dadiwongenomblikenasobud

Yang tak Bisa Bisnis Gigit Jari Saja (1)

In Inspirasi, Kajian Kitab, Modernisasi on 18 December 2007 at 9:41 pm

Bill Gates, paling kaya? karena ia berdagang dan bertani microsoft.“90% Rezeki itu dipegang pedagang dan petani.” Sabda Nabi saw yang pendek itu tertera dalam buku “Etika hidup dan beragama” terbitan Kairo, Mesir. Rupanya, pesan pendek Nabi saw itu justru diikuti oleh negara-negara yang kini menggiati perdagangan dan pertanian. Sementara negara muslim seperti Indonesia rupanya lebih tertarik pada masalah “asesoris” agama. Karenanya, siap-siap saja yang tidak tertarik berbisnis dan bertani, gigit jari saja.🙂

Pernyataan “big bos” kita ini siapa yang berani menentangnya. Sebab kenyataan sehari-hari memang demikian adanya. Bahwa pribadi atau bangsa secara komunal, bila memiliki kemampuan ilmu dagang atau bertani kemudian dijalankan, tidak heran kemudian bangsa dan negaranya berkelimpahan rezeki.

Negara yang memiliki alam yang subur tidak menjamin pada kemakmuran rakyatnya. Misalanya negara Indonesia tidak banyak memberikan kemakmuran bagi bangsanya. Padahal, seperti kekaguman turis Asing dari Arab saat melintas perkebunan Bogor, ia berujar: “subhanallah, surga dunia ada di sini.”

Demikian pula tidak sedikit negara yang memiliki tanah yang kering kerontang, justru rezekinya berlimpah ruah. Contohnya Jepang, Belanda, China, India dan lain-lain. Negara-negara ini pun diakui tumbuh pesat perekonomiannya.

Sawah dan ladang kita sebenarnya amat kaya hasil buminyaDengan demikian, bertani dan berdagang ternyata tidak harus memiliki tanah yang subur atau lokasi yang strategis. Sebab bukankah Indonesia memiliki tanah dan pulau yang amat strategis baik untuk pelayaran maupun pertanian? Tetapi sudahlah, seperti yang saya katakan di atas, letak yang strategis atau tanah yang subur tidak berkorelasi langsung terhadap kemajuan bangsanya.

Dengan demikian maka faktor manusialah yang bisa menentukan bertani atau berdagang secara efektif. Arab Saudi dengan kekayaan minyaknya yang berlimpah ruah mampu mengeksplorasi tanpa bercapai-capai. Karena yang melakukan teknik dan montase eksplorasi adalah teknokrat seperti Amerika. Sementara para pebisnisnya hidup tenang berkelimpahan harta. Ini berarti meskipun bangsa Arab di sana tidak menguasai teknologi minyak tetapi ia mampu mengatur para insyinyur Amerika agar bekerja dan memenuhi keinginannya.

Begitupula negara Jepang dengan kekuatan budaya kerja kerasnya, ia mampu bangkit setelah didera penderitaan tanah air yang kering kerontang akibat di bom atom. Negara lain seperti India, China dan korea kini bangkit dan menggeliat bagaikan raksasa yang bangun dari tidurnya. Membuat negara lain “ketakutan” akan kekuatan ekonominya.

//www.freelists.org/Akhirnya, jika secara tidak langsung banyak negara kaya itu mampu mengaplikasikan ungkapan Nabi saw yang sangat sederhana itu, lantas bagaimana dengan sebagian besar umat Muslim yang hidup di negara berkembang. Contohnya negara kita sendiri. Rupanya, isyarat Rasulullah saw ini kurang diperhatikan dengan serius oleh umat Muslim sendiri. Sementara agama lain dan komunitas negara lain begitu konsisten menekuni kedua bidang ini. Jadi agaknya, kesan saya, umat Muslim di negara ini masih banyak yang hanya eforia dalam ”kulit” agama. Giliran kalah dalam perolehan rezeki paling-paling hanya bisa gigit jari…🙂 ”kesian deh loch!”, menirukan ucapan anak TK tetangga saya🙂

Sumber: Foto 1 , foto 2, foto 3

  1. Assalaamu ‘alaikum Pak Kurt. Sebelumnya saya ingin menghaturkan rasa kehilangan saya atas berpulangnya KH. Ilyas Ruhiyat, Sesepuh Pondok Pesantren Cipsung Singaparna Tasikmalaya. Semoga Allah SWT berkenan menerima semua amaliah ibadah beliau, dan menjadikan setiap ilmunya sebagai sumber pahala yang tidak berkesudahan baginya. Beliau bukan hanya guru untuk para Nahdhiyyin, tapi juga guru untuk ummat Islam secara luas.

    Saya teringat sabda Rasulullah SAW, bahwa di antara tanda-tanda kiamat adalah dicabutnya ilmu oleh Allah SWT dengan cara mewafatkan para ulama sebagai pewaris Nabi. Maka ketika para ulama wafat, yang terjadi adalah suburnya kejahilan. Orang akan menjadikan orang-orang jahil sebagai ulama tempatnya bertanya tentang agama. Tidaklah heran jika fatwa atu penerngan agama yang keluar dari lisan para “ulama jahil” ini adalah kesesatan. Nau’uudzubillah mindzaalik.

    Saya sepakat dengan Kyai Kurt. Seandainya karunia Allah SWT kepada bangsa sebesar Indonesia, dengan hamparan tanah yang subur dan laut yang berlimpah potensinya bisa digali dan dimanfaatkan secara maksimal, insya Allah kesejahteraan akan menjadi milik bangsa ini.

    Kita ini bangsa yang -masih- tanggung. Mengandalkan sumber tambang dan minyak ada batasnya, karena bisa dikatakan tidak bisa didaur-ulang sumbernya, suatu saat akan habis. Seandainya pembangunan ekonomi kita lebih dititikberatkan pada pendayagunaan sumber kelautan dan agraria, saya yakin Indonesia akan lebih mampu bersaing. sayang…

    >>>> Inna lillahi wainna ilaihi raajiun…😦 KH. Ilyas Ruhiyat meninggal? Masya ALlah saya baru tahu. terima kasih kang atas pemberitahuannya. Satu lagi ulama kita meninggal dunia. Ooh betapa dunia ini makin gelap saja sinarnya. Duuh terus penggatinya siapa kang? ah jadi gak semangat hari ini…

  2. turut berduka cita pak. jangan patah semangat pak. patah tumbuh hilang berganti. satu kyai wafat, mungkin bakal ada 1000 wali terlahir.

    soal tulisan di atas: negara kita kan sebenarnya latah industri aja. negara lain bikin mobil, pesawat, komputar, dll yang diluar tani kan karena alamnya relatif tak sesubur di sini. tongkat kayu dan batu jadi tanaman, kata koes plus. pengennya impor melulu sih…😀

    >>> terima kasih … aneh yaa mau enak tapi gak susah-susah maunya. Apa itu mental yang diajarkan penjajah?

  3. Subhanallah, lha saya sendiri tahunya dari blog-nya Kyai Kurt! Kok Kyai sendiri gak tahu? #keheranan#

    Pesantren tempat saya mondok jaraknya sekitar 5 kilometer dari Ponpes Cipasung. Saya sendiri sempat tinggal di rumah beliau hampir 3 bulanan ketika mempersiapkan Muktamar NU di Cipasung Tasikmalaya tahun 1994.

    Maaf Kyai Kurt, saya agak cengeng… setelah mendapat informasi dari blog- di sana, kami sekeluarga terus mencari kepastian beritanya. Ternyata benar. Rencananya besok beliau akan dimakamkan di sekitar komplek pesantren Cipasung. Kami rencananya akan berangkat sekitar jam 4 subuh dari Bandung.


    >>> Waah jadi malu deh hehehe…. gak usah heran, sebab yang nulis kawanku saya belum sempat mengeditnya🙂 5 km yaa deket sekali ya… duuh saya ikut saja dibelakang kang Ram-Ram yaa sebab sampean pernah pula dekat dengan beliau pasti sangat kehilangan yaa ada nuansa kedekatan secara personal

  4. Saya juga coba kontak ke teman-teman di Buntet Pesantren dan Sukamanah Tasikmalaya. Informasinya ternyata benar.

  5. Waduh aku terperangah kagum menikmat foto 3. Tentu juga tulisan Ma Kurt. he he. Ya ya … ‘surga dunia’. Sayang penduduknya tak pernah merasa diberi surga, tidak merasa hidup di surga, tidak memahami makna surga, hingga … hidup serasa di negara. Kacien dech lo … bangsa Indonesia. Kacien. Dihajar BBM sebagai produsen, byarpret di lumbung sumber energi. Apakah ini kutukan? Atau, kebodohan segelintir orang? Atrau, semuanya?

    >>> istilahnya keren ey: surga dunia.

  6. Kembali ke persoalan amanah yang diberikan sang Pemilik Alam ini kepada kita, apakah mau menggunakannya dengan baik? kalo kemudian hutan yg sumber air dan udara segar itu dibabat habis, minyak dikuras, tanpa memperhatikan keseimbangan alam ya tunggu saja semuanya akan ‘dikembalikan’ oleh Nya.

    Sabda Rasul itu, sederhana, tapi kita yg jumawa menganggapnya sepele. Akhirnya hikmah yang terkandung dibaliknya dimanfaatkan oleh yang ‘lain’, dan makmurlah mereka..

    Kita memang hanya bisa melongo..
    tp jangan pernah berhenti belajar dari kegagalan.!

    >>> pernyataan yang tidak bisa tidak harus diiyakan .. makasih Daeng!🙂

  7. Mas Kurt
    gambar bergerak itu saya juga meng co-pas nya dari blog teman http://ungatawwa.wordpress.com
    sepertinya teman saya itu juga co-pas dr tempat lain
    dan saya yakin dia juga tidak keberatan gambar bagus itu disebar di blog lain…

    gambar itu, selain menarik, juga memberi pesan mendalam utk kita..

    kalo dari saya, silahkan aja mas!

    >>> waah terima kasih … seneng banget dikasih izin.. saya segera masukan yaa bos…

  8. Turut Berduka Cita untuk Kyai Ilyas, beliau pasti salah satu Kyai dari Paman Kurt
    Tongkat Estafet telah diserahkan, dan selanjutnya tugas para penerusnya pun tiba
    *maaf kalo sok tau*
    __________________________________________
    untuk tulisannya :

    Dengan demikian maka faktor manusialah yang bisa menentukan bertani atau berdagang secara efektif

    Benar paman Kurt, bertani dan berdagang ternyata sangat berperan dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Dan jangan lupa harus efektif, dan tidak malah sibuk dengan bidang-bidang lain yang tidak kita kuasai, atau dikuasai namun tidak paripurna😀
    *maaf, hanya mencoba menggarisbawahi tulisan paman Kurt saja*
    Terima Kasih


    >>> wah terima kasih atas diberikannya garis bawah.. ini jelas memberi maksud untuk menegaskan kepada kita2… makasih…

  9. @Ram-Ram Muhammad
    wadoueee .. apa bener begitu … ?
    ulama pewaris nabi mapus … lantas dunia bakal kiamat ?
    kalo gitu … kiamat dah dimulai sejak para sahabat koit donk !
    mereka kan dah pada mampus …

    @yg punya blog …
    harusnya … kesemangatan dalam mengerjakan apapun tidak dipengaruhi oleh apapun ! apalagi hanya dengan tewasnya seorang anak manusia yg toh juga pasti bakalan mampus …

    >> bahasamu blis … mewarisi itu bukankah setelah meninggal kalau masih hidup namanya memegang estafet🙂
    iyaa deh yang awet mampusnya iblis emang ribuan tahun hidupnya… karenanya ta(kabur) adalah trademarknya.. hahah

  10. terdengar sarkasme ? kasar ? barbar ? keras ?
    yaaa .. memang seharusnya lah begitu tauhid !

    >>> emang nih, rajib sedang mengajarkan kekerasankah?

  11. *melirik koment diatas ku*
    bener tuh semua mang bakalan mampus, makanya yang jadi permasalahannya bukan kapan tapi apa yang udah dipersiapkan -untuk yang ditinggalkan dan untuk t4 y baru itu
    well, kelihatannya yang diatas saya uda lebih dari siap, salut bro

    ——————————–
    2: P Kurt
    mang bener tuh, mental umat muslim kita perlu segera (MENDESAK) untuk diupgrade, menjadi enterpreneur sejati (koq jadi nyindir diri sendiri ya )

    hehehehe
    anw… cat woman itu sapa pak??
    adu kekuatan???
    hmmmm *gaya mikir keras*

    >>> upgrading……. please wait
    cat women hmmm si pahlawan wanita di film2.. adu kekuatan ya berani? heheh

  12. Hehehe 90% rejeki di Indonesia ada di tangan pejabat:mrgreen:


    >> hus! data dari mana? bisa lebih juga kah?

  13. @ rajaiblis
    Perasaan, iblis itu nenek moyangnya setan, jadi gak dikenal ada raja para iblis. Eeh, ternyata ada. Iblis boleh jadi memang tegas dalam bertauhid… Ia dikutuk dan dibuang ke WordPress:mrgreen: bukan karena ia mempersekutukan atau tidak mengakui ketuhanan penciptanya, melainkan karena kesombongannya. Ta’awwudz ah… 8)

    >> ikutan ta’awudz… wuz … wuz… wuz………..

  14. umat Muslim di negara ini masih banyak yang hanya eforia dalam ”kulit” agama.

    Nah ini dia, pak. Kebanyakan hanya memperhatikan ritual dan lain sebagainya. Misuh-misuh soal hukum agama, dan lainnya. Tapi tentang menggali potensi negeri sendiri, ini yang masih kurang disadari.😦

    …tapi idem juga sama deking.😆

    >>> setpakat, lalu kapan yaa bisa berubah ??

  15. @Ram-Ram Muhammad
    yeee … lagi-lagi pake perasaan … !
    plis donk aaaaaaaaaaa …
    ati2 … ntar salah rasa … berabe !

    di sana kopi di sini kopi …
    cuma … setiap yg minum kopi selalu saja bilang rasanya berbeda
    padahal sudah minum dari gelas dan cangkir yg sama …

    wakkakakakaaa …

  16. halo mas, kunjungan balasan🙂

    >> waah makasih air susu dibalas air madu🙂

  17. Kata siapa yang ngga bisnis cuma gigit jari? Kata Safir Senduk bisa koq ngga gigit jari.

    >>> yaa ilah mbak, dari pada gigitin bekas kucing mending gigit jari heheheh🙂

  18. Wah, kasih komen di sini takut kepanjangan… jadi bikin postingan sendiri aja…🙂

    http://aulahikmah.wordpress.com/2007/12/22/generasi-optimis-dan-kewirausahaan/

  19. […] Entrepreneurship (kewirausahaan) memang sesuatu yang masih jarang dimiliki oleh generasi muda kita. Cara berpikir muda-mudi kita masih sangat pragmatis; segera mendapat karier yang baik dan bergaji besar, menabung untuk biaya menikah, rumah dan kendaraan, menabung lagi untuk sekolah anak, dan akhirnya, menabung lagi untuk hari pensiun yang santai. […]

  20. ehm…sulit memang hidup…
    mungkin kita masih ada di lingkaran tak berujung pangkal.sulit untuk memilih mana yang harus dibenahi lebih dulu…
    tapi yang penting akhlak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: