dadiwongenomblikenasobud

Krisis Keyakinan?

In bergumam, Celotehan, Hikmah, Ibadah, Pengalaman Rohani, Uncategorized on 27 August 2008 at 9:24 pm

Krisis Keyakinan? ini sekedar merenungi komentar para tamu kehormatan khususya beliau yang mengatakan masalah kayakinan kepada Allah SWT pada komentar postingan ini . Sekaligus belajar memenuhi permintaan guru serbabisa. Intinya saya ingin mengatakan bahwa krisis keyakinan itu betapa mudah menggerogoti batin kita di setiap desahan nafas dan lintasan pikir.

Ini juga tidak jauh terkait dengan fenomena batin saya sendiri dan mungkin beberapa kawan juga ada yang senasib. Bahwa ternyata dari sekian banyak janji Allah Dzat Yang Maha Mulia, yang Maha Tepat Janji kadang kita sendiri abai. Sebaliknya, keyakinan besar kepada Yang Maha Besar itu justru kalah hanya oleh urusan remeh temeh. duuh Gusti, ampunilah hambamu ini. ….

Beberapa contoh, Rasulullah saw bersabda: “shalat dua rokaat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya.” (al hadits).

Namun berapa kali kita menyambut kekayaan yang melebihi dunia dan seisinya itu. Bangun subuh saja sering sekali terlewati apalagi malam-malamnya. Coba saja misalnya dijanjikan kalau bangun malam, maka akan dapat uang 1 juta maka tidak ragu lagi, kita bela mati-matian untuk bangun malam jam berapa saja.

Contoh lain, Rasulullah saw bersabda: “barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari akhir maka hormatilah tamu” (al hadits)

Kadangkala yang diutamakan adalah bukan janji Allah dimana dalama sebuah hadits qudsi dikatakan bahwa “Idza dakholal duyuf dakhola birizkihi, waidza khoroja,khoroja bimaghfiroti dunubihi” Kalau tamu itu datang berarti sudah ada rizki yang kita milik itu untuk sang tamu tersebut, dan kalau tamu itu pulang, maka dengan sendirinya ia membawa rezeki, sekaligus saat tamu itu pulang, terbawalah dosa-dosa kita bersama tamu itu dan terbuang di jalanan dengan sendirinya. Nah masalahnya, karena kita enggak yakin, macam-macamlah cara kita menghadapi tamu.

Contoh dalam masalah olah batin:

عن ابن عباس رضي اللّه عنهما قال‏:‏قال رسولُ اللّه صلى اللّه عليه وسلم‏:‏ ‏”‏مَنْ لَزِمَ الاسْتِغْفارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجاً وَمِنْ كُلّ هَمٍّ فَرَجاً، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ‏”‏‏.‏

Dari Ibnu Abbas ra , Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang membiasakan beristighfar kepada Allah, maka Dia akan menjadikan segala kerupekan hidup menjadi lapang, lalu akan memberi rizki dari jalan yang tidak terduga. (al hadits diambil di sini)

Nah pertanyaanya, seberapa percayakah kita dengan ungkapan ini? Boleh dibilang segala masalah hidup yang kita hadapi entah lagi sepi order, sepi pembeli dan kewajiban bejibun sementara pengeluaran segudang harus ditanggung, kadang lupa satu hal masalah saluran nafas rohani kita. Mengeluh, mengumpat yang keluar bahkan sampai mengajak berantem dengan orang yang terdekat. Lebih tega lagi kawan dekat kita minta berpisah jika menghadapi masalah pahit itu.

Contoh lagi, Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan berkurang sedikitpun harta yang kita sedekahkan. dalam hadits lain, sedekah itu menghalau bencana.”

Tapi lagi-lagiseringan ilmu akuntansi lebih dipercaya dari pada ilmu Yang Maha Account, sehingga untung rugi dilihat dari keseimbangan angka-angka yang cuma berderet sembilan. Sementara angka bintang – gemintang dan ikan dilaut tak pernah terfikirkan.

***

Masih banyak deh lah hal-hal sejenis kalau mau diurai, silahkan cari sendiri berdasarkan pengalaman atau bacaan. Intinya, ini nasehat buat saya sendiri menjelang puasa dimana dalam puasa pun dijanjikan oleh Allah sapa yang berpuasa dengan tulus (imanan wahtisaban) maka dosa-dosanya diampuni. Allah akan mengampuni dosa kita bagi orang-orang tertentu senangnya bukan main tapi bagi kalangan tertentu pula menyambutnya biasa-biasa saja.

Duuuh Gusti, semakin jelas betapa begitu kerdil memahami janji Engkau dalam teks dan konteks . Kadang malah lebih fasih memahami masalah keteks dan lateks….

  1. waduhh jadi malu nih seringnya melek malam hari malah hanya untuk sekedar menatap layar monitor dari pada ibadah malam….

    btw. blogger tunggal ika-ku lagi dicopot karena dalam proses pembaharuan versi hehehe…just wait n see

  2. tulisan yang mencerahkan sebagai bekal penyambutan bulan suci, mas kyai kurt. selamat menunaikan iabadah puasa, semoga ramdahan tahun ini bener sanggup memberangus dosa2 kita, amiin. mohon maaf lahir dan batin, mas kyai. salam kreatif!

  3. masih aktif jadi kyai ya mas??? kalo saya udah desersi seh😀

  4. # ziegrusak
    Dah gak sabar nih mas mau liat blognya design grafis profesional.

    # Sawali Tuhusetya
    salam kreatif kembali…. tulisan ini terinspirasi oleh renungan njnengan…

    # mantan kyai
    Haaha… kalau saya masih tahap santri belum kyai… kalau njnengan sudah mantan kyai begitu jauh jaraknya lah…😀 kenapa desersi, cape ya mas jadi kyai

  5. iyah kang, sungguh hati ini sangat mudah beralih dan tidak konsisten😐

  6. Astagfirullah, nyuwun pangampunten, mohon maap pak kyai. Sebutan “beliau” itu serasa tidak pantas buat saya. aku ki sik arek, anak kemaren sore. Masih jauh dibawah level pak Kyai Kurt

  7. Dalam hal keimanan saya samina waa thonna … saya dengar dan saya laksanakan tanpa bantahan karena saya masih dalam tahap belajar dan belajar🙂

  8. kita memang tak pernah menghargai kata-kata! mungkin itu sebab remeh.

    semua kabur, dan kita mengingatnya hanya untuk moment-moment tertentu saja. begitulah kebanyakan perlakuan kita terhadap hadist-hadist itu.

  9. Bahasannya ces pleng.. manteb pak kyai… matur nuwun telah memenuhi permintaan saya untuk mengisi keringnya ruhani dan krisis keyakinan yang beberapa waktu terakhir ini melanda seiring kemarau yang meranggaskan hati.

    Semua yang kita anggap remeh itu karena memang tak nyata dan tak langsung dapat dinikmati. Saya masih teringat kata guru saya, “Andai setiap dosa kecil diganjar dengan bisulan, meski kecil, mungkin manusia tidak akan berani berbuat dosa, karena kalau dosa menumpuk, berapa banyak bisul yang mendera tubuh kita?”

    Ah, saya jadi pengen ketawa mengingatnya, karena semua santri saat itu terbahak-bahak mendengarnya.

    Btw, sebutan di atas untuk saya itu tidak pas pak kyai. Terlalu berlebihan. Matur nuwun atas dipenuhinya permintaan saya.

  10. menurut pengalaman saya, kalo tidak paham maksudnya memang wajar kalo kurang atau tidak yakin.

  11. # dobelden
    Aneh yah padahal kita hanya punya satu hati dan diulang jadi hati2.

    # adipati
    lah biasa aja kang, kadag guru itu tidak lebih tua dari muridnya.

    # Rindu
    jadi rindu belajar bareng nih….

    # peyek
    padahal setiap hari kita ngeblog belajar dari kata2 ya kang.

    # Gempur
    jadi mesti bisulan dulu tah kang, baru nyadar heheh istilah yang keren.

    # sitijenang
    dan akhirnya kita kudu bisa menjelaskan dengan gamblang ya kang.

  12. Kalo saya 100 yakin dan percaya sama Al Qur’an dan Hadist, tapi tetap belum sepenuhnya bisa menjalankan. Harapan untuk lebih baik dan khusyuk selalu ada.. mudah-mudahan gusti Allah akan mengampuni saya juga dan memberikan hidayahnya secepatnya pak.

    Artikelnya sungguh bagus dan maknyes..

  13. # Undercover
    Amin bos, selama masih belajar itulah harapanku juga.😀
    AC kali maknyes..

  14. waduh! itu bukan saya kan..? *PLETAK! ge’er woy..!*
    secara di postingan yg itu saya ngomongin masalah keyakinan.. hee

    contoh2 di atas tentang keyakinan terhadap JANJI ALLAH amat menohok tuh bos.. kena bangetz.. brasa ditabokin brusli.. hiksss..
    tp masalah keyakinan terhadap ke-maha-kuasa-an Allah sudah saya buktikan, disaat menyerah berupaya, disaat solusi terbaik dipasrahkan semua utuh kepada Sang Pemilik tanpa keraguan.. Subhanallah.. tiba2 semua selesai dg mudahnya..
    Akuntansi Allah ga ada kampusnya, ga ada dosen nya.. gimana cara menghitungnya hanya Allah yg tau rumusnya..

    Berdasarkan pengalaman hidup yg berharga atas Kuasa Allah, saya pun yakin akan kebenaran JANJI ALLAH.. Alhamdulillah..

    ———
    Kurt
    Makasih atas testimonynya… sesungguhnya janji Allah pasti tepat! bukan begitu maksudnya ya non…

  15. Pak Kurt, mohon maaf, soalnya lagi asyik-asyiknya dengan yg namanya kontemplasi… he..he..

    ::Jika kalimah yang ada mungkin saja adalah bentuk perumpamaan, apakah bentuk umpama itu tidak bergeser pada maksud…

    ::jika yang hendak Allah lihat apa yang dibalik dada itu, seberapa banyak pandangan yang diabaikan, berapa banyak ilmu yang mapir diabaikan karena dianggap itu bukan yg dimaksud, berapa banyak kesadaran hadir, dan ditampik oleh karena diajarkan pada umumnya…siapakah tamu yang dimaksud..???

    ::tentang sedekah, yook berkontemplasi dengan AQ 2:164, (ayat yang Nabiullah Muhammad SAW menangis semalaman) lagi pula bukankah Allah juga menghimbau agar diberi pinjaman yang baik…, sedangkan Allah Maha Kaya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: