehehehe.. Sepertinya harus ada yang memberi pencerahan definisi politik itu apa? *teriak2 cari orang ISIPOL*

    Membaca tulisan mas kurt, ini masih dalam dugaan saya, persepsi politiknya sudah mengalami penyempitan makna saya kira, seperti yang saya bayangkan dengan sebagai kehidupan berpolitik berbangsa dan bernegara yang saling menipu, ditipu dan tertipu. *halah ngomong opo iki*

    Saya kira, Berpolitik adalah akibat dari tindakan berfikir. Menentukan pilihan2 adalah bagian dari tindakan politis menurut saya.

    Sebenarnya kasihan juga dengan kata “politik” yang mengalami reduksi makna menjadi konotatif seperti sekarang ini.

    Mungkin karena ini pula pak sawali mempertanyakan dan mencari solusi apa tidak ada cara bagaimana berpolitik yang santun?

    Maaf, Mas kurt!

    *saya ngeluyur dulu*

    😀 gempur
    makasih dah di service kabel urat politiku pak heheh

  35. berarti ini masalah duniawi?apa ada hubungannnya dengan ukhrowi?
    http://abeeayang.wordpress.com/2007/11/22/jualan-otak/

    😀 abeeyang
    yang ukhrowi yang punya sampean kali mas… jualan otak! heheh

  36. Politik dan bisnis penuh akal-akalan. Bedanya kalau di politik mainnya ngawur dan tega mengatasnamakan rakyat

    😀 \\zakar\\
    hmmm benar juga… zakar

  37. A ha … ngerti politik itu perlu … jadi politikus ngak harus kan. Jadi, ke laut hal lumrah bagi bangsa pelaut he he…

    😀 Ersis WA
    hmmm benar bang, kita ke laut yuk menjaga perbatasan…. banyak yang mulai merampas hak-hak tanah kita…🙂

  38. makin matep postingannya …..

    😀 cewektulenbanget
    makin tulen cweknya..🙂

  39. cukup mengenal politik dan segala tipu muslihatnya ga usah turut serta dalam tipu daya..
    sekedar mempertahankan diri

    😀 almascatie
    hahahah.. iyaa yaa bener se-x tipu daya intinya toh yang dilarang… politike tidak! Yes Sir!

  40. Jadi, kalau tak pandai berstrategi, hasilnya: “hidup segan mati tak mau”?

    😀 Orang Aneh
    alias meneng bae…

  41. Achhhh… ke pantai aja…
    Soale mau ke laut ga bisa berenang…😀

    😀 dwihandyn
    kita main layang-layang aja gimana🙂

  42. Pak kyai, eh kyai lagi nih …😀
    Sebenarnya saya masih bingung nih, maunya teman2 yg tidak menyukai politk itu apa ? Maksudnya usulan lainnya apa ? Mereka tidak menyukai sistem politik, tapi itukan konsekuensi dari pilihan sistem demokrasi.
    Saya faham, sebenarnya maksudnya : mereka tidak menyukai praktek2 politik yg terjadi… Tapi ide/solusi terhadap ketidak-sukaan itu apa ? Saya menyodorkan wacana kekhalifahan dari teman2 HT yg sebenarnya saya juga gak setuju …:mrgreen:
    Secara moderat menurut saya, kita2 yg idealis ini maukah melakukan pembersihan thdap sistem politik yg ada, bukan sekedar membenci atau mcaci maki politikus saja…😀

    BTW, gimana nih peluang PKB dan PKS di 2009… merger yuk …:mrgreen:

    😀 Herianto
    Duhh kyai Heri manggilnya ada-ada aja… sebenarnya teman2 yang tidak suka politik itu mungkin karena apatis dengan prilaku2nya pak, apalagi banyakan kan bukan praktisi politik seperti bapak. Jadi yaa wajar kalau lebih biak melaut sebab daratan rupanya sudah sesak dengan sikut menyikut pak… sedangkan laut masih original gitu dan perlu menjaga batas2wilayah jadi mungkin pilihan itu menganggap lebih bermanfaat menjaga laut/wilayah daripada berebutan (pos)isi.. heheh (maaf loh pak itu prediksi dungu saya kali)

  43. bos edo bisa ajaa… terlihat sekali “bisamu” melebihi ular… sampe kucingnya bisa berteman sama ular yang “berbisa” hehehe

    wah kang, untung saya ngga jago bahasa indonesia. “bisamu” dan “bisa mu” atau “bisa”mu maknanya bisa macem2 heiuheiuhie..
    btw, saya mah ngga mau temenan ama uler mas. geli. daripada ketemu uler mending ketemu harimau. hehehe
    piss kang…

    😀 edo
    ah bos edo pinter mengular juga yaa… (maksude memlintir-mlintir)…

  44. politik jelas perlu.. bagi yang sudah memerlukannya

  45. roffi
    berarti kaya hape dong politik itu… seoale diperlukan bagi yagn memerlukan…🙂

  46. manusia hidup itu harus tahu Politik.,
    bagaimana cara dapet duit jajan ke ortu itu termasuk politik (memang mirip ama taktik)

    sayang kbanyakan orang indonesia tahunya politik itu yg itu tuh.,,😆

    hidup Polotik *halah*:mrgreen:

  47. @aLe
    Termasuk politik juga bagaimana caranya menghalau para pencuri HD dan memory di warnet yaa… (saya dapat info luar biasa nih dari sampean di Malang)🙂

  48. huhuhu, iya kali yah😆

  49. Lha.. kak aku jadinya praktisi politik pak … Wong bisanya cuma cuap2 di depan kelas ama di blog…😀
    Tapi boleh juga tuh… mana tahu nanti jadi menteri per-blog-an Indonesia.. He he.. pasti beberapa blogger tak cabutin ijinnya…:mrgreen:
    Ini bukan janji supaya dipilih lho … 😆

  50. hahah… maksudnya mau nulis dosen praktikum politik.. eh jadinya praktisi. Btw gak papalah kang Heri berbakat kok jadi politikus, jadi gak usah ke laut, biar urusane kita2 Kang Heri di darat aja heheh🙂

  51. Wuuuuaaa…aaahhhh, Ueeedan tenan ki Blog keren amat sih Kang Kurtubi..??. Hik..minumnya masih Teh Botol apa pakai Kembang Setaman gitcu…
    Mohon maaf saya lagi NGEMBARA nih dan nyangkut di Blog Akang, jauh-jauh dari Borneo Timur nih..jadi Boleh dong numpang minum..??.

    Salam Kenal
    dari Padepokan Borneo Timur.

  52. hahah… makananya apa saja minumannya teh botol saja .. (maksude teh bikinan dalam negeri yaa) gak papa.. mangga terima kasih mampir ke mari meski tanpa wajah bertatap tapi hati pasti saling tatap.. kita satu hati karena kita cinta damai.🙂
    salam Indonesia, salam Borneo Timur…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: