dadiwongenomblikenasobud

Air dan Global Warning di Pesantren

In Dunia Pesantren, Kajian Kitab, Keajaiban, Kultur, Pendapat on 8 December 2007 at 2:43 pm

Warning! Postingan memenuhi permintaan sang master virus menulis agar saya membahas postingan “nakal” sebelum ini: Air & Global Warning…

Prof. Masaru Emoto dan hasil gambar kristalnya

Artinya: “dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup.” (Al Anbiyaa:30)

Air sebagai global warning dalam bahasan sambungan artikel kemarin terkait dengan Air Hexagonal. Pada dunia pesantren air ini mirip  dengan air tambah, atau ada juga sebagian orang Banten menyebutkan “banyu putih”. Bagi yang mempercayainya, air yang telah diberi do’a-do’a ini sering dipakai sebagai semacam teraphy bagi orang sakit, fisik maupun mental. Tentu air ini bukan segalanya, hanya sebagai penenang atau boleh juga jika ingin mengatakan sugesti sebagai mana sugesti pada do’a-do’a.

Ada pula yang hanya dijadikan air minum biasa saja mirip supplemen. Dalam tradisi gereja ada juga sering saya lihat orang diperciki “air suci”. Demikian dalam tradisi agama-agama lainnya. Professor peneliti air hexagonal seperti gambar itu sendiri pun beragama Shinto.

Dalam tradisi pesantren kadang-kadang (tidak selalu), di setiap pengajian, dzikir, atau khataman qur’an, para jama’ah membawa air aqua botol atau wadah lainnya. Kemudian air ini diletakkan di tengah-tengah jama’ah yang tengah melaksanakan dzikiran, tahlilan atau marhabanan. Bagi kalangan non pesantren bisa jadi memandang air ini bermacam-macam: ada yang menyebutnya syirik ada yang mengnggap hal yang di luar jangkauan.

Dalam artikel ini saya cuma ingin berasumsi bahwa ternyata “banyu putih” ini identik dengan air hexagonal. Selanjutnya kita sendiri bisa membuat air yang berhexagonal tinggi, tampa meminta kepada tuan guru sekalipun.

Tidaklah Allah menciptakan sesuatu dengan sia-sia(quran0. Apalagi dalam pencip­taan air, hampir 70% lebih tubuh manusia terdiri dari air. Bahkan alam dunia ini awalnya adalah air. Manusia pun berasal dari air. Namun dalam artikel ini tidak membicarakan pencip­taan manu­sia dari air, melain­kan Air Hexagonal. Konon air hexa­gonal kini ba­nyak dijual di pasaran.

Ia adalah air yang memiliki susunan hexagonal yaitu sifat yang secara metafisik bukan secara ki­mia­wi dimana susunannya mirip rumah tawon madu. Bentuk hexa­gonal yang segi enam ini ternyata menurut sebuah penelitian tidak begitu saja terbentuk dengan baik sebab sifat hexa­gonal yang ada dalam air ini terpe­nga­ruh oleh keadaan seki­tarnya.

Di dalam fisik hexagonal yang terda­pat dalam cairan mampu bertahan ribuan tahun dan tidak pernah basi. Salah satu contoh cairan hexagonal murni dan dapat bertahan ribuan tahun tidak basi adalah cairan madu. Apa­kah hexagonal terdapat dalam cairan selain madu dan bagai­mana cara membuatnya. Apakah ada bukti ilmiyah yang mendukung per­nyata­an tersebut.

Beda kristal es hasil penelitian Prof. Masaru EmotoPeneliti Air Hexagonal
Untuk membuktikan asumsi bahwa air hexagonal dapat terbentuk de­ngan baik manakala merekam suara-suara yang baik . Begitupula sebaliknya, akan terbentuk hexagonal tidak bagus, manakala merekam suara yang tidak bagus pula. Contohnya lihat gambar di samping ini.

Seorang peneliti non Muslim dari Jepang, Prof. Masaru Emoto. Meneliti karakter air yang merekam suara dari alam sekitarnya ada beda kristal yang terbentuk bagus dan jelek seperti gambar di samping ini. Peneltian ini untuk menjawab asumsi diatas sehingga dapat dibuktikan secara ilmiyah. Penelitian ini dikerjakan antara tahun 2005-2006.

Dalam penelitian ini, sang profes­sor me­nyiap­kan dua wadah air yang akan diuji bentuk hexagonalnya. Pada wadah pertama, air dipengaruhi dengan suara dan unsur-unsur luar yang tidak baik, seperti kata-kata jorok, menje­lek­kan orang, berbohong kemudian sete­lah bebe­ra­pa menit buru-buru ditutup rapat. Para wadah air kedua, diisi de­ngan kata-kata yang lembut puisi yang indah, kalimat puji-pujian; lalu segera ditutup rapat kemudian dima­sukkan ke dalam freezer untuk dibuat es.

bentuk kristal Setelah air tersebut membeku, gum­pal­an esnya diteliti dan difoto untuk mengeta­hui sifat-sifat mole­kul­nya. Dengan heran campur kaget sang professor melihat dengan jelas ka­rakter dua buah air yang berbeda sifatnya: Wadah yang pertama diisi air yang akan merekam suara yang jelek seperti musik keras, mantra-mantra dan lain-lain ternyata bentuk exago­nal­nya jelek sekali tidak ber­arturan. Wadah yang kedua, yang di dalam­nya terdapat air yang merekam kata-kata yang indah: susun­an hexa­­­go­nalnya lebih rapih dan indah sekali.

Masih belum puas, sang professor pena­saran lalu setelah es ini mencair, maka ketika dicoba dimasuki sebuah jarum, alangkah lebih kagetnya, ternyata air yang memiliki susunan hexagonal yang baik, ketika dimasuki jarum tidak sam­pai tenggelam. Penelitian ini terang­kum dalam sebuah buku hasil pene­litiannya.

——————–

Ini gambar molekul air zam-zam dalam foto elektron... Hexagonal Air Zam-zam
Gambar di sampin ini adalah kristal molekul pembentuk ikatan air zam-zam. Ia merupakan satu-satunya air yang memiliki sifat Hexagonal yang paling baik di dunia. Jutaan jemaah haji dipersi­lahkan memi­num air ini dan diizin­kan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan te­tang­ga.

Kenapa air ini mengandung hexagonal tinggi? Bisa jadi air zam-zam ini tidak mere­kam suara apa-apa di dalam masjid yang terekam adalah suara-suara orang beribadah, bertasbih, Al Qur’an dan lain-lain.

Tentu saja mata air yang ada di dalam Mesjid ini tidak merekam suara-suara yang tidak baik karena tanahnya yang dijaga oleh Allah. Karena kehe­batan air zam-zam ini, para ulama banyak yang meneliti air zam-zam dan hasilnya ternyata sangat bagus.

Air Hexagonal ala Pesantren
Di dalam budaya pesantren, banyak sekali orang-orang yang minta “banyu putih” untuk kesembuhan atau sekedar untuk air supplemen. Mereka meminta pada kyai itu untuk dibacakan doa dan lain-lain. Kemudian setelah dibacakan, maka air itu diminum atau dimandikan. Apalagi kalau air itu hasil dari oleh-oleh haji, namanya air zam-zam. maka air ini tidak perlu didoakan karena sudah dianggap mengandung hexagonal tinggi.

Ternyata membuat air yang mirip air zam-zam kerap dilakukan oleh kyai/tuan guru. Jika air zam-zam terdapat di Mekkah nun jauh di negeri Arab. Tidak mudah untuk mendapatkan air dari sana karena mesti menge­luarkan biaya mahal. De­ngan begitu, adakah air yang mirip zam-zam di wilayah dekat dengan kita. Seti­dak­nya air yang bisa terbentuk hexago­nal yang bagus. Dimanakah sumber-sum­bernya dan bagaimana cara mem­buat air hexagonal sendiri. Setidaknya ada dua sumber air yang biasanya dianggap bagus untuk bisa memiliki sifat hexagonal:

Air dalam gua... 1. Mata air dari Gua
Ternyata ulama sekian ratus tahun yang lalu yang telah meneliti “zam-zam” ini, sangat bermanfaat. Bagai­ma­na dengan air yang jauh dari Mekkah. Bagaimana untuk merubah air ini agar mendekati dengan air zam-zam. Dijelaskan dalam beberapa kitab, bahwa air yang tidak merekam apa-apa adalah mata air yang ada di gua.

Air yang ada dalam gua ini dianggap hanya merekam suara-suara alam, tidak ada dangdut, dll. Berarti air ini masih murni apa lagi jika air yang masih menetes sangat murni karena belum merekam kata-kata lain. Apalagi jika air di dalam gua itu sering dikunjungi orang-orang baik yang banyak mengungkapkan kalimah-kalimah. Jika orang Muslim membacakan ayat-ayat quran, shalawat atau lainnya.

Dalam salah satu kitab diterangkan bahwa air ini cukup bagus untuk diminum karena memiliki hexagonal tinggi. Ambillah misalnya satu botol lalu ditutup rapat. Saat hendak di buka, maka bacakanlah kata-kata yang baik, pada saat tidak ada suara apa-apa. Sampai di situ, silah­kan diminum dan anggap saja dari Mas­jidil Haram tu­tup lagi dan buktikan khasiat­nya. Demi­kian kata pengarang kitab.

Petir saat hujan adalah tasbihnya malaikat?2. Air Hujan
Para kyai menganggap bahwa hujan merupakan peristiwa turunnya air yang belum ditembus atau belum merekam suara selain “tasbih”nya para Malaikat. Tasabih itu berupa guruh dan kilat. Itulah kehebatan air hujan. Karena suara hujan yang disertai dengan gledek dan petir yang keras merupakan tasbihnya para Malai­kat. Sebagaimana Al Qur’an menyebut­kan:

ويسبح الرعد بحمده والملائكة من خيفته

Artinya: “Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat Karena takut kepada-Nya,” (Ar Ra’du: 13)

Karenanya, air hujan ini sangat bagus sekali utnuk dibuat air berhexagonal. Dibandingkan dengan air murni dari pegunungan (semcam aqua) tidak ada apa-apanya sebab air pegu­nungan ini secara terbuka mam­pu me­re­kam suara-suara bohong, jeritan ma­nusia, suara-suara mesin dan lain-lain.

Membuat Air Hexagonal Sendiri
Mungkinkah air hexagonal itu ibuat sendiri? Apakah bacaan yang diperlukan. Ternyata para kyai di pesantren dan tempat lain, bacaan-bacaan itu tidak terlepas dari ayat-ayat dalam quran, shalawat dan apapun. Karena air itu mampu merekam kata-kata atau nyanyian yang bagus, maka si air pun akan merekamnya dan mampu membentuk hexagonal yang bagus. Sebaliknya jika merekam kata-kata yang jelek maka pembentukan hexagonalnya pun tidak bagus.

Air air air sumber kehidupanNamun bagi para kyai atau tuan guru ba­caan apapun yang baik-baik akan terekam dalam air di dalam botol/wadah. Bacaan yang paling tepat misalnya ba­caan quran, sholawatan, hataman, wiridan atau ama­liah sehari-hari maka menurut para kyai di pesantren yang menekuninya, hal itu dianggap mampu menciptakan air yang memiliki hexago­nal yang bagus dan Insya Allah berdam­pak luar biasa.

Pengalaman seorang tuan guru, ketika ada muridnya yang sering pergi ke luar negeri karena sering terlibat dalam dalam forum internasional suatu ketika pikiran orang ini sering blank; tidak inget apa-apa padahal persiapannya su­dah matang. Lalu orang ini disarankan meminim air hujan yang telah diberi bacaan tertentu. Beerapa hari kemudian, orang ini sering menepon dan masalah blank spot pikirannya tidak terjadi lagi. Ini adalah bukti dari hexagonal yang ada dalam air hujan.

Singkatnya membentuk air hexagonal bagi kalangan pesantren sudah merupakan tradisi. Jauh sebelum penelitian Professor dari Jepang saat meneliti susunan molekul air. Upaya membuat air putih itu hanyalah sebuah ikhtiar untuk membuat air murni yang segar diminum ala pesantren yang dilakukan oleh para kyai. Adapun kesembuhan adalah hak Allah swt.

Pengalaman seorang Artis

Kawan saya dikantor bercerita, seorang artis mencoba seperti ini: Satu gelas di isi nasi lalu di pinggir gelas ditempel tulisan bernuansa halus, indah dan kata2nya sejuk lalu di tulisan ini ditempel menghadap nasi. Selenjutnya gelas ditutup dan disimpan.

Satu gelas lagi diberikata-kata yang jelek dan jahat, diperlakukan sama lalu disimpan. Selang beberapa hari dicek: gelas yang diberi kata-kata bagus tidak busuk, tapi sebaliknya nasi yang ditempeli kata-kata jelek menjadi busuk dan berbau. Jadi nasi yang mengandung air itu pun ikut berpengaruh.

Saya sendiri belum mempraktekan, tapi pengalaman yang terakhir ini diungkapkan oleh teman saya, aktivis Muhammadiyah. Katanya, yang mempraktekkan itu adalah Istrinya El Manik.. (hallo ibu mohon konfirmasinya yaa)

Akhirnya, postingan panjang ini tidak bermaksud apa-apa hanya ingin mengatakan bahwa air mampu merekam suara dan sifat molekulnyapun ikut berubah. Jika bagus hasil rekamannya, si air berjenis hexagonal tinggi, sebaliknya juga berlaku.

Wallahu ’Alam

Bagaimana menurut Sampean ?

Artikel yang tak berhubungan:

Arul dan Kritik buat Prof. Masaro Emoto

Keajaiban Air

Kuat Berpuasa dengan Air Zamzam

Keajaiban molekul air

Contoh-contoh Kristal hasil peneltian Prof. Masaru Emoto

  1. assalamualaikum
    salam ukhuwah
    kunjungi juga http://www.mediamuslim.info

    dan jangan lupa tambahkan kami pada links favorit anda

  2. Assalamualaikum

    Apa benar artikel di atas yang menyatakan bahwa air tidak membentuk molekul hexagonal saat merekam mantra dan doa orang non-muslim?
    Ini pertama kalinya saya mengetahui kalau air juga memiliki agama.

    @satutuhan
    Mohon maaf artikel sudah diperbarui, karena ternyata tidak benar, sebab si pembuat penelitian ini sendiri beragama Shinto.. dengan diberikan kata-kata baik pada air tersebut maka, air itu sendiri akan meresponnya dengan baik. Rekaman air itu sendiri ternyata tidak membedakan agama manapun. yang jelas tidak terkait agama.

  3. oooh jadi air tambah yang sering diminta kepada para kyai atau tuan guru itu disebut air hexagonal… wah dunia pesantren ternyata lebih dulu mempraktekkan daripada Prof. Masaru Emoto.. tapi kenapa yaa banyak orang yang menganggap itu perbuatan para dukun… dukun ? duduk tekun ituh?🙂
    maaf OOT pak

  4. Pernah suatu ketika ada seorang mahasiswa yang meneliti tentang pertumbuhan tanaman cabe. (Wah apa hubungannya……!)
    dalam penelitiannya ada tiga tanaman yang ia sediakan. Pertama dia putarkan musik rok, yang kedua dia putarkan musik dangdut dan yang ketiga dia putarkan musik klasik di dekat tanaman2tsb. Apa yang terjadi….?
    Tanaman ketiga tumbuh dengan baik. Tanaman pertama “kuntet” pertumbuhannya lamban. Tanaman kedua buahnya mengkeret.
    Tanaman kan juga terdiri dari air juga. Nah bisa dicoba untuk tambah satu tanaman lagi yang diputarkan murottal atau sholawat. Bagaimana pertumbuhannya??

  5. Air hexagonal bisa jadi mengandung simbol perjuangan manusia akan berhasil jika disertai dengan doa. Maaf, Mas Kurt kalau OOT, hehehehe:mrgreen:

  6. @ Sawali Tuhusetya
    Atur aja pak guru… simbol2 itu bisa jadi benar adanya…🙂 memang OOT = Okeh lOh Tuhusetya…

  7. dulu saya sering heran kenapa mereka bawa air ketika berada dalam taman-taman surga itu, akhirnya saya diberitahu, dan sekarang lebih jelas lagi, apalagi secara ilmiah, terima kasih kang!

  8. tak bisa berkomentar.
    cumen bisa mengangguk-angguk….
    sebuah pengetahuan lagi utk saya. great post.

  9. peyek
    aduh kang peyek,
    kura-kura naik perahu
    pura-pura tidak tahu menahu ….🙂

    telmark
    tak bisa komentar? lah barusan njenengan komentar🙂

  10. Ooo…
    *manggut-manggut*
    🙂

  11. Akhirnya keluar juga info ini. Tau dah lama. Tapi lebih jelas ini euy.
    Pada dasarnya sih bukan hanya airnya. itu hanya efek yang ditimbulkan. Tapi lebih kepada orang2 yg menciptakan suasana positif. Baik kepada air, benda, manusia, apa saja.
    Coba klo sisi posiitifnya kita arahkan ke Sang Maha Positif, weew, akan seperti apakah diri kita?

  12. benbego
    hmmm benar juga mas ben, ini pemicu postingan berikutnya bahwa segala sesuatu itu berdzikir kepada Yang Maha.. jadi bukan air saja ternyata yaa…🙂

  13. Ketakjuban saya, saya berikan dengan luar biasa terhadap kekuasaan dan kebesaran Allah SWT…..

  14. Iya, dah baca juga bukunya pak dokter..
    the true power of water..

    orang yang sakit kan sering dikasih minum yg dikasih doa tuh, terbukti kan😀

  15. Berarti, berpikiran yang baik” aja, sapa tau kejadian😀

  16. wahh … pantesan bapak saya dulu sering nampung air hujan, ternyata gitu maksudnya, baru ngeh saya …🙂

  17. Air hanyalah alat. Intinya adalah hukum alam. Sebab akibat. Sunnatullah. Masih banyak misteri alam yang belum terungkap. Apakah kita masih saja mengabaikan alam?? Merusaknya dengan cara mengeksploitasi tanpa nurani.

    Semoga tulisan Kang Kurt, menggugah banyak orang untuk melakukan konservasi.

  18. Menurut saya, kali ini saya ngak bisa komentar pada pokok bahasan yang diapungkan. Terima kasih, kagum, salut, dan bangga (saya jarang muji he .. he …). Itu yang paling tepat.

    Inilah keajaiabn tulisan, membuka wawasan dan maknanya berpencar tanpa dapat dihambat. Memanggil relung-relung ingatan, menguak rahasia keajaiban ciptaan Allah, manfaat-manfaat yang kadang terelakkan dan terlupakan, dan … lebih penting … betapa ‘air’ sejatinya fokus hidup dan kehidupan.

    Jadi, jagalah air dan segala ‘penjaga air’ yang tercipta di alam ini. Global warming —bagusnya sih global warning— berarti menyelamatakan air.

    Satu rahasia: penulis adalah pembaca. Dan, pembaca serta penulis tidak perlu ‘lulusan’ formal institusi tertentu. Sebab, banyak ahli ‘tercetak’ namun bisa dungu dan keahliannya tak berguna bagi sesama, apalagi dunia. Hanya, karena tidak menulis.

    Begini Pak Kiai yang berpikit MIT bersyiar Mekah, … dulu saya ceritakan pada mahasiswa, saya alumnus PGA yang diajarin sedkit nahu-syaraf, tetapi kemudian belajar ‘science’ dengan membaca dan … lucunya menjadi pengampu mata kuliah Logika sampai Penelitian. Maksud saya, belajar sesungguhnya bukan berguru, tetapi membaca, memahami, dan melaksanakan.

    Daur ulang berkelanjutan menambah pundi guliran pikir yang dapat diproduk melalui menulis. Wajarlah Napoleon lebih takut pada pena dari senjat (kata-kata bersayap, emang burung).

    Dus, dengan menulis, kita membuka wawasan bersama, menyingkap tabir-tabir rahasia Allah SWT, melakuka inivasi pikir (kehidupan) menuju ke arah lebih baik, dan seterusnya.

    Intinya, saya salut, dan … akan mengikuti ‘cara kerja’ pikir dan pemeikiran sedemikian. Insya Allah, akan saya jadikan contoh bagi mahasiswa dan … teruslah menulis.

    Salam, sungguh, saya kagum. Semoga Allah SWT selalu membuka jalan peta jalan pikiran Sampeyan. Amin.

    , sampai dalogikadi S2 beklajar Masmamp biSaya

  19. Jadi kapan memproduksi air hexagonal Paman Kurt??
    *maaf OOT, nda perlu ada yg dikomentari sih, syip pokokna :D*

  20. dwihandyn
    manggut2nya jangan kterusan…🙂

    perempuan
    Nyak Peyem, ta’ajub dengan appresiasi sama gak ya?

    finkz
    Disembur jugakah?🙂

    kuncigerbang
    “Sapa tau kejadian?” maksudnya, kalau gerban gak dikunci, kemalingan? ahehehe🙂

    watonist
    heheheh tak tahunya, njenengan itu bapaknya pakar hexagonal juga tah? 🙂

    erander
    Konservasi alam? hmm benar makasih bos. saya malah gak ngeh! heheh🙂

    Ersis WA
    Waaah terima kasih atas tanggapannya yang lain dari biasanya …
    Saya merasa mengiayakan bahwa dengan terus (belajar) menulis saya merasa ada sesuatu noktah-noktah yang tercecer di relung-relung fakta di akal. Padahal itu semua itu sudah dilupakan entah kemana… ternyata benar ungkapan Imam Ali kw: “ikatlah ilmu dengan menuliskannya”… sepertinya bang Ersis menyemangati menulis itu sama dengan ungkapan itu ya… saya meraskan manfaatnya dan bisa menimba ilmu dari apa yang saya tulis sendiri. sebab apa yang saya tulis kemarin kadang lupa…

    sekali lagi makasih atsa doanya.
    ohya kata2 terakhir saya tidak mengerti.
    “sampai dalogikadi S2 beklajar Masmamp biSaya”

    goop
    hahah…. bisa aja, saya hanya menulis paman goop, kan saya sudah bilang, air hexagonal itu bisa dibuat sendiri.. nanti kalau saya produksi, ya enggak laku paman heheh🙂

  21. Mengenai air yang dipakai untuk ritual baptisan di gereja…itu mah air biasa aja bos, mungkin dari pompa kodok, jet pump atau PAM. Intinya : air dalam ritual itu hanya sarana, yang penting bersih dan tidak tercemar limbah pabrik hehehe…

    Tulisan yang menarik, biarpun untuk benar-benar memahami mungkin diperlukan bahan literatur lebih banyak.
    Terima kasih. Horas.

  22. KEREN banget!!!
    air yang simple banget… ternyata punya banyak manfaat. saliut deh buat pencetus ide pertama penulisan buku ini. chayouuu…

  23. omong kosong semuanya,

  24. Namanya juga ngomong bos, bisa kosong bisa berisi(k)😀

  25. Pengetahuan tentang air yang berkualitas sangat penting di informasikan karena faktor pencemaran sangat mengganggu lingkungan dimana air berada,tidak ada komentar omong kosong,karna suka tidak suka, kita adalah konsumen air terbesar di bumi ini…setiap hari…saya pernah merasakan manfaat air hexagonal dari actimo…

  26. Ada baiknya sebelum kita minum,kita doakan dulu,karna penelitian masaru menunjukkan air akan membentuk rangkaian molekul yang sempurna, menyerupai kristal…itu akan membantu mengeluarkan zat-zat yang bersifat karsinogen(zat yang tidak diperlukan tubuh),yang jika dibiarkan akan membahayakan sirkulasi makanan ke dalam sel tubuh kita…juga perlindungan sel terhadap radikal bebas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: